
#Bab 32#
di cafe.
Olivia melayani orang yg memesan cofe kepadanya.
saat ia sedang membawakan pesanan orang tersebut tiba tiba felica masuk dengan seorang gadis.
"hai Olivia ini Liana pegawai baru"
"ohh kamu yg Liana itu ya" ujar Olivia tersenyum ramah menatap Liana.
"iya hai Olivia felica memperkenalkan namamu padaku tadi malam"
"hai juga semangat bekerja" ujar Olivia dengan senyum tulusnya.
"iya kau juga, yaudah kalau gitu aku kemeja kasir dulu ya olivia,felica"
Olivia dan felica pun mengangguk sembari tersenyum kemudian Liana meninggalkan mereka menuju tempat kerjanya.
*
*
*
hari sudah sore.
__ADS_1
Olivia bergegas menyambut kepulangan suaminya itu,takut ia akan dihukum lagi.
Olivia berdiri disamping para pelayan dengan kepala menunduk tampak gadis itu gugup.
Lamborgini mewah memasuki gerbang besar mension itu kemudian parkir didepan mension megah itu.
"selamat datang tuan" ujar seluruh pelayan yg menyambutnya disamping pintu berbaris rapi.
mata tajam itu memicing kala tak menemukan sang istri,ia melihat Olivia menundukkan kepala berdiri di paling ujung.
Kenzo memerintahkan para pelayan kembali bekerja sementara Olivia mengambil tas kerja suaminya.
"gadis kolot yg pintar,aku suka jika kau menurut begini" ujar Kenzo menyeringai seram menatap Olivia dari atas sampai bawah.
"sa-saya hanya menjalankan perintah anda tuan" ujar Olivia kaku dan takut kala suaminya meliriknya seperti menelanjanginya.
"tidak!! hanya saja mataku sakit melihatmu menggunakan pakaian itu"
"jika matamu sakit melihat pakaianku mengapa kau menatapku terus" batin Olivia sedikit kesal.
Kenzo menuju kamarnya diikuti Olivia dibelakang,Kenzo langsung melepas jas nya saat berada didalam kamar dan menuju kamar mandi sebab ia merasa gerah karna tubuhnya penuh keringat.
olivia menyiapkan pakaian kenzo kemudian memunguti pakaian yg tadi Kenzo lempar sembarangan dan memasukannya ke dalam box mewah milik Kenzo.
tak lama Kenzo keluar dengan bathrobe ditubuhnya,Kenzo mendekati istrinya yg menyiapkan pakaian nya itu
"ckck menyiapkan pakaianku saja selambat itu apalagi mengejarku" cibir Kenzo kepada Olivia.
__ADS_1
Kenzo mengambil pakaiannya dan menggunakan didepan istrinya itu membuat Olivia segera menutup matanya.
"mengapa kau menutup matamu? bukankah kau sering melihat para pria tidak mengenakan pakaian?" ujar Kenzo menatap Olivia sinis.
"yahh kau benar tuan bahkan aku sudah tidak suci lagi karna kesucianku direbut kekasihku" ujar Olivia menahan rasa pedih dihatinya,ia sengaja berkata seperti itu untuk melindungi dirinya takut Kenzo merebut mahkotanya secara tiba²
Kenzo murka mendengarnya kemudian ia mengusir Olivia dari dalam kamarnya.
"keluar dari kamar ku aku tidak suka wanita murahan ada disini" ujar Kenzo dengan nada tinggi membuat Olivia gemetar.
Olivia meninggalkan Kenzo didalam kamarnya. kemudian ia menyiapkan makan malam Kenzo dengan air mata menggenang dipelupuk matanya.
"aku bukan wanita murahan" lirihnya pelan menahan air mata yg ingin tumpah begitu saja.
"tuhan..kapan penderitaan ku ini berakhir" batinnya pedih karna takut didengar para pelayan jika ia berbicara.
Kenzo turun dengan wajah dinginnya ia melihat Olivia yg sedang menyiapkan makan malamnya.
Kenzo duduk dengan angkuh dihadapan Olivia sementara gadis itu hanya diam dan mulai mengambilkan makanan suaminya itu.
Kenzo memakannya dengan cuek,ia memainkan ponselnya sembari melahap makanannya.
Olivia melihat Kenzo yg sedang serius mengotak ngatik ponselnya itu sesekali pria itu tersenyum tipis.
"tuan Kenzo tampan juga jika tersenyum" batin Olivia sedikit terpesona dengan suaminya.
namun seketika ia membuyarkan lamunannya.
__ADS_1
"ckck mengapa kau memuji tuan monster ini Olivia apa kau gila dia itu manusia kejam tak punya hati" batinnya.