
Olivia berusaha menahan tangisnya,sementara bebepara pelayan wanita menatapnya sinis dan saling berbisik bisik.
"lihatlah tuan Kenzo membencinya"
"siapa suruh jadi wanita murahan"
Olivia tak tahan dengan bisikan mereka ia pun keluar menuju taman untuk menenangkan dirinya.
ia keluar dengan air mata yg menggenang di pelupuk matanya,berapa kali ia harus direndahkan dihadapan para pelayan.
keesokan harinya.
Olivia menatap dirinya di dalam pantulan cermin,ia terlihat sangat cantik hingga ia tidak bisa membedakan yg mana dirinya.
"apakah ini aku?"
"tentu saja nona anda sangat cantik"
"terimakasih membuat hatiku senang"
"sama sama nona"
__ADS_1
Olivia pun dibantu beberapa gromsmen untuk berjalan menuju altar,sementara Kenzo sudah berdiri disana menatapnya tajam namun juga ada sedikit rasa kagum ternyata istrinya cantik bahkan lebih cantik dari Aline.
Olivia pun sampai dihadapan suaminya, pendeta pun memulai acaranya,Kenzo pun mengucapkan janji suci dihadapan Tuhan dan Olivia pun mengucapkan hal yg sama juga.
mereka pun sah Dimata hukum dan negara,Kenzo pun langsung pulang bersama Olivia ia malas berlama lama di acara pernikahan tersebut setelah bersalaman bersama para tamu undangan ia pun menuju mensionnya,ayah dan kakak nya juga tidak ke acara pernikahannya.
kini Kenzo satu mobil dengan istrinya yg baru saja ia nikahi,ia pun menyuruh asisten Han menghentikan mobilnya dipinggir jalan,dan asisten Han pun menuruti perintah tuannya.
"turun!" titah Kenzo.
Olivia masih diam tak bergeming,ia bingung dengan perkataan suaminya apa maksud suaminya itu.
"kenapa saya harus turun disini tuan,saya takut"
"aku tidak perduli,aku tidak Sudi satu mobil dengan perempuan murahan seperti mu,jadi turun lah sebelum aku menyeret mu keluar"
Olivia pun segera turun,kemudian mobil Kenzo pun melaju meninggalkannya sendirian dipinggir jalan,Olivia meneteskan air mata ia berjalan sendirian di temani malam yg gelap,apalagi lokasi nya jauh dari mension,dan juga tidak ada taksi yg lewat.
ia berjalan dengan sedikit kedinginan karna ia menggunakan gaun yg sedikit terbuka.
ia berjalan dengan cepat menuju mension Kenzo,sepi tidak ada orang tak lama di ujung ia melihat mension Kenzo yg besar itu,ia pun segera berlari agar lebih cepat sampai.
__ADS_1
"dasar gadis kolot,cuma sini situ saja lama"
"tuan apakah tidak kasihan dengan nona Olivia ia pasti kedinginan"
"tidak! biarkan gadis kolot itu menderita ia tidak boleh merasakan kebahagiaan" Kenzo pun meninggalkan asisten Han,sementara asisten Han hanya bisa menghela nafas karna sikap Kenzo sangat terlalu lewat terhadap Olivia
Olivia sampai didalam mension dengan nafas ngos ngosan,ia melihat suaminya yg sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai nya.
"cihh lambat sekali aku menurunkanmu hanya beberapa meter tapi kau sangat lamban"
"hanya beberapa katamu? aku seperti pergi dari kota X ke kota S dan kau mengatakan aku lambat cihh dasar manusia tidak punya hati"
"apa yg kau lakukan mengapa malah melamun!!" ujar Kenzo dengan nada sedikit membentak.
"maaf tuan,saya permisi ingin ke kamar untuk mengganti pakaian"
"tunggu" Olivia pun menghentikan langkahnya dan menatap suaminya.
"pindah kamarnya di kamar para pelayan,aku tidak mau ia merasa nona muda disini"
"baik tuan" para pelayan pun memindahkan kamar Olivia ke dalam kamar pelayan,tepatnya kamar yg paling ujung bekas gudang,kamar pelayan yg paling kecil dan tidak ada ACE dan sedikit pengap.
__ADS_1