
tak lama Kenzo turun menggunakan pakaian santainya,kemudian Olivia segera menunduk takut suaminya marah lagi.
"selamat malam tu-tuan kenz" Kenzo hanya menatapnya sekilas kemudian Olivia pun segera menyiapkan makan malam suaminya.
Olivia berdiri disamping suaminya menunggu Kenzo selesai makan,ia boleh makan ketika Kenzo usai makan.
"kau bekerja di cafe itu"
deg
Olivia terkejut mendengar perkataan Kenzo ia pun tak bisa menjawab tubuhnya bergetar hebat,kakinya terasa lemas dari mana suaminya tau jika ia masih bekerja di cafe apakah suaminya akan menghukumnya dan mengurungnya dalam gudang.
"Jawab!!!" Olivia tersentak dengan suara Kenzo yg sedikit membentak itu
"iy-iya tuan"
"ck sudah berlagak nyonya muda kau disini, siapa yg mengizinkanmu keluar dari mension ini,apakah kau sudah meminta izin"
"ma-maafkan saya tuan tapi jika saya tidak bekerja saya akan dipecat,dan juga saya tidak masuk kerja selama 1 minggu"
"ckck siapa yg memperdulikan keadaanmu"
"aku mohon tuan,saya masih tetap ingin bekerja disitu dan bukankah sudah perjanjiannya seperti itu kita tidak boleh saling mencampuri urusan masing masing"
"kau mulai berani ya sekarang!!" Kenzo berdiri dari duduknya dan menatap tajam Olivia membuat gadis itu terkejut sekaligus ketakutan.
"ma-maaf tuan saya tidak bermaksud melawan anda"
__ADS_1
"baik aku tidak akan mencampuri urusanmu dan juga sebaliknya kau tidak boleh mencampuri urusanku" Kenzo yg selera makannya mulai hilang pun meninggalkan Olivia menuju kamar.
sementara Olivia bernafas lega sebab ia tetap bisa bekerja,karna Kenzo juga tidak pernah memberikan ia nafkah selayaknya suami istri pada umumnya jadi Olivia tetap harus bekerja untuk membeli semua keperluannya.
*
*
*
keesokan harinya.
seperti biasa saat Kenzo kekantor Olivia pergi ke cafe.
hari ini libur kerja bagi Aline,ia sangat merindukan kekasih kayanya itu ia pun menuju negara Indonesia dan langsung menuju kota X.
saat masuk Aline disambut bak ratu dan juga beberapa pengawal yg membuka kan pintu untuk Aline.
dan Aline sangat merasa senang akan hal itu,setidaknya ia masih ada didalam hati pria itu.
"dimana calon suami saya" ucapnya dengan angkuh dan dingin.
"tuan Kenzo diruangannya nyonya"
"baik kembali bekerja aku tidak suka melihat karyawan yg kerjanya malas malasan"
semua karyawan mengangguk patuh,Aline pun menuju lift dengan jalan yg angkuh dan sombong layaknya nyonya muda.
__ADS_1
Aline menekan angka 27 menuju ruangan Kenzo,kemudian saat pintu lift terbuka ia langsung menuju ruangannya kekasihnya itu.
tanpa pikir panjang ia langsung membuka pintu nya,ia melihat Kenzo sedang duduk memeriksa proyek yg akan dibangun.
"sayank" Kenzo menoleh ke arah sumber suara tersebut,ia terkejut karna kekasihnya itu mengunjunginya.
"hai sayank" ucap Kenzo seraya berdiri dan memeluk pinggang Aline dengan mesra.
"mengapa tidak mengabariku jika kau kesini"
"aku ingin memberikanmu kejutan"
"ohh iya apa kau tidak ada pemotretan hingga kesini"
"aku libur 3 hari honey,maka dari itu aku boleh kan tidur di mensionmu"
"boleh dong sayank kau kan calon nyonya muda disana"
"lalu istrimu"
"dia hanya pelayanku saja tidak perlu khawatir" ucap Kenzo seraya mengecup bibir Aline dengan lembut.
"sayank aku bosan maukah kau menemaniku jalan²"
"baiklah aku akan mengajakmu ketempat yg kau mau"
"terimakasih sayang"
__ADS_1