
#Bab 132#
sudah satu bulan.
kini usia kandungan Olivia memasuki 9 bulan membuat Kenzo semakin was was.
Seperi saat ini Kenzo menyuruh istrinya didalam kamar karna tidak mungkin ia selalu membawa istrinya ke kantor.
"awasi nyonya kalian dan jangan boleh keluar kamar jika dia terluka maka kalian akan ku habisi" ancam nya pada para pengawal.
"paham tuan"
kemudian Kenzo pun menuju kantor diikuti asisten Han.
sementara itu.
kini Olivia sedang duduk di balkon membaca buku dan meminum susunya,terkadang anaknya menendang perutnya membuat nya bahagia.
apalagi saat Kenzo merasakan anaknya itu bergerak aktif didalam pria itu pasti selalu memeluk istrinya dengan sayang.
Olivia menuju kamar mandi karna ia kebelet ingin buang air kecil,dengan langkah pelan dia menuju kamar mandi karna perutnya sangat berat.
__ADS_1
saat didalam bathroom tiba tiba pegangan tangannya tidak kuat dan ia terpeleset apalagi lantainya licin.
Olivia berteriak keras karna merasakan sakit yg luar biasa di perutnya apalagi kini sela sela pahanya mengeluarkan darah.
para pengawal yang mendengar suara teriakan Olivia dengan segera masuk kedalam kamar dan mereka pun sangat terkejut.
"nyonya muda"
"APA LAGI YANG KALIAN LAKUKAN CEPAT BAWA NYONYA MUDA KERUMAH SAKIT DAN TELFON TUAN MUDA" teriak salah satu temannya saat melihat semua temannya hanya diam karna syok.
mereka dengan terburu buru membawa Olivia menuju rumah sakit,pak Jang dan bi Surti ikut kerumah sakit membantu Olivia
didalam mobil Olivia hanya bisa menangis karna merasakan sakit diperutnya.
"bi...sakit...."isaknya
tak butuh berapa lama mereka pun sampai dirumah sakit sementara Kenzo yg ditelfon oleh pengawal karna istrinya masuk rumah sakit merasa marah dan ia langsung menuju rumah sakit XXX
"pengawal pengawal tidak becus..!!!" teriak Kenzo didalam mobil.
sementara kini Maura dan Moran menuju Indonesia saat tahu kabar istri Kenzo akan melahirkan. Luna pun ikut karna ia ingin melihat Beby Kenzo.
__ADS_1
sementara David dan felica sudah menuju kota X.
rumah sakit jadi ricuh dan seluruh dokter segera menangani Olivia menuju ruangan sebab istri sang penguasa dalam pendarahan dan itu membuat semua dokter menjadi panik.
"pasti tuan Kenzo akan menghancurkan kita jika terlambat" ujar dokter Celine
"bawa dia ke ruang UGD" ujar dokter Rey
para pengawal dan bi Surti serta pak jang menunggu di depan ruangan,sementara Kenzo yang baru sampai langsung terlihat panik.
"Dimana istriku..!!!" tanya nya pada pada pak Jang , namun saat ingin menjawab tiba tiba Rey keluar dari ruangan dengan wajah lesu dan Kenzo pun segera mendekati anak dari dokter sahabat lamanya dedynya.
"bagaimana keadaannya"
"nyonya Olivia mengalami pendarahan yg cukup hebat dan bayi nya juga melemah akibat benturan keras" terangnya membuat Kenzo melemah.
"apa yang harus aku lakukan"
"and aharus memilih salah satu tuan jika nyonya yg harus diselamatkan kemungkinan besar bayi yg ada didalam kandungan nyonya tidak terselamatkan namun jika anda memilih bayi nya maka nyonya Olivia tidak dapat diselamatkan" ujar Rey menatap Kenzo yang terduduk dilantai.
"aku tidak bisa kehilangan anakku tapi aku juga tidak bisa kehilangan Olivia " lirihnya
__ADS_1
kini Kenzo berada pada cobaan yang berat ia harus memilih salah satu dari kedua manusia yang sangat dicintainya sementara dokter Rey dan asisten Han sangat iba melihat keadaan sahabatnya itu baru kali ini mereka melihat Kenzo begitu terpukul setelah kematian orang tuanya.