
#bab 31#
"ckck kau membantah perkataanku ya!!"
"ba-baik tuan" Olivia pun segera duduk takut dimasukan kedalam gudang oleh suaminya itu.
Kenzo masih menatap Olivia dengan nyalang membuat Olivia ragu mengambil makanannya.
"mengapa kau diam mematung seperti itu? ambil makananmu dan makan!"
Olivia segera mengambil makanannya dan melahapnya dengan cepat takut suaminya akan marah lagi.
sementara Kenzo melihat cara makan Olivia yg seperti orang rakus itu menatapnya heran,namun langsung tertuju pipinya yg menggembung karna kepenuhan makanan membuat Olivia terlihat imut.
"mengapa dia bisa sangat imu" batin Kenzo tanpa mengalihkan tatapannya pada Olivia.
"mengapa kau makan seperti itu seperti orang rakus saja" ujar Kenzo membuat Olivia berhenti makan.
"mmm tu..tuan-"
"makan makananmu jangan berbicara dengan mulut penuh" ucap Kenzo menatap Olivia datar.
Olivia mengangguk patuh dengan pipi yg mengembung itu,sementara Olivia merasa gugup tumben sekali suaminya mengajak makan biasanya ia akan makan diantara pelayan.
"ada apa dengan tuan monster ini? apakah dia tobat" batin Olivia dengan bingung.
*
*
__ADS_1
*
keesokan harinya.
setelah Kenzo pergi ke kantor Olivia berangkat kerja menggunakan taksi online.
sesampainya di cafe Olivia segera masuk kedalam dan mengerjakan tugasnya dengan baik.
bertetapan felica yg baru datang.
"ko baru datang fel"
"aku kesiangan tadi liv"
"ya ampun kamu begadang ya"
"siapa itu liana?"
"dia karyawan baru disini Liv dia akan bekerja sebagai kasir"
"ohh" Olivia pun melanjutkan pekerjaannya dan felica mulai bekerja kembali.
dikantor D.R.T kenz.
pria itu sedang duduk melamun menghadap kaca besar menatap bangunan bangunan tinggi yg tak setinggi kantornya itu.
"mengapa aku jadi perduli dengan gadis itu?" ucapnya pelan.
"tuan hari ini anda ada pertemuan dengan tuan Brian dari italia" ucap asisten Han tiba tiba masuk.
__ADS_1
"hmm atur semuanya" Kenzo pun bersiap siap untuk menemui klien dari negara kekasihnya itu.
sementara Brian yg sudah tau jika yg akan dia ajak kerja sama adalah kekasih nya Aline pun menahan rasa gejolak dihatinya.
"kau akan hidup bahagia dengan kekasihmu itu nanti namun kau juga akan merasakan penderitaan Kenzo Smith sang penguasa"
Kenzo masuk kedalam ruang kusus pertemuan untuk tamu yg mengajak kerja sama.
"selamat datang di perusahaan d.r.t kenz tuan Brian" ujar asisten Han mengangguk sopan.
"terimakasih asisten han"
"baiklah kita mulai"
"aku datang kesini untuk mengajak kerja sama drt kenz group dengan perusahaan saya Brian group untuk membangun hotel di kota B negara Italia apakah tuan Kenzo mau ikut kerja sama"
"berapa persen yg harus aku berikan" ujar Kenzo to the point
"anda memberi 50% saham yg anda miliki dan 50% saham yg saya miliki"
"baiklah aku terima kerja sama anda dan sekarang aku harus melakukan meeting dan anda bisa pergi" usir Kenzo tak senang saat Brian menatap nya tajam.
"baiklah saya permisi" ujar Brian meninggalkan ruangan itu.
"cihh sombong sekali dia jika bukan karna dia bisnis mendunia aku tidak mau bekerja sama dengannya" Brian masuk kedalam mobil dan langsung menuju apartement nya.
"tuan mengapa anda mengusirnya secara langsung"
"aku tidak suka dengan tatapannya cari tau asal usulnya aku takut dia musuhku dan berusaha menghancurkan perusahaannku"
__ADS_1