
#Bab 119#
"baik aku mau menikah tapi tidak ingin dengan anak rekan Dedy David akan membawa calon istri David kesana"
mama David yg mendengarnya tentu saja merasa sangat senang.
"baik dalam 2 Minggu kau harus ke negara Italia dengan calon istrimu atau kau akan mama nikahkan dengan rekan bisnis Dedy mu"
"baik" mama David mematikan ponselnya sementara kini David merasa kebingungan harus bagaimana apalagi waktunya hanya 2 minggu"
*
*
*
David kembali ke apartemennya karna hari sudah gelap.
pria itu menghempaskan kasar tubuhnya karna merasa lelah
"bagaimana ini...???"
karna terlalu banyak pikiran akhirnya membuat pria itu tertidur pulas .
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
mension Kenzo.
tampak pria itu selesai membersihkan diri,sebuah senyuman merekah kala melihat sang istri terbangun dari tidurnya. pria itu mendekati istrinya dan mencium dengan rasa penuh kasih sayang.
"apa kau ingin sesuatu hmm...???"
"aku ingin rujak buah by" ujar nya menatap Kenzo dengan puppy eyesnya.
"baiklah aku akan menyuruh asisten Han membelikan nya untukmu"
"aku mau kau yg membelinya" ujar Olivia dengan tegas.
lagi lagi Kenzo menghela nafasnya dengan berat,pria itu pun mau tak mau harus membelikan rujak buah istrinya.
Olivia tersenyum senang karna puas mengerjai suaminya. Olivia akhir akhir ini kesal dengan Kenzo tanpa alasan terkadang ia mengingat saat suaminya menarik rambutnya,kadang ia juga mengingat saat suaminya ingin menikah.
tak lama Kenzo datang dengan membawa bungkusan ditangannya dan tak lupa pria itu membeli vitamin untuk kandungan istrinya. baru kali ini ia seorang penguasa membeli rujak buah dipinggir jalan dan harus jadi tontonan orang orang disekitarnya.
namun ia lakukan itu semua demi buah hatinya.
"ini dear.."
"terimakasih hubby" ujar Olivia memeluk suaminya dengan erat dan di balas oleh pria itu.
"hubby bentar lagi aku lulus kau akan datang ke acara hari kelulusan ku kan" ujar Olivia penuh harap
"aku akan datang sayang,kapan hari kelulusan??"
__ADS_1
"tidak akan lama Minggu depan hari kelulusanku apalagi usia kandunganku baru 5 minggu"
"memangnya kenapa kalau 5 minggu...???"
"nanti jika memasuki usia beberapa bulan pasti perutku akan besar" ujar Olivia dengan polosnya.
"memangnya kenapa kau besar...???"
"nanti akan ada yg menuduh ku hamil diluar nikah apalagi hanya sahabatku saja yg tahu jika aku sudah menikah denganmu"
"itu tidak akan pernah terjadi sayang, satu kata saja mereka lontarkan perkataan yg membuatmu sakit maka aku akan membuat hidupnya hancur sehancur hancurnya" ancam Kenzo tak main main.
"hubby ga boleh gitu"
"aku tidak perduli dear, sekarang habisnya rujak buah itu dan kau harus makan tidak ada penolakan" ujar nya menatap tajam sang istri.
"iya hubby" ujar olivia merenggut sembari memakan rujak buahnya.
Kenzo menyuruh bi Surti untuk membawakan Bubur buat Olivia dan susu ibu hamil. sementara Kenzo menuju ruang kerjanya menemui asisten Han.
di ruang kerja.
"ini hasil tes DNA nya tuan" ujar asisten Han memberikan amplop kepada Kenzo.
Kenzo membacanya dengan detail,seketika sebuah senyuman mengembang diwajahnya ia tak menyangka rasa keraguan dihatinya sudah terasa terpuaskan dengan hasilnya.
"dia benar benar anakku" lirihnya pelan namun asisten Han masih bisa mendengarnya.
"bagaimana mungkin anda tidak yakin dengan anak anda tuan..??? padahal nyonya muda tidak memiliki hubungan apapun dengan pria lain selain anda"
__ADS_1
"ckck Han kau tidak perlu ikut campur dalam rumah tanggaku" ujar Kenzo kesal dengan sahabatnya itu