
#Bab 17#
saat mereka asyik berciuman,tiba tiba pintu terdengar ada yang mengetuk dari luar.
"by....ada yang ketuk pintu" ujar Olivia menahan kepala Kenzo untuk menghentikan aktivitas nya.
"ckck sangat menggangu" Kenzo memangku istrinya dan menyuruh masuk seseorang yg mengetuk pintunya.
"tuan ini berkas anda" ujar sekretaris Kenzo
Olivia hanya tersenyum ia ingin turun tetapi Kenzo menahannya,sementara sekretaris yg sangat menyukai Kenzo itu menjadi cemburu pada Olivia.
Setelah kepergian sekretaris itu Kenzo kembali mencium Olivia namun segera ditahan oleh gadis itu.
"hubby ini dikantor aku ingin pulang" ujar wanita itu tampak lesu.
"kau tidak boleh pulang aku takut kau dan calon bayi kita kenapa Napa" jelasnya.
"kau belum menjelaskannya padaku dear aku tidak bermaksud untuk menuduhmu selingkuh tapi bagaimana bisa"
Olivia pun menghela nafas dengan berat,kemudian ia menceritakan semuanya dari awal sampai akhir.
"ckck sahabatmu itu bagaimana bisa tahu tentang obat itu"
"dia dulu pernah meminumnya,katanya dijebak seseorang dan hampir dilecehkan" ujarnya.
Kenzo mengecup lembut kening istirnya dan memeluknya dengan erat seraya menaruh kepalanya di tengkuk wanita itu.
"maaf membuatmu sedih selama beberapa bulan ini"
"tidak apa,aku tau perasaanmu by" ujar Olivia mengelus kepala suaminya dengan lembut.
*
.*
__ADS_1
*
seminggu kemudian.
kini Kenzo mengantar istirnya untuk memeriksa kandungan.
Kenzo sudah tak sabar untuk melihat kandungan istrinya,tampak pria itu tersenyum mengembang membuat asisten Han bergidik ngeri melihat tuannya tersenyum senyum sendiri.
"tuan apa kau baik baik saja..???"
"menurutmu..???"
"aku pikir kau kerasukan setan sebab tersenyum senyum sendiri" ujar asisten Han terkekeh namun langsung terdiam saat Kenzo menatapnya nyalang.
"Han jika kau masih ingin melihat matahari terbit maka-"
"jangan membuatku kesal" ujar asisten Han dengan segera.
"God boy" ujar Kenzo menyeringai kemudian kembali menatap laptop dipangkuannya. pria itu asyik menatap istrinya melalui rekaman cctv.
"selamat tuan saya juga ingin memiliki keturunan" Kenzo yg mendengarnya sontak tertawa kencang membuat asisten Han kesal padanya
"bagaimana kau bisa memiliki keturunan,sedangkan kau jomblo cabul ahahaha" ujar Kenzo tertawa hingga ia memegangi perutnya.
"ckck dia sangat menyebalkan" batinnya dengan kesal.
tak lama Lamborgini mewah itu memasuki gerbang mension dan parkir didepan mension besar seperti istana itu.
Kenzo segera berlari menemui istri tercintanya ia tak sabar untuk bertemu dengan istrinya dan calon beby nya itu.
"sayank...!!!" teriaknya dri bawah menggelegar seisi mension.
"nyonya muda di jika renang tuan"
"apa..!!! mengapa kalian membiarkan" ujar Kenzo marah menatap nyalang para pelayan itu.
__ADS_1
"maaf tuan,tapi beberapa pengawal sudah menjaga nyonya muda" ujar pelayan itu menunduk takut.
Kenzo tak menggubrisnya dan segera berlari menuju kolam renang dengan tergesa gesa membuat asisten Han menggelengkan kepalanya melihat tingkah Kenzo itu.
Kenzo melihat istirnya sedang duduk sembari meminum susu ibu hamil yg dibikinkan bi Surti. Kenzo menyuruh para pengawal itu pergi dan kini tinggal ia berdua dengan istrinya.
"dear..!" bisiknya dari belakang membuat Olivia terkejut.
"hubby...!!! kapan kau pulang??"
"hari ini waktunya kita memeriksa kandunganmu"
"kau benar hubby,ayo kita berangkat" ujar Olivia menarik tangan suaminya namun lagi lagi pria itu menahannya.
"kenapa...???" tanya Olivia saat melihat Kenzo tidak bergerak.
"nanti saja sekarang kita makan dulu"
"aku ga mau makan,aku cuma mau pentol"
:apa itu pentol...???" ujar Kenzo mengernyitkan dahi nya tidak mengerti.
"pentol itu makanan yg bentuknya bulat"
"bakso...???"
"ya, tapi pentolnya aja ya hubby yang ada telurnya" ujar Olivia membuat Kenzo semakin pusing.
"lalu kau mau apa lagi...???"
"aku mau makan gurita bakar"
"baiklah kita beli nanti sekarang makan dulu"
"tidak....!!!"
__ADS_1
"sayang please" ujar Kenzo memohon namun Olivia tetap bersikeras tidak mau makan