
#Bab 126#
di kantor Kenzo.
tampak pria itu berat meninggalkan istrinya menuju ruang meeting ia ingin sekali membawa istrinya itu,namun pasti akan banyak pria yg menatap istrinya dan mau tidak mau ia harus meninggalkan istrinya diruangannya .
"ingat..!!! jangan kemana mana ok"
"iya by"
Kenzo pun segera meninggalkan istrinya menuju ruang meeting diikuti assisten Han dibelakang.
sesampainya disana,ia masuk dengan penuh wibawa sorot mata tajam itu terus memicing membuat semua orang tidak ada yang berani membuka suara.
Kenzo menatap Aldo dan tak ada david disana membuat ia merasa heran dengan sahabatnya itu.namun karna bnyak orang ia memutuskan untuk diam saja dan membahas hal yg penting.
setelah selesai dengan acara meetingnya Kenzo keluar dari ruangan dan diikuti para klien lainnya.
peraturannya adalah para klien tidak boleh keluar sebum Kenzo keluar ruangan lebih dulu.
namun saat asisten Aldo hendak keluar tiba tiba asisten Han menyuruhnya untuk keruangan Kenzo.
dengan segera asisten Aldo melangkahkan kakinya mengikuti langkah asisten Han.
sesampainya diruangan asisten Han mempersilahkan asisten Aldo duduk disofa berhadapan dengan Kenzo.
"ada apa anda memanggil saya"tanyanya
__ADS_1
"mengapa kau yang datang mewakili nya kemana David...???"
"tuan David sedang sakit maka dari itu aku yang menggantikannya" ujar Aldo
"ckck ternyata dia bisa sakit juga rupanya" ujar Kenzo dengan sinis.
"tentu saja tuan kan dia manusia" seloroh Han diiringi tawa membuat Kenzo lalu menatap nya tajam.
asisten Han menelan ludahnya dengan kasar ia pun memilih untuk diam dari pada terkena masalah.
"jika tidak ada apa apa lagi kalau begitu saya pamit" ujar Aldo dan dibalas anggukan oleh pria itu.
setelah Aldo pergi dari ruangannya,Kenzo pun menyuruh assiten Han mengawasi karyawan yg bekerja digudang.
Kenzo menuju kamar pribadinya menemui sang istri tercinta.
"mengapa tidak tidur hmm..??"
"aku tidak bisa tidur hubby aku juga sangat bosan" ujar Olivia lesu.
"apa yang harus ku lakukan agar kau tidak bosan"
"emmm....apa ya.." tampak wanita itu berfikir sejenak membuat Kenzo merasa gemas.
"jangan kemana mana, aku tidak mau anak kita kenapa Napa. do you understand...???"
"yes" ujar Olivia sembari tertawa kecil
__ADS_1
"clever girl " Kenzo mengecup kening istrinya dengan lembut dan membawanya kedalam pelukannya.
"hubby,aku merindukan kak david" ujar Olivia membuat Kenzo kembali marah.
"mengapa kau merindukan pria itu...??" ujar Kenzo menatap tajam istrinya namun tidak membuat wanita itu takut.
"mengapa hubby menatapku seperti itu " ketus Olivia.
"kau mulai berani padaku dear,dan kau berani merindukan pria lain maka dari itu kau harus dihukum" bisiknya menyeringai membuat Olivia mulai was was.
"apa yang hubby lakukan?" tanyanya takut takut saat melihat suaminya itu menggerayangi tubuhnya.
"hubby lepaskan aku...!!!" ujar Olivia sedikit berteriak namun pria itu tak mengindahkan perkataannya.
Kenzo merebahkan tubuh istrinya dan menahan tangannya agar tidak menghimpit perut besar itu. pria itu terus ******* bibir ranum itu dengan nafsu.
dan mereka pun melakukan nya di dalam kamar pribadi pria itu.
...πππ...
di kantor David.
pria itu mengerjapkan matanya beberapa kali dan langsung terduduk dari ranjang.
"apa yang kau lakukan...!!!" teriaknya marah menatap gadis berbalut selimut tanpa mengenakan pakaian disampingnya.
"anda melecehkan saya tuan" ujar felica tersedu sedu,sementara David hanya menatapnya sinis.
__ADS_1
"heh! aku melecehkanmu..?? bukankah kau sendiri yang memberikan tubuh murahanmu itu" ujar David kemudian mengenakan pakaiannya dan melenggang pergi begitu saja.