
#Bab 39#
keesokan harinya.
Olivia segera beranjak dari tempat tidurnya.
ia segera membantu para pelayan dan chef untuk membuat sarapan pagi.
kemudian ia menuju kamar Kenzo untuk membangunkan pria itu.
"tu..tuan...tuan Kenzo ini sudah pagi" perlahan Kenzo menguap dan mendengus kesal.
"ckck kau mengganggu tidurku saja" ucapnya sembari melangkah kekamar mandi.
sementara Olivia menyusun ranjang suaminya dan menyiapkan pakaian kenzo untuk kekantor.
15 menit kemudian.
Kenzo keluar dengan handuk sepinggang menunjukan tubuh atletisnya didepan Olivia.
kaum hawa yg melihat nya tentu saja ingin merasakannya.
namun Olivia segera membelakangi Kenzo saat pria itu mendekat,tangan Olivia bergetar hebat terasa desiran aneh didalam dirinya.
"tu..tuan saya pe-pergi keluar lebih dulu" Olivia meninggalkan Kenzo sendirian didalam kamarnya kemudian Olivia pun mengatur nafasnya yg memburu.
"ada apa denganmu Olivia mengapa pipimu memanas" Olivia menggerutu tak jelas dengan pipi yg merona tampaknya gadis itu menahan malu.
Kenzo turun dengan pakaian lengkapnya ia terlihat sangat tampan dengan pakaiannya meskipun usianya yg memasuki 30 tahun ia masih terlihat muda.
"ini sarapan Anda tuan" Olivia kemudian berdiri disamping suaminya yg sedang makan itu.
Kenzo tampak cuek ia mengunyah sembari mengotak ngatik ponselnya.
selesai makan Kenzo pun pergi diikuti asisten Han yg berdiri dibelakangnya.
sementara Olivia segera bersiap siap menuju cafe sebelum ia terlambat dan ia juga sangat merindukan sahabatnya itu.
*
__ADS_1
*
*
Lamborgini mewah itu memasuki parkiran mewah didalam kantor d.r.t. kenz.
pria itu turun dengan wibawa disambut seluruh karyawan yg tampaknya mencapai pelayan mensionnya.
"selamat pagi tuan" ujar mereka serempak namun tidak disahuti oleh kedua pria itu mereka sama² dinginnya.
Kenzo menuju ruangannya,tak butuh waktu beberapa lama pintu lift terbuka ia pun melangkahkan kaki jenjangnya menuju kursi kebesarannya.
"apa jadwal kita hari ini"
"kita akan membangun proyek di kota D tuan kemungkinan besar beberapa klien juga akan kesana"
"siapkan semuanya dan untuk waktu sekarang?"
"kita akan melakukan rapat penting dengan para klien luar negri"
Kenzo pun langsung menuju ruang meeting.
*
*
*
"widih mana oleh olehnya kalau memang kamu ke negara paris??"
"kamu pikir aku bukan madu plus jalan²?"
"lah! terus??"
"kerumah neneknya tuan kenz"
"ya ampun ga jalan² dong"
"ya enggaklah felica" ujar Olivia sembari terkekeh.
__ADS_1
saat mereka asyik berbincang tiba² Liana datang membawa beberapa cemilan untuk dimakan.
"nanti pas jam istirahat kita makan bareng yaa aku bawa beberapa makanan cukup banyak menurutku"
"waaaw ok ok" ucap felica bersemangat.
"cihh kalau ada makanan mah kamu semangat"
mereka bertiga pun tertawa bersama kemudian melanjutkan pekerjaannya.
"liv Lo pengen kuliah ga sih?"
"pengen tapi uang tabunganku belum cukup untuk biayanya"
"sebenarnya kalau kita berprestasi pasti bisa masuk kuliah"
"hehe kan kamu tau aku ngeleg dalam pelajaran"ujar Olivia cengengesan.
"nanti kamu ada waktu ga?"
"ga ada aku sibuk harus melayani kepulangan tuan penguasa" ucap Olivia mengerucut kan bibir tipisnya itu.
*
*
*
jam istirahat.
kini mereka bertiga makan bersama sembari mereka bersenda gurau.
Olivia ,felica, dan Liana mereka tak menyadari jika waktu jam istirahat habis.
tiba² Bu meneger datang dan marah² kepada mereka.
"enak ya jam kerja kalian malah nyantai!!"
"ehh maaf Bu kami lupa waktu" ucap Olivia tak enak.
__ADS_1
"makanya kalau bermain itu ingat waktu kaya anak kecil aja" ucapnya kepada mereka bertiga