
#Bab 41#
David yg melihat pupy eyes milik Olivia merasa gemas membuat pria itu mencubit pipi Olivia dengan gemas.
"bagaimana bisa Kenzo menyia nyiakan istrinya yg seperti kucing ini"
"sakit ka!!" ujar Olivia dengan kesal namun justru membuat David tertawa,mereka Oun tertawa bersama namun tanpa mereka sadari sepasang mata melihat mereka dengan geram.
"kau berani mendekati istriku...maka aku akan memberi pelajaran padamu david"
batin Kenzo sangat marah.
"ekhem.."
"tu..tuan kenzo"
"apa kau ingin menggoda david? apa tidak ada pria lain yg kau goda" sinis Kenzo kepada Olivia.
deg
Olivia merasa sakit dengan ucapan Kenzo padahal ia tidak memberinya menggoda david sama sekali bahkan tidak punya pemikiran seperti itu.
"ap..apa maksudmu tuan" ujar Olivia dengan bibir gemetar.
"cihh pandai sekali bersilat lidah kau itu sudah memiliki suami masih menggoda pria lain" sambung Aline tak kalah sinis.
__ADS_1
"lalu sebutan apa untukmu yg sudah menggoda pria beristri" ujar David marah dengan perkataan Aline,ia tidak terima Aline menghina Olivia.
"siapa kau selalu ikut campur? hanya dokter aneh yg keras kepala"
"apa katamu!!!" wajah David memerah ia menatap Aline dengan geram,ingin sekali ia mencakar wajah milik wanita itu.
"sudah kak David tidak usah dengarkan dia" ujar Olivia menarik pergelangan tangan David dan mengelusnya pelan. hal ini berhasil memancing kemarahan Kenzo kemudian ia memanggil asisten Han untuk membawa David pergi dari mension.
"sayang kau kekamar"
"tapi honey"
"menurutlah!!" ujar Kenzo tak terbantahkan.
sementara Kenzo menarik pergelangan tangan Olivia menyeretnya dengan paksa membuat langkah gadis itu terseok Seok karnanya.
sementara Kenzo yg diselimuti amarah ia membawa Olivia kedalam gudang belakang mension yg besar itu. Olivia bergetar hebat wajah cantiknya mulai pucat ia berusaha melepaskan diri namun Kenzo mendorongnya kedalam setelah pintunya terbuka otomatis.
"renungkan kesalahanmu dan jangan ulangi lagi" ucap Kenzo menutup pintu besar gudang itu dengan otomatis.
"tidak tuan..ku mohon buka pintunya tuan" jerit Olivia tidak terdengar dari luar namun menggema dari dalam.
Olivia mulai ketakutan. gelap,sunyi,dan lantai yang dingin gadis itu mulai meringkuk dan bersender ujung dinding.
perlahan bayangan ayahnya yg memasukan ya kedalam gudang bersama patung² menyeramkan membuatnya kembali ketakutan.
__ADS_1
"ibu..ibu.."racaunya tak jelas .
semua keringat dingin kini membasahi tubuhnya,Olivia merasa tubuhnya sangat lemas ia memejamkan matanya mengingat seseorang yg pernah masuk kedalam hatinya.
"*kakak ganteng mu ini berjanji akan mencari keberadaan mu jika kakak sudah sukses dan kita akan hidup bahagia via"
"kakak ganteng janji ya.."
"iya kakak janji,sampai jumpa*.."
ujar pria itu melambaikan tangannya dan meninggalkan gadis itu sendirian dipemakaman.
"hiks .hiks..aku terlalu berharap padamu kak...kau sudah berjanji untuk mencarimu hiks..hiks..hiks..."
tak lama Olivia pingsan karna ketakutannya seolah olah ia memiliki trauma dan takut dengan kegelapan.
didalam mension Kenzo duduk diruang kerjanya merasa tak enak.
pikirannya kemana mana,ia terus memikirkan Olivia.
"apa aku menyiksa wanita itu berlebihan?? tapi aku rasa dia pantas mendapatkan itu" kemudian ia melihat jam menunjukan pukul 12 malam.
Kenzo masuk kedalam kamar kedua nya ingin melihat kekasihnya,saat ia masuk ia melihat Aline menggunakan lingerie berwarna pink membuat gairahnya naik.
"shitt...apa yg kau kenakan"
__ADS_1
"kenapa sayang apa kau tidak ingin mencobanya?"
"aku tidak akan menyentuhmu sebelum aku menikahimu"