Istri Kontrak Sang CEO Kejam

Istri Kontrak Sang CEO Kejam
Bab 49


__ADS_3

#Bab 49#


"lihatlah bukan kah itu tuan David pria kaya no 2 didunia setelah tuan Kenzo Smith " ujar gadis² yang lewat di depan mereka,sementara Kenzo yang mendengarnya menjadi semakin panas namun ia berusah tenang seharusnya Olivia yang cemburu bukan dirinya.


"kak David mengapa kau malah menyuapiku?" ujar Olivia merasa bingung.


"tidak apa"


"tapi aku malu mereka melihat kita" ujar Olivia menatap mereka.


"beruntung sekali gadis itu menjadi kekasihnya tuan david" tambah pelanggan yg lewat.


Kenzo yg mendengarnya sudah sangat emosi pria itu pun menggebrak meja membuat semua pelanggan menoleh ke arahnya.


"pengawal!"


"iya tuan"


"bawa gadis itu pulang" ujar Kenzo dengan dingin kemudian pria itu meninggalkan butiq diikuti Aline yang merasa bingung dengan sikap Kenzo.


"nona tuan meminta kami untuk mengantar anda pulang"


"ohh baiklah" saat Olivia hendak mengambil tasnya David langsung mencekal pergelangan tangan Olivia.


"biar aku yg mengantarnya pulang"

__ADS_1


"tidak bisa tuan, tuan Kenzo meminta kami yg mengantar nya"


David menatap pengawal Kenzo sahabat yg dianggap saudara itu.


David dan Kenzo bersahabat dari kecil orang tua mereka juga saling bersahabat sehingga mereka seperti keluarga.


"tidak apa kak David,aku pulang dengan pengawal tuan kenz saja" ujar Olivia berusaha memberi pengertian agar David tidak memaksa.


namun pria itu menarik Olivia menuju kijang besi miliknya David Pun mengantar Olivia ke mension Kenzo sementara Olivia hanya pasrah ia juga bingung harus berbuat apa,jika ia menolak David tetap memaksa jika ia menerima Kenzo akan menghukumnya jadi ia merasa sangat bingung.


tak lama kijang besi itu terparkir didepan gerbang yg menjulang tinggi itu.


"makasi kak hari hati ya"


"iya,jika Kenzo melukaimu beri tahu padaku"


sementara Olivia masuk kedalam gerbang tersebut terbuka secara otomatis sementara 5 security dan 3 pengawal memberi hormat membuat Olivia tak enak.


Olivia menuju mension yg masih jauh itu hingga ia merasa sangat lelah karna gerbang itu jauh dari mension besar itu.


apalagi taman² indah yg luasnya melebihi lapangan sepak bola.


Olivia masuk kedalam ia sedikit ngos ngosan karna kelelahan,sementara Kenzo yg mendengar jika Olivia diantar oleh David semakin marah ia pun menunggu Olivia di depan tv.


Olivia melihat suaminya duduk di sofa besar itu menatap dirinya dengan tajam.

__ADS_1



"tu..tu-tuan.." Olivia menundukkan kepalanya saat Kenzo menatapnya seperti itu.


Kenzo berdiri dari duduknya dan mendekati gadis itu membuat Olivia sedikit mundur kebelakang.


"ternyata kau sangat murah"


"ap-apa maksudmu tuan" ujar Olivia tak terima.


"aku mengatakan kau murah,apa kau tuli?"


"aku bukan wanita seperti itu tuan" ujar Olivia menatap Kenzo garang.


"kau berani padaku,berapa hari aku tidak mengasarimu hingga sekarang kau berani melawanku!" ujar Kenzo dengan nada sedikit tinggi.


"aku tidak melawanku tuan...hanya saja perkataanmu sudah kelewatan" ujar Olivia berkaca kaca.


"jika bukan murah,lalu apa?" ujar Kenzo dengan sinis.


"bukannya melayaniku untuk mencari gaun pengantin untuk Aline kau malah bermesraan dengan pria lain"


"lalu sebutan apa untukmu yg sudah memiliki istri namun memilih gaun pengantin untuk wanita lain,bahkan dihadapan istrinya sendiri" ujar Olivia berani.


"kemari kau" ujar Kenzo menarik paksa Olivia. membawanya kedalam gudang belakang mension.

__ADS_1


"lepaskan!! aku tidak mau" ujar Olivia berusaha memberontak


__ADS_2