
#Bab 125#
keesokan harinya.
Kenzo terbangun dari tidurnya,sementara Olivia masih tertidur dengan lelap.
pria itu tersenyum sembari mengelus ngelus lembut perut yg kian hari membesar itu.
kemudian Kenzo menuju bathroom untuk membersihkan dirinya.
20 menit kemudian. Kenzo keluar dari kamar mandi menggunakan handuk sepinggang menunjukan otot sitpacx nya itu.
pria itu melihat istrinya sudah terbangun dan menyiapkan pakaiannya ke kantor. Kenzo mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.
"mengapa sudah bangun hmm"
"kalau aku tidak bangun nanti siapa yang melayani kebutuhanmu"
"kau tidak perlu khawatir dear, kau cukup berad disamping ku itu saja sudah membuatku cukup"
"tetap saja hubby,aku kan istrimu" ujar Olivia tersenyum manis membuatnya mendapatkan ciuman di bibir tipis itu.
"mengapa kau sangat menggoda sayank, aku akan sulit menahannya nanti" ujar Kenzo membuat Olivia bingung.
"aku tidak menggodamu"
"sudahlah lupakan hari ini ikut aku kekantor ya" ujar Kenzo kepada istrinya.
__ADS_1
"buat apa aku ikut kekantor...??"
"aku takut kau kenapa Napa apalagi kini usia kandunganmu mulai memasuki 8 bulan sayank" ujar Kenzo mengecup keningnya dengan lembut.
*
*
*
di perusahaan David group.
pria tampan itu kini sedang meminum wine nya didalam ruangannya.
ia sangat kebingungan dan marah sekarang dan mau tidak mau asisten Aldo menjaganya dari luar ruangan.
"Aldo..!!!" Aldo yang merasa dipanggil segera melangkah mendekati tuannya yg berada didalam luar ruangan.
"iya tuan"
"kau saja yg datang ke perusahaan Kenzo untuk meeting, jika dia bertanya katakan saja aku sedang sakit" ujar David pada asisten Aldo.
"baik tuan" Aldo segera melangkah kan kakinya menuju lobi parkiran untuk mengambil mobil dan menuju perusahaan drt.kenz
diruang pantry.
tampak gadis manis itu sedang mengelap kaca,namun tiba tiba Bu Dania datang membuatnya terkejut.
__ADS_1
"buatkan Presdir Kopi,dan harus manis" ujar Bu Dania dengan sedikit membentak dan kemudian pergi meninggalkan gadis itu.
felica pun segera membuatkan David kopi dan menuju ruangan David. dengan hati hati takut kopinya itu tumpah.
sesampainya di ruangan David tampak gadis itu mengetuk pintu beberapa kali namun tidak ada jawaban,dan gadis itu memutuskan untuk masuk kedalam.
ia terkejut saat masuk kedalam melihat ruangan Presdir itu sangat berantakan. ia menaruh kopi nya di atas meja dan hendak keluar.
namun tiba tiba tangannya di cekal seseorang dan menyeretnya ke kamar pribadi.
"lepaskan aku tuan...!!!"
"karna kau berani memasuki ruangan ku maka kau harus menerima hukumanmu " ujar David kini merebahkan tubuh felica dan ******* bibir gadis itu dengan kasar.
felica berusaha memberontak namun tenaga David lebih besar dari tenaganya,ia hanya mampu menangis tanpa mengeluarkan suara karna mulutnya dibungkam saat ini.
pakaiannya di sobek paksa beserta pakaian dalam nya,dan David pun segera melepaskan pakaiannya tanpa melepas lumatannya.
ia hanya memberi sedikit waktu untuk felica bernafas,gadis itu berusaha meminta pertolongan namun usahanya gagal ia menangis tersedu sedu. ia pasrah dengan kehidupannya sekarang.
"akhhhh....." jeritnya saat benda keras memaksa masuk kedalam miliknya dan bermain dengan kasar.
David tak berhenti sampai disitu,pria itu terus memompa tubuh kecil itu hingga tak berdaya di bawah kungkungannya.
dan kini mereka pun sama sama tak sadarkan diri
felica pingsan karna kewalahan menghadapi David,sementara David tertidur akibat pengaruh alkohol itu
__ADS_1