
#Bab 127#
setelah kepergian David. felica segera mengenakan pakaiannya dengan perasaan pahit menatap darah di ranjang.
gadis itu keluar dari kantor tertatih tatih berusah berjalan biasa agar tidak ada yang curiga.
ia memesan taksi menuju apartment nya.
sesampainya di apartemen felica langsung masuk kedalam dan berteriak sepuasnya.
"pria bren*sek" teriaknya ia merasa jijik dengan tubuhnya apalagi melihat tanda merah merah dikulit nya itu membuatnya semakin marah dan menangis.
sementara itu.
tampak David menghancurkan barang barang di apartemennya. tampak dada pria itu naik turun karna gejolak emosi yg menguasainya.
asisten Aldo yang melihat sesuatu terjadi mulai memeriksa ruangan David dikantor. sebenarnya ia juga tidak boleh masuk kedalam kamar pribadi David namun ia mencoba memberanikan diri.
pria itu terkejut melihat keadaan kamar yg sangat berantakan itu,dan bercak merah di atas seprei membuatnya semakin curiga.
assiten Aldo mengecek kemananan cctv di kamar pribadi David dan alangkah terkejut nya pria itu saat melihat David memperkosa office girl nya.
assiten Aldo yg anak dari asisten ayah nya David pun melaporkannya pada ibu David.
tentu saja ibu David sangat marah saat melihat rekaman cctv itu dan ibu David pun langsung terbang ke Indonesia saat ini juga.
*
*
*
"by...sudah ya aku lelah"
__ADS_1
"sekali lagi sayang"
"tapi ini sudah berkali kali kau selalu mengatakan sekali lagi" ujar Olivia dengan kesal.
tak lama Kenzo sampai pada pelepasannya dan ia pun ambruk disamping istrinya memeluknya dengan erat.
"tidurlah"
"tapi aku tidak bisa tidur" ujar Olivia kesal membuat Kenzo mengehela nafas dengan berat.
"huft..kau ingin apa sayank" ujar Kenzo berusaha sabar mengontrol emosinya.
"aku bosan sudah dibilangin" ujar Olivia marah membuat Kenzo pun jengkel
"ya terus mau apa" ujar Kenzo menatap istrinya dengan kesal.
"hubby marah padaku" ujar Olivia berkaca kaca membuat Kenzo kebingungan.
Olivia menangis membuat Kenzo pun akhirnya mengalah dan harus sabar menghadapi sikap istrinya itu.
"maafkan aku sayang aku ga bermaksud seperti itu"
"sudahlah hubby tidak mencintaiku aku ingin pulang" ujar Olivia dengan keras dan mengenakan pakaiannya
"sayank" panggil Kenzo berusaha menahan istirnya itu.
"sayang....dear.." Kenzo menghadang tubuh kecil itu.
"dengarkan aku dulu"
"aku sedang tidak ingin mendengarkan apapun aku ingin pulang...!!!"
"huh.. baiklah aku akan mengantarmu pulang" Kenzo pun menggandeng tangan istrinya menuju lift.
__ADS_1
Kenzo dan Olivia pun menuju mension namun tiba tiba ponsel pria itu berdering.
"ada apa aunty Maura menelfon tidak biasanya" gummanya kecil namun masih bisa didengar oleh istrinya.
"ada apa hubby"
"tidak ada sayang, hanya aunty maura"
"siapa itu....???"
"mamanya David" ujar Kenzo sembari mengangkat telfon tersebut.
"halo aunty"
..."nak kenz bisa kah kau ke apartement David "...
"memangnya ada apa aunty...???"
"nanti kau akan tahu kau kesini saja"
"baiklah"
Kenzo mematikan ponselnya dan kemudian menatap istrinya.
"sayank kau diam dimension dan jangan kemana mana aku ada urusan sebentar yaa" ujar kenzo saat sampai de depan gerbang mension.
"tapi aku ingin ikut" ujarnya memelas namun Kenzo denga tegas menolak
"sayank kau tau kan aku tidak suka dibantah" ujar Kenzo mulai menatap tajam istrinya.
"tapi.......baiklah aku akan masuk" ujar Olivia dengan sedih dan tak lama beberapa pengawal mengikuti nya dari belakang.
Kenzo segera melajukan mobilnya menuju apartemen David.
__ADS_1