
"tunggu kontrak kerja mu habis sayank"
"janji ya honey" Kenzo mengangguk kemudian tersenyum lembut ia sangat mencintai kekasihnya itu sebab Aline yg menemani kesepiannya saat orang tua Kenzo sudah tiada.
"ekhem" dokter David berdehem membuat semua menatap kearahnya.
"ada apa kau kesini" ujar Kenzo dengan dingin.
"hei bro apa kau tidak bisa santai aku ingin meminta izin kepadamu"
"izin apa?"
"sebentar dulu aku lelah selesaikan makanmu dulu aku menunggumu di ruang tamu,dan jangan lupa nona manis bawa kan aku minum" ucap David kepada Olivia membuat Kenzo menjadi kesal.
Olivia menurut ia pun membuatkan minuman untuk David dan membawanya keruang tamu dimana David berada.
David senang ketika Olivia membawa kan minumannya ia tersenyum manis dan David sangat suka melihat bibir tipis yg merah merekah milik Olivia.
"ini minuman anda tuan" ujar Olivia dengan ramah.
"tunggu bolehkah aku berkenalan denganmu?"
"tentu"
"perkenalkan aku David dokter yg waktu itu memeriksamu saat sakit"
"benarkah?" ucap Olivia melebarkan matanya namun membuat David gemas melihat puppy eyes Olivia.
"kau sangat imut aku heran mengapa Kenzo menyia nyiakan istrinya sendiri"
__ADS_1
"ka-kau...bagaimana bisa anda tau tuan"
"tentu saja aku tau bahkan aku tau kau memiliki ayah dan seorang kakak perempuan" Olivia lagi² menganga tak percaya.
"hei mengapa kau melamun"
"eh- emmm tidak papa tuan"
"panggil aku kak David saja aku juga lebih tua darimu"
"apa tidak papa"
"tentu saja siapa yg akan memarahimu"
Olivia tersenyum setidaknya ada lagi seseorang yg baik setelah sahabatnya itu.
tak lama Kenzo berjalan menuju David dengan segera Olivia meminta izin kembali kedapur,Kenzo menatap tajam Olivia saat berpapasan dengannya dan Olivia hanya menunduk.
"ada apa kau kemari" ujar Kenzo setelah duduk dengan penuh wibawa di hadapan dokter spesialis itu.
"boleh kah aku meminta cuti beberapa hari karna adikku sedang sakit dan aku harus ke negara Paris memeriksa adikku"
"bukankah disana juga ada dokter?"
"aku tidak suka adikku diperiksa dokter lain aku takut ia semakin kenapa napa"
"cihh posesif sekali kau dengan adik mu aku tak yakin kau hanya sebatas adik dan kakak pasti ada hubungan sesuatu"
"perkataanmu menyakitiku tau"
__ADS_1
"sudahlah aku mengizinkanmu dan cepat pergi dari sini"
"ckck kau mengusirku,bolehkah aku berbicara dengan olivia?"
Kenzo yg mendengar ucapan David pun marah ia pun segera memerintahkan David pulang.
"tidak!! kau tidak boleh bertemu dengannya dan cepat pergi dari sini atau kau aku kirim ke desa terpencil" ucap Kenzo tak main² pada sahabatnya itu.
"ckck baiklah aku kembali dulu" David pun meninggalkan Kenzo sementara Kenzo menemui Olivia didapur yg sedang mencuci piring.
sementara Aline sudah masuk kedalam kamar menggunakan lingerie seksi untuk menggoda Kenzo.
ketika Kenzo berada di dapur para pelayan dan chef pun membungkukkan bada kala melihat tuannya kisini.
Olivia menghentikan aktivitas dan menunduk dihadapan suaminya itu,Kenzo menatap tajam istrinya itu dan menatapnya lekat.
"pantas saja David begitu terpesona dia sangat cantik jika dipandang dari dekat" batinnya Kenzo.
Kenzo pun segera membuyarkan lamunannya dan berdehem untuk menetralkan pikirannya
"kau jangan dekat² dengan dokter david aku takut ia akan tergoda oleh perempuan murahan sepertimu"
deg
lagi lagi Olivia merasakan sakit teramat sangat ia pun mengangguk patuh,namun sebenarnya bukan itu alasannya Kenzo tak suka melihat David berdekatan dengan istrinya entah mengapa itu bisa terjadi.
Kenzo pun meninggalkan Olivia yg menahan tangis berusaha tegar mengahadapi cobaan yg menimpanya.
"yg sabar nyonya" ucap bi Surti berusaha menenangkan Nona mudanya dan anggukan dari pak jang.
__ADS_1
"maaf kan kesalahan tuan muda nona" ucap pak Jang menatap sedih Olivia.
"tidak apa apa pak Jang saya tau posisi saya" kemudian Olivia melanjutkan aktivitasnya kembali