Istri Kontrak Sang CEO Kejam

Istri Kontrak Sang CEO Kejam
Bab 52


__ADS_3

#Bab 52#


sementara kini David masih berusaha memberontak untuk menemui Olivia dan membawa gadis itu pergi.


"lepaskan aku!!" teriaknya


"david! pergilah" ujar asisten Han menatap sahabatnya itu.


"han! ini sudah keterlaluan ia bermesraan dihadapan istrinya sendiri mengapa saat Olivia denganku ia marah dan mengurung olivia digudang?? itu tidak adil"


"dengar...aku ingin membantumu"


"apa?"


asisten Han menyuruh seluruh pengawal melepaskan David kemudian ia pun pergi meninggalkan mereka berdua dan kini tinggalah David dan asisten Han.


"katakan!" ujar David tak sabaran


"saat pernikahan Kenzo aku ingin membongkar semua rahasianya agar Kenzo tidak jadi menikahi Aline"


"ckck...itu sama saja kau membuatku tidak bisa mendapatkan Olivia karna Kenzo tidak akan menceraikan gadis itu" uajr David tajam


"dengar! Olivia istri sahabatmu dan sekaligus saudaramu apa kau tega merebutnya?"


"aku lelah melihat dia menyiksa Olivia terus menerus" ujar David dengan geram.


"saat Kenzo sudah melihat kelakuan Aline aku mengizinkanmu membawa pergi Olivia namun dengan satu syarat,kau tidak boleh menikahinya karna dia istri sahabatmu,ini demi kebahagiaan olivia" ujar asisten Han tegas


"baiklah..akan aku lakukan demi gadisku"

__ADS_1


"ingat! aku tidak akan membiarkanmu menikahinya sebab aku juga menjaganya aku sudah menganggap Olivia sebagai adikku"


asisten Han meninggalkan David sementara David kini masuk kedalam mobilnya dan melakukannya dengan kencang meninggalkan mension besar itu


*


*


*


setelah kejadian kemarin kini Olivia maupun Kenzo tidak saling berbicara membuat Aline semakin senang dan ia bisa menikah dengan Kenzo.


Olivia pergi tak perduli Kenzo akan marah dengannya dari pada ia harus melihat kemesraan Kenzo dan Aline.


seperti saat ini Olivia sedang menyirami tanaman,Kenzo melihat nya dari kejauhan pria itu tampak sedang mengintip Olivia.


"aku tidak akan membiarkanmu pergi bersama david" ujarnya menatap Olivia.


Olivia masuk kedalam kamar kecilnya sebab ia tidak betah berada didalam kamar utama suaminya,ia pun merebahkan tubuhnya itu di ranjang kecil itu.


"huft...mengapa nasibku seperti ini tuhan..bisakah kau turunkan aku satu malaikat agar membawaku terbang" ujar Olivia menatap kosong ke atas.


gadis itu tertidur meski hari masih siang ia pun tertidur dengan nyenyak ia lelah menghadapi ini semua.


Kenzo turun kebawah mencari cari keberadaan istrinya itu,ia bertanya kepada pelayan namun tidak ada yg tau.


"setahu kami nona Olivia menyiram tanaman diluar tuan namun sekarang kami tidak tau"


"cek didalam kamar nya"

__ADS_1


"baik tuan" pelayan tersebut menuju kamar Olivia dan mengetuk pintu kamar gadis itu


tok..tok..tok


"nona apakah anda didalam??"


karna mendengar pintunya terus menerus diketuk,Olivia pun terbangun dari tidurnya dan perlahan membuka pintu kamar.


"ada apa?"


"tuan mencari anda Nona "


"katakan padanya aku lelah dan butuh istirahat" ujar Olivia cuek.


pelayan tersebut terkejut dengan perkataan Olivia tampaknya Olivia sudah berani kepada tuan Kenzo.


pelayan tersebut melapor pada Kenzo dan menceritakan semuanya membuat Kenzo murka dan menuju kamar Olivia.


BRAKH!!


Kenzo menendang kuat pintu kamar Olivia membuat Olivia terkejut mengetahui suaminya dihadapannya menatapnya tajam


"apakah tuan tidak bisa mengetik dulu?" ujar Olivia geram.


"bagus gadis kecil kau berani melawanku sekarang,apa kau ingin masuk didalam gudang atau aku akan menyentuhmu seperti kemarin??" ancam Kenzo kepada Olivia membuat gadis itu takut


"hentikan tuan...jangan mendekat" ujar Olivia melihat Kenzo mendekatinya.


"kalau begitu menurutlah" ujar Kenzo mencium paksa bibir Olivia membuat gadis itu kehabisan nafas.

__ADS_1


perlahan Kenzo melepaskan lumatannya dan pergi meninggalkan Olivia bergitu saja.


__ADS_2