
#Bab 116#
3 bulan kemudian
kenzo dan Olivia masih saling diam,sudah 3 bulan suaminya menghukumnya dengan mengacuhkannya
sementara Kenzo hari hari hanya diam dan sifat dinginnya mulai keluar.
saat ini Olivia sedang menyiapkan makan siang untuk suaminya dikantor. Olivia akan bersikap tegas ia lelah di acuhkan setiap hari.
namun tiba tiba kepala nya terasa pusing dan ia merasakan mual teramat sangat.
Olivia berlari menuju closet dan memuntahkan seluruh isi perutnya,gadis itu tampak sangat tersiksa.
"ada apa denganku...."
"apa mungkin..." Olivia memutuskan untuk kerumah sakit memeriksa keadaannya ia takut memiliki penyakit dan Kenzo akan meninggalkannya.
sesampainya dirumah sakit,gadis itu langsung diperiksa oleh dokter Celine yg waktu itu memeriksa kandunganmya.
"selamat nyonya anda hamil sudah berjalan selama 2 minggu" uajr dokter Celine membuat Olivia terkejut.
"benarkah itu dok...???"
"benar nyonya dan selamat untuk and dan tuan muda"
Olivia terharu mendengarnya,ia tak sabar memberi tahu Kenzo, namun gadis itu harus menjalankan rencana nya dulu
setelah mengambil surat keterangan dari dokter Celine untuk barang bukti,Olivia menuju kantor Kenzo mengantarkan makan siang pria itu.
dikantor drt.kenz
tampak seorang pria tampan itu duduk dikursi dan menaikan kakinya di meja,akhir akhir ini ia merasa tak enak makan.
__ADS_1
tiba tiba pintunya diketuk seseorang .
"masuk" ujarnya dingin menatap tajam kearah pintu karna seseorang berani mengganggu dirinya.
"hubby" lagi lagi gadis itu muncul dihadapannya , ingin sekali pria itu berlari dan memeluk istri kecilnya namun ia berusaha dingin dan arogant.
"hubby aku membawakan makan siang untukmu" uajr Olivia tersenyum namun Kenzo tetap mengacuhkannya.
"Han....!!!"
"ya tuan"
"siapkan mobilku aku akan makan di restoran" uajr Kenzo hendak beranjak meninggalkan istrinya namun Olivia segera duduk dipangkuan suaminya.
"tunggu hubby" Olivia menahan tubuh suaminya agar tidak pergi.
"mau sampai kapan hubby mengacuhkan mu...???" ujar Olivia mulai menangis namun Kenzo hanya menatapnya datar.
"mengapa hubby sangat marah kepadaku? apa salahku?"
"apa salahmu katamu? kesalahnmu adalah tidak mempercayai cintaku dear apa kau paham" ujar kenzo mulai luruh.
"maaf,aku janji tidak akan mengulanginya aku akan memiliki berapa pun yang kau mau" ujar Olivia menangis dan memeluk suaminya dengan erat.
perlahan Kenzo membalas pelukan itu,asisten Han keluar dari ruangan agar tidak menggangu mereka.
"maaf kan aku" tangisnya terisak didalam pelukan suaminya.
"sudahlah aku memafkanmu dear,jangan seperti ini aku sakit melihat nya" ujar Kenzo mengelus rambut wanita itu dengan lembut.
"hubby tidak marah...???" tanya wanita itu menengadah menatap suaminya.
__ADS_1
"tidak" ujar Kenzo tersenyum membuat Olivia senang.
Olivia memeluk erat dan dibalas oleh pria itu jujur,pria itu juga sangat merindukan kehangatan istrinya.
"hubby....mungkin kau tidak akan percaya"
"katakan"
Olivia memberikan selembar surat kepada Kenzo,dan pria itu pun membacanya. Kenzo menatap tak percaya kearah istrinya dan Olivia hanya tersenyum.
"apa ini sungguhan dear?? " tanyanya memastikan,Kenzo menatap kedalam mata gadis itu tidak ada tanda tanda kebohongan.
"jika hubby tidak percaya aku mau hubby ajak kerumah sakit manapun untuk memeriksa nya itu asli atau tidak"
Kenzo yang mendengarnya tentu saja merasa senang,ia pun memeluk istrinya dengan erat dan menciumi nya berkali kali.
"thank you baby i love you"
"love you to by" balas nya tentu saja membuat Kenzo semakin senang.
Kenzo mengangkat tubuh istrinya dan memutar mutar seperti film India di tv².
mereka pun tertawa bahagia didalam ruangannya.
"sungguh kau mencintaiku???" ujarnya memastikan.
dan Olivia hanya mengangguk ngangguk saja
"coba ulangi" pinta Kenzo pada istrinya.
"ulangi apa...???" tanya Olivia berpura pura tidak tahu.
"sayank,aku sedang serius"
__ADS_1
"i love you my husband" ujar Olivia mengecup bibir pria itu namun ditahan oleh Kenzo menjadi ciuman menuntut