
#Bab 51#
Kenzo tidak memberikan Olivia kepada David.
ia membawa Kenzo kedalam kamar utama membuat Olivia bergetar ketakutan apalagi saat pria itu menatapnya dengan tajam.
sesampainya dikamar,pria itu menghempaskan istrinya diranjang.
"ka-kau ingin apa tuan" ujar Olivia gugup.
"kemarikan ponsel itu" ujar Kenzo dengan dingin.
"tidak! ini milikku" ujar Olivia mempertahankan tas miliknya.
"baik..kau yg membuatku berbuat kasar kepadamu" kenzo menarik paksa tas Olivia membuat tali tas tersebut putus.
Kenzo mengobrak Abrik tas Olivia dan mengambil ponsel iPhone mewah itu.
"cih..ini tidak seberapa dengan ponsel milikku" ujar Kenzo dengan sombong.
BRAKH!!
Kenzo melempar ponsel Olivia di dinding membuat ponsel gadis itu terbelah menjadi 2.
"tuan..itu ponselku!!" ujar Olivia berkaca kaca.
__ADS_1
"aku akan menggantinya dengan ponsel yg lebih mahal dari itu"
"tidak! aku tidak ingin pemberianmu,aku hanya ingin milik kak david" ujar Olivia tegas,ia lelah mengalah batas kesabarannya habis lebih baik ia mendekam dipenjara dari pada terus terusan tersiksa seperti ini.
"kau berani melawanku!!" ujar Kenzo menatap nyalang kearah Olivia namun tak lama Kenzo mendengar keributan dibawah,Kenzo pun meninggalkan istrinya didalam kamar.
*
*
*
"LEPASKAN!! AKU HANYA INGIN OLIVIA" ujar David dengan amarah tak terpadamkan.
"buat apa kau membawa istriku?" ujar Kenzo menatap nyalang David dari atas tangga.
"cihh aku tidak akan memberikannya kepadamu" ujar Kenzo marah dan menatap David dengan tatapan mematikan.
"aku tidak perduli!! aku hanya ingin Olivia aku bisa menculiknya dan langsung menikahinya" ujar David menatap garang kearah Kenzo.
"ckck..aku bisa saja membuat perusahaanmu bangkrut sekarang dan Olivia tidak akan mau menikah denganmu" ujar Kenzo sinis.
"kau pikir gadis ku itu murahan? dan gadisku itu tidak matre seperti kekasihmu Aline dia pasti tetap mau menikah denganku" ujar David menatap nya dengan tatapan mematikan.
"pergilah! aku memafkanmu karna kau anak dari sahabat Dedy ku" uajr Kenzo dingin.
__ADS_1
"aku tidak perduli kau memafkanku atau tidak,yang aku inginkan hanya olivia" ujar David.
"usir dia!" Kenzo meninggalkan David menuju kamar utama,sementara kini David diseret paksa oleh beberapa pengawal dan dibantu asisten Han.
Kenzo melangkahkan kakinya menuju kamar utama,ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya secara otomatis,kemudian ia mengaktifkan kedap suara.
Olivia yg terkejut langsung menunduk ketakutan apalagi saat ini Kenzo menatapnya mematikan.
"ap-apa yang...kau lakukan tu-tuan" ujar Olivia mundur kebelakang saat Kenzo menatapnya dan mendekatinya.
"kau harus menerima hukumannya" ujar Kenzo kemudian menghempaskan kasar tubuh Olivia diranjang.
ia mel*mat bibir tipis itu dengan kasar dan menarik paksa pakaian Olivia,sementara Olivia tak tinggal diam ia berusah memberontak melepaskan diri,namun tubuh kecilnya itu tak mampu melawan tubuh kekar suaminya.
saat Kenzo hendak melepaskan pakaiannya ia melihat Olivia menangis dengan kencang membuat ia tidak jadi melakukannya.
"****..baru kali ini ada yang berani menolakku"
"hiks...hiks..lepaskan aku tuan" uajr Olivia terisak namun berusaha menutupi tubuhnya yang setengah telanjang itu.
Kenzo merasa sangat marah dengan penolakan olivia,ia merasa terhina karna baru kali ini ada yg menolaknya karna semua wanita pasti dengan suka rela memberikan tubuhnya.
"cih...sok suci aku tau kau tidak ingin ketahuan jika kau tidak suci lagi bukan??" perkataan Kenzo menyayat hati gadis itu membuat gadis itu semakin kencang menangis.
kenzo membenari pakaiannya kemudian meninggalkan Olivia begitu saja,sementara Olivia menuju kamar mandi,ia merasa jijik dengan tubuhnya sebab tubuhnya sudah di kecup sana sini oleh Kenzo.
__ADS_1
"tu..tuan" Olivia bergetar ketakutan.