
#Bab 81#
"hmph..." Olivia memukul mukul pelan dada bidang itu dengan pelan,Kenzo pun melepaskan pautannya.
"terimakasih ciumannya dear"
"ckck...aku tidak menciummu" ujar Olivia kesal sementara Kenzo hanya mencibir hidung gadis itu membuat si empunya tambah semakin kesal.
"cepatlah makan,atau kita tidak jadi beli ponsel" Olivia pun langsung segera melahap makanannya.
"lobster ini sangat enak hubby"
"kau mau lagi" tanya Kenzo dan dijawab gelengan kepala.
"lobster ini sudah besar aku kenyang jika menghabiskannya,tapi adakah hubby nasi? aku tidak bisa makan tidak pakai nasi jika tidak ada nasi hanya numpak lewat saja" ujar Olivia terkekeh.
"baiklah,maid akan membawakan mu nasi"
tak lama benar yang diucapkan Kenzo,beberapa maid datang membawa nasi untuk Olivia
"banyak sekali,aku tidak bisa menghabiskannya hubby"
"ckck...kau ini sangat cerewet dear"
"baiklah²" Olivia memakan makanannya dengan lahap dan membuat pipinya itu penuh membuat ia terlihat lebih imut,apalagi saat pupy eyesnya itu menatap suaminya membuat Kenzo semakin ingin menerkamnya.
"kau ingin menggodaku dear" ujar Kenzo menahan nafsunya namun Olivia malah bingung sejak kapan ia menggoda?
*
__ADS_1
*
*
seusai makan, Kenzo benar benar membawa istrinya ke toko ponsel kini pria itu tampak menggandeng istrinya kedalam toko yang menunjukan ponsel bermerek yang hanya dimiliki kalangan atas.
"kau ingin yang mana"
"jangan terlalu mahal hubby,aku ingin yang android aja kaya punya author"
"ckck....kau ini suamimu ini kaya tidak seperti author"
author: apa kamu bilang,ku sunat kamu nanti Kenzo😠
kenzo: canda thorr tar kalau disunat tar gak bisa buat Kenzo junior.
skip² authornya baperan ygy.
Kenzo dan Olivia kembali kemension, kini Lamborgini mewah itu memasuki gerbang istana.
Kenzo mengentikan mobilnya ia melihat istrinya sudah tertidur dengan lelap didalam mobil.
pria itu perlahan menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar dan membaringkannya perlahan diranjang.
sebelum pergi pria itu mengecup kening istrinya dengan lembut dan menyelimuti tubuh istrinya itu
"good night dear" lirihnya kemudian pergi menuju ruang kerjanya.
*
__ADS_1
*
*
"ada apa?"
"keruang kerjaku sekarang" asisten Han mendengus nafasnya dengan kasar pria itu menuju ruang kerja Kenzo.
sementara di apartement David.
tampak pria itu sedang membujuk adiknya yg tidak mau makan akhir akhir ini membuat David cemas akan keadaannya.
"Luna..makanlah,sebelum kakak bertambah marah padamu"
"tidak mau kak,aku hanya ingin kenzo" teriak Luna dari dalam sembari menangis.
"kakak mohon Luna biarkan mereka hidup bahagia" ujar David dengan tegas.
David tau jika adiknya itu sedang patah hati,sama seperti dirinya saat Kenzo dan Olivia sudah berbaikan.
David sudah terlanjur mencintai Olivia namun sedikit demi sedikit pria itu bisa melupakan perasaannya terhadap olivia.,kini adiknya harus merasakan hal yang sama
"baiklah,kakak memberimu kesempatan jika kau memang benar benar mencintai Kenzo maka buatlah ia jatuh hati kepadamu" ujar David dari luar kamar
"apa yang kakak katakan itu benar?" ujar Luna mulai bersemangat.
"ya,kau berbicara baik baiklah pada Olivia jika gadis itu mengizinkannya maka kakak akan mengizinkanmu" ujar David tegas.
biar lah Luna mengambil hati Kenzo namun David yakin cinta Kenzo pada Olivia sangatlah besar dan tidak mungkin pria itu mau meninggalkan istrinya demi adiknya yang sudah dianggap adik oleh Kenzo sendiri.
__ADS_1