
#Bab 42#
kenzi meninggalkan Aline menuju kamar mandi untuk menuntaskan gairahnya.
sementara Aline merasa sangat kesal karna ia selalu gagal untuk mendapatkan Kenzo.
"kau akan menjadi milikku seutuhnya kenz.."
*
*
*
keesokan harinya.
Kenzo turun kebawah sementara Aline masih tertidur pulas,Kenzo mengernyitkan kening nya karna biasanya Olivia akan menyiapkan sarapan paginya.
Kenzo pun menuju kamar Olivia dan mendobraknya dengan keras. namun ia tak melihat istrinya itu di dalam kamar mandi pun tidak ada.
"kamar ini kecil sekali dan sangat panas" Kenzo yg tak tahan segera melangkahkan kakinya keluar.
"pak jang!!"
"iya tuan"
"dimana wanita kolot itu"
"bukankah semalam dengan tuan"
deg.
__ADS_1
Kenzo terkejut bagaimana bisa ia melupakan istrinya yg ia kurung didalam gudang,ia Pun berlari dengan cepat menuju gudang belakang.
ia membuka pintu gudang dan masuk kedalam ingin melihat keberadaan Olivia.
Kenzo mengedarkan pandangannya mencari sosok istrinya.
ia melihat seorang wanita terbaring lemah di ujung lorong dengan keringat membasahi tubuhnya.
Kenzo mendekat ia memegang tubuh kecil Olivia dan ia merasa suhu tubuh Olivia naik. sepertinya gadis itu demam.
Kenzo menggendong Olivia masuk kedalam mension,pria itu membawa Olivia kedalam kamar utama.ia pun membaringkan gadis itu diranjangnya.
"ouhh ****..sial bagaimana bisa aku membiarkannya semalaman tidur digudang itu" ucap Kenzo menyesal.
"ia pun kemudian menelfon dokter Rey sebab ia tidak ingin istrinya diperiksa dokter david"
"cepat kemari bawa 1 donter wanita dengan perawat kesini"
"kenapa kau sangat lama kep**t"
"maaf tuan,tadi sempat ada kemacetan" ucap Rey.
"cepat periksa dia" dokter Rey pun memeriksa Olivia,saat ia ingin membuka perut Olivia Kenzo menahan tangannya.
"ingin apa kau membuka pakaian istriku?" Kenzo menatap tajam
"aku hanya memeriksa tubuhnya tuan"
"ckck biar kan dokter wanita itu dan perawat wanita itu" dokter Rey pun mengalah dari pada ia harus terkena masalah.
dokter Mia pun meriksa keadaan Oliva.
__ADS_1
"sepertinya nona mengalami demam tinggi tuan,saya akan memberikan obat untuk anda"
saat dokter Mia hendak mengambil obat,tiba² tangannya ditarik oleh Olivia dan gadis itu berteriak ketakutan.
"ku mohon jangan tinggalkan kau, tuan aku takut....hiks..hiks..hik" Olivia menangis sembari mengeluarkan keringat dingin.
sementara Mia merasa sangat bingung sebenarnya apa yg terjadi,ia kembali mengecek keadaan Olivia dan mengecek denyut nadinya.
"sepertinya nona memiliki ketakutan yg luar biasa tuan,kurang lebih nona memiliki trauma" ucap dokter Mia dengan serius.
Kenzo merasa menyesal padahal Olivia pernah memohon kepadanya dan Gadis itu bahkan rela menuruti semua kemauannya agar tidak dimasukan kedalam gudang.
setelah memberikan obat penenang dan dan penurun demam dokter Rey dan dokter Mia pergi meninggalkan mension Kenzo.
"iya tuan"
"handel semua pekerjaanku aku sangat sibuk jadi tidak bisa masuk kerja hari ini"
"baik tuan"
Kenzo menatap wajah Olivia yg tenang itu,namun tiba tiba Olivia kembali mengeluarkan keringat dingin.
"kak Ken...kau dimana...aku merindukanmu"
deg
"aku seperti mengenal nama ini,mengapa tidak asing bagiku??" ujar Kenzo merasa bingung.
Kenzo pun menggenggam tangan mungil itu,sangat terasa bahwa tangan itu bergetar ketakutan.
"hiks..hiks..hiks...Kenzo jahat Bu...ia mengurungku di gudang gelap..Olivia takut" ucap Olivia menangis.
__ADS_1