
"akk...sakit tuan..panas"
Kenzo tak memperdulikan rintihan Olivia ia pun meninggalkan Olivia begitu saja untung saja saat disiram air panas tidak mengenai wajahnya ya,Kenzo hanya menyiram kakinya kemudian menyiramnya dengan air dingin.
"hiks..hiks..hiks..bunuh saja aku,aku tak pantas hidup didunia..aku tidak kuat"
sementara Kenzo menyuruh asisten Han membawakan pakaian Olivia dan menyuruh membawa Olivia pulang.
Kenzo yg masih marah meninggalkan ruangannya menuju ruang meeting untuk melakukan pertemuannya dengan para klien luar negri.
"ada apa denganmu nona" Olivia menggelengkan kepala kemudian asisten Han pun menuntun Olivia menuju kamar.
"nona tunggulah disini nanti akan ada 2 OB wanita membawakan anda pakaian" Olivia mengangguk kemudian asisten Han pun meninggalkan Olivia.
beberapa menit kemudian 2 OB itu pun masuk membawa pakaian Olivia kemudian pergi meninggalkan Olivia begitu saja.
Olivia segera mengganti pakaiannya dan menaruh pakaian kotornya kedalam keranjang yg ada dikamar mandi.
kemudian Olivia pulang diantar asisten Han dalam keadaan menyedihkan,asisten Han sangat sedih melihat Olivia yg mendapat penyiksaan itu.
sesampainya didalam mension,Olivia masuk tanpa memperdulikan Aline yg menonton tv sementara Aline yg melihat penampilan Olivia yg acak acakan itu tersenyum puas,ia yakin Kenzo pasti menghukum Olivia apalagi melihat mata Olivia yg sembab seperti habis menangis.
__ADS_1
"rasakan itu makanya jangan berani denganku gadis kampung" ucap Aline dengan senyuman mengejek.
......................
......................
......................
......................
......................
"hiks..hiks..hiks..andai saja aku bertemu dengan kakak ganteng itu pasti aku menjadi adiknya"
"aku tidak akan menderita seperti ini ia sudah berjanji untuk mencarimu tapi mana dia, aku benar benar terlalu berharap" tak lama Olivia tertidur karna lelah menangis sedari tadi,matanya yg sembab dan hidungnya yg memerah itu membuat gadis itu tidur terlelap.
sementara kini hari mulai sore.
Kenzo kembali ke kediamannya disambut oleh para pelayan dan juga kekasihnya Aline. anehnya Kenjo tampak biasa saja saat disambut kekasihnya namun saat ia tidak mengetahui keberadaan istrinya ia menjadi kesal, entah Kenzo tampak aneh dengan dirinya.
"kemana gadis kolot itu"
__ADS_1
"sayang mengapa kau mencarinya dia kan menghinaku tadi" ujar Aline dengan wajah berpura pura sedih.
"tidak apa sayang agar ia tidak berasa menjadi nyonya muda disini" ujar Kenzo mencari alasan.
mereka pun masuk kedalam kamar, sementara itu Olivia yg baru terbangun dari tidur nya terkejut bukan main pasalnya ia tertidur hingga sore membuat gadis itu kembali ketakutan.
"matilah kau Olivia tuan Kenzo akan menghukummu lagi" Olivia segera keluar sembari membenari rambutnya yg berantakan itu.
"maaf pak Jang aku tertidur tadi"
"tidak apa apa nona anda istirahat saja biar tuan saya yg tangani" ujar pak Jang dan tak sengaja melirik kaki Olivia yg seperti luka bakar itu ia melihat kaki Olivia sedikit melepuh.
"nona kaki anda kenapa"
"eh..-emm anu pak kaki saya kesiram air panas tapi tidak perlu cemas besok paling juga sembuh"
"tidak nona kaki anda harus di obati"
"tidak apa apa pak jang"
Olivia segera menghidangkan makanan yg dibuat para chef takut suaminya kembali marah jujur Olivia sangat takut jika Kenjo marah pasalnya lelaki itu tak segan² menyakiti fisiknya.
__ADS_1