
Olivia kembali ke kediaman Kenzo
sesampainya ia langsung ke kamar mengganti pakaiannya dan ia juga harus makan siang karna kemarin Kenzo memerintahkan untuk makan siang.
seusai makan Olivia mencuci piring dan mulai aktivitas yg lain ia juga harus menyelesaikan tugas² lainnya.
sementara dikantor Kenzo.
Kenzo sedang melakukan rapat dengan para klien,mereka mengadakan pertemuan kepada orang² dari berbagai negara tentang pembangunan gedung gedung yg akan mereka buat.
"aku harap tidak ada kelicikan di antara kita semua,aku tau mana yg sedang menipuku aku tidak segan² menghancurkan perusahaannya,paham!!"
"paham tuan!" ucap semua serempak mendengar penuturan Kenzo yg dingin mencekam itu. apalagi tatapannya menusuk membuat semua nya takut dan memilih menunduk.
"baiklah aku harap kalian semua mengerti saya akhiri sampai disini"
kemudian Kenzo meninggalkan ruang meeting menuju ruang kerjanya,asisten Han benar² kagum dengan Kenzo Aira wibaya nya benar benar terlihat.
"apa ada jadwal lagi han"
"jadwal habis tuan"
"baik aku akan pulang untuk melihat keadaannya"
"baik tuan"
Kenzo duduk di kursi kebesarannya menatap bangunan bangunan yg ada di luar,ia menatap sendu ke arah jalanan jalanan kota dimana mengingat kecelakaan orang tuanya dengan tragis.
"mom...dad....I miss you guys"
__ADS_1
tak lama asisten Han masuk membawa beberapa dokumen yg harus di tanda tangani.
"nona Olivia baru pulang dari cafe tuan,dan sekarang ia sedang melakukan pekerjaannya sesuai surat perjanjian"
"apa dia sudah makan siang"
"sudah tuan"
"bagus aku tidak ingin kerepotan lagi".
asisten Han menghela nafasnya dengan berat, sementara Kenzo mulai menandatangani berkas² nya.
"Han tidak kah kau suruh dia kesini"
"siapa tuan"
"apa tuan merindukan nya tuan" goda asisten Han.
"ckck sialan kau Han kata² mu sangat menjijikan"
Han berusaha menahan tawa melihat tuannya yg sedang menahan malu itu,sementara Kenzo mati matian mempertahankan harga dirinya di depan sang bawahan.
dimension Kenzo.
Olivia selesai melakukan tugas²nya ia pun beristirahat dikamar kecilnya.
"huft..tidakkah mereka kasihan padaku,bahkan kamarku lebih kecil dari kamar BI Surti" Olivia mengehela nafas dengan berat pasalnya ia sangat kepanasan didalam kamarnya.
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
hari sudah sore,Olivia pun segera mempersiapkan untuk kepulangan Kenzo jika tidak ia akan dimarahi lagi.
sementara kini Lamborgini mewah memasuki gerbang mension dengan 2 mobil hitam mewah di belakangnya saat sampai depan mension Kenzo pun turun dengan tegasnya ia memasuki mension.
mata nyalang itu mencari keberadaan Olivia gadis itu menyambutnya tidak. saat ia melihat Olivia berdiri di antara pelayan dan menundukkan kepala,Kenzo menyeringai.
"akhirnya kau menyambutku pulang gadis kolot"
batinnya.
Kenzo memberi Koda para pelayan agar kembali bekerja namun saat Olivia hendak pergi Kenzo berdehem membuat gadis itu berhenti.
"apa ada yg anda butuhkan tuan"
"siapkan air mandi ku aku mau membersihkan diri" ucapnya meninggalkan Olivia.
"tumben dia tidak marah²" gumam Olivia kecil.
"ehh mengapa kau menjadi suka dia marah marah seharusnya kau bersyukur tuan Kenzo tidak marah marah" gerutu Olivia.
Olivia pun segera ke kamar suaminya ia segera menyiapkan air mandi Kenzo dan saat Kenzo masuk kamar mandi Olivia pun menyiapkan pakaiannya.
kemudian ia pun turun kebawah untuk membantu para chef menghidangkan makanan dimeja sebab kini Olivia tidak lagi mau memasak untuk Kenzo alih² pria itu membuang makanannya ke tempat sampah.
__ADS_1