
#Bab 70#
Kenzo dan Olivia kini sedang makan malam,hanya ada keheningan yang menyelimuti mereka membuat perasaan canggung.
"sayang..aku sudah mendaftarkan mu di kuliah universitas X,dan kau ingat janji mu bukan"
"benarkah" ujar Olivia berbinar menunjukan Pupy eyesnya membuat Kenzo merasa gemas.
"terimakasi kak Ken..." ujar Olivia memeluk suaminya.
"tidak gratis sayang" bisik Kenzo ditelinga Olivia.
"ta-tapi aku tidak punya uang untuk membayar" ujar Olivia dengan polos.
"ckck..kau sangat polos sayang sehingga tidak mengerti suatu saat kau akan mengerti" ujar Kenzo menyeringai membuat Olivia gugup
"ap-apa yang kau lakukan??"
Kenzo tak menyahut ia mendekati istrinya perlahan,sementara Olivia yang sudah mengerti langsung beranjak dari tempat duduknya dan berlari,namun tidak sampai sebab suaminya sudah mencekal pergelangan tangannya.
"Kenzo....lepaskan" ujar Olivia gugup
"kau harus membayarnya..."
"nanti aku membayarnya tapi aku hutang dulu ya" ucap Olivia polos membuat Kenzo tertawa.
"aku suka dengan kepolosan mu" bisik nya ditelinga Olivia.
Olivia mendorong pelan suaminya namun tidak membuat pria itu bergerak dari tempat nya.
__ADS_1
"tu..tuan...ini sangat memalukan" bisik Olivia sembari matanya melirik kekanan san kekiri karna masih ada pelayan.
"
Kenzo tidak melepaskan pelukannya namun malah semakin mempererat pelukannya.
"mereka punya harga diri sayang,tidak mungkin mereka melihat kita"ujar Kenzo membuat Olivia menoleh kearah pelayan dan ternyata kini ruangan itu kosong hanya ada dirinya dan Kenzo.
Olivia memucat tubuhnya bergetar dan ia semakin gugup apalagi kini tidak ada orang di dapur besar itu.
"Ken....ak-aku belum siap" ujar Olivia menolak suaminya.
"huft...baiklah" Kenzo melepaskan pelukannya dan Kembali duduk di kursinya dan menyantap makanannya dan diam tak bergeming menatap istrinya. Olivia merasa bingung apa Kenzo marah padanya?? ia hamya belum siap saja memberikan mahkotanya kepada suaminya itu.
"Kenzo...."
"........" Kenzo hanya diam dan melirik istrinya sekilas membuat Olivia semakin bersalah.
"aku mengerti" ujar kenzo singkat dan langsung kembali melanjutkan makannya.
*
*
*
seusai makan Kenzo menuju ruang bawah tanah diikuti asisten Han dan asisten Aldo.
"dimana david? mengapa belum kembali ke Indonesia"
__ADS_1
"tuan David sudah pulang tuan,hanya saja sekarang dia menjemput nona Luna dan menyuruh saya disini" ujar asisten aldo.
"buat apa Luna kesini? bukankah dia kuliah di italia??"
"nona Luna akan pindah ke Indonesia tuan"
"shtt...gadis itu pasti akan menggangguku lagi" ujar Kenzo,Kenzo sangat menyayangi Luna ia sudah dianggap sebagai adik kandungnya sendiri dan ia dulu selalu menggendong Luna saat kecil.
tetapi semenjak kepergian orang tuanya,Kenzo berubah menjadi berkepribadian yang dingin.
sementara itu,mereka sudah sampai di ruangan Aline,tampak gadis itu diikat dengan rantai.
"sayang...."ucap Aline kala melihat kekasihnya itu melihat kearahnya.
"sayang .....lepaskan aku asisten bren*s*k mu itu mengikatku" ujar Aline dengan manja membuat Kenzo berdecak karna jijik melihat tingkahnya itu
"ckck....siapa kau? apa aku mengenalmu?" ucap Kenzo dengan tajam membuat Aline membulatkan matanya.
"lepaskan aku kenzo!!" teriak Aline dengan keras membuat Kenzo mendekat dan menampar wajahnya.
PLAK!!
Aline menoleh kesamping karna tamparan Kenzo yang begitu keras sehingga membuat pipinya memerah dan mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
"SIAPA KAU BERANI BERTERIAK KEPADAKU HAH!!" teriak Kenzo menggelegar membuat asisten Aldo tersentak sementara asisten Han hanya menatap datar ke arah Aline.
"dulu aku sangat mencintai mu sehingga aku menyakiti istriku sendiri,tapi apa yang aku dapat? perselingkuhanmu" ujar Kenzo kecewa apalagi saat Kenzo mengetahui bahwa istrinya yg ia siksa itu adalah gadis kecilnya
hampir saja istrinya itu meninggalkannya jika ia tidak segera mencari keberadaan istrinya.
__ADS_1
"maaf kan aku kenz....aku berjanji akan memperbaikinya dan mari menjalin hubungan baru" ujar Aline tanpa tahu malu membuat asisten Han jijik menatapnya.