
#Bab 87#
"hubby hentikan"
sementara asisten Han yang tak sengaja mendengar suara bisikan dibelakang pun menatap ke arah kaca spion dan terlihatlah adegan memalukan dibelakang.
asisten Han hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan tuannya berbeda dengan Luna tampak gadis itu merenggut kesal.
"hubby.... hentikan" rengek nya pada suaminya
Kenzo tak mendengarkan istrinya pria itu malah sibuk menciumi tengkuk istrinya dengan gairah.
tangan kekar itu bertindak liar,menggerayangi tubuh mungil istrinya.
*
*
*
tak lama mereka pun sampai dikampus Olivia.
gadis itu merasa lega sebab akhirnya sampai sebelum suaminya melakukan kejadian malam itu.
hampir saja suaminya melakukannya di dalam mobil,apalagi ada Luna dan asisten Han tentu saja itu sangat memalukan.
Olivia memakai pakaian panjang dan syal dilehernya untuk menutupi bekas bekas tanda kemerahan dileher gadis itu.
Olivia masuk kedalam kelas,dan tiba² sky menariknya menuju kamar mandi.
"ceritakan padaku" ujar sky menatap Olivia dengan intens.
"m-maaf sky,aku...tidak bermaksud membohongimu"
"lalu?"
"aku hanya menyembunyikan pernikahan ku,aku dan dia menikah karna sebuah masalah"
__ADS_1
"masalah apa?"
"maaf aku tidak bisa menceritakannya" ujar Olivia membuat sky kecewa,namun pria itu kembali tersenyum dan menatap nanar gadis didepannya.
"sebelum itu,aku ingin mengatakan sesuatu"
"apa?"
"Olivia sebenarnya aku mencintaimu" ujar sky sungguh sungguh membuat Olivia membulatkan matanya.
"tapi sky,aku sudah memiliki suami"
"tidak² aku tidak akan meminta mu untuk menjadi kekasihku aku hanya ingin mengungkapkannya"
Olivia merasa semakin bersalah,kemudian sky pamit untuk ke kelas,sementara Olivia memilih untuk duduk ditaman.
"olivia" panggil gadis manis.
Olivia menoleh sesaat lalu kembali melanjutkan memandangi taman taman bunga didepannya.
"ada apa denganmu?" tanya felica melihat sahabatnya sedih.
"ceritakan padaku apa yang dikatakan Luna kemarin"
felica yang sangat penasaran itu terus mendesak Olivia sehingga gadis itu pun menceritakannya dari awal sampai akhir.
"gila lo vi"
"mau gimana lagi,aku ga tega fel dia sampai memohon begitu"
"tapi bagaimana pun kan tuan Kenzo itu suami mu,apalagi dia sudah mulai bersikap lembut sama kamu"
"kau benar,tapi aku ikhlas jika Luna berhasil merebut hati suami ku tapi kalau gagal hingga lewat satu bulan,dia berjanji tidak akan menggangguku lagi dengan kenzo"
"btw kenapa pake syal,Lo sakit?" tanya felica penasaran membuat Olivia seketika pucat,jangan sampai sahabatnya tau jika dia dan Kenzo sudah melakukannya.
"Vi,ko diem"
__ADS_1
"eh gak ko fel,emm apakah kau masih bekerja di cafe?" ujar Olivia mengalihkan pembicaraan
"iyalah,kalau ga dari mana biaya makan gue sehari hari" ujar felica terkekeh.
"vi,tuan Kenzo kan punya asisten kenalin dong gue ke asistennya" ujar felica genit buat Olivia cekikikan.
"ok,aku akan kasih tau asisten Han nanti juga dia yang jemput aku"
"serius?"
"ga tau sih haha" ujar Olivia tertawa membuat felica,pasalnya biasanya Olivia bersama pengawal pribadinya.
...****************...
...****************...
...****************...
Luna pergi kekantor Kenzo saat makan siang.
kini wanita itu masuk kedalam ruangan Kenzo.
"kak kenz" ujar Luna menghampiri Kenzo yang sedang duduk mengerjakan file² nya.
"ada apa kau kesini"
"aku membawakanmu makan siang" ujar Luna tersenyum.
"pergilah"
"ku mohon beri aku waktu untuk merebut hatimu kak" ujar Luna menahan air matanya.
"pergilah Luna,aku tidak mau mengecewakan ded moran" ujar Kenzo tegas.
"aku mencintaimu kak kenzo" ucapnya keras kepala.
"aku mohon beri aku waktu satu bulan untuk kembali menemanimu dalam kesepian" ujar Luna memohon.
__ADS_1
dulu sebelum Kenzo mengenal Aline,Luna lah yg sering mengajak Kenzo bermain saat orang tuannya sudah meninggal