Istri Kontrak Sang CEO Kejam

Istri Kontrak Sang CEO Kejam
Bab 33


__ADS_3

#Bab 33#


seusai makan Kenzo langsung menuju kamarnya ia masih sibuk dengan ponselnya.


sementara Olivia membereskan sisa² makanan Kenzo kemudian ia duduk dan mulai memakan makanannya.


*


*


*


keesokan harinya.


Olivia kembali bekerja seperti biasa,ia tidak terlalu memikirkan kejadian semalam,sementara Kenzo masih merasa marah dengan perkataan Olivia yg mengatakan dirinya sudah tidak suci lagi.


"apakah saya perlu mencari identitas Nona muda lagi tuan"


"tidak perlu! jangan membuang buang waktu untuk mencari hal² tidak penting itu" ujar Kenzo tegas dan menatap tajam asisten Han.


"baiklah tuan"


di cafe.


"Liv makan bareng aku yokk" ucap Liana membawa kotak makan.


"kamu sama felica dulu deh,aku masih mau mencuci piring"


"baiklah" Liana pun meninggalkan Olivia dan menuju tempat istirahat

__ADS_1


sementara felica masih mencatat biaya pesanan pelanggan barusan,sementara Liana tidak jadi makan sebab tidak ada teman nya padahal sudah jam istirahat.


di kota Paris.


tampak wanita paruh baya sedang duduk di kamarnya dengan buku yg ia bawa di atas balkon.


"aku pikir aku yg lebih dulu meninggalkan kalian tapi ternyata kalian lebih dulu meninggalkanku" ucap wanita itu.


"perlukah saya ke mension tuan muda nyonya besar" ujar pak wong dengan sopan.


"tidak! aku tidak ingin mengganggu cucu tampanku itu dengan istrinya mereka pasti hidup berbahagia" ujar wanita itu.


ya,itu adalah granma Kenzo ia mengingat dimana anak dan menantunya mengalami kecelakaan yg cukup tragis.


"nanti dia akan kesini dengan istrinya aku yakin istrinya sangat cantik"


*


*


*


Olivia kembali ke mension suaminya dengan ojek online yg dia pesan.


Olivia masuk kedalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan bekerja seperti biasanya.


"hah, pekerjaanku disini lebih berat dari pada di cafe tempatku bekerja" lirihnya pelan.


Olivia menuju kamar suaminya untuk membersihkan kamarnya,gadis itu menyusun kamar Kenzo agar terlihat rapi,ia juga merapikan ranjang suaminya.

__ADS_1


saat ia ingin menaruh pulpen yg terjatuh dilantai ia membuka laci dan menemukan sebuah foto 2 pengantin.


"siapa mereka?" ujarnya bingung.


"apa ini orang tua tuan kenzo?? jika benar ternyata orang tua tuan Kenzo sangat serasi dan cocok.


"huft...aku juga seperti tuan Kenzo, aku tidak memiliki ibu dan aku tidak tau siapa ayah kandungku" ujar Olivia bersedih hati.


gadis itu kembali melanjutkan aktivitasnya,setelah selesai Olivia menuju taman untuk menenangkan diri.


"namun ia teringat dengan ayah dan kakak tirinya itu.


"aku merindukan mereka tapi aku takut mereka menyiksaku jika aku pergi kesana,dan aku juga akan mendapatkan hukuman jika tidak izin dengan tuan kenzo" Olivia naik di ayunan yg ada ditaman membayangkan kehidupannya yg tidak seberuntung gadis lain.


"kapan aku bahagia,apakah aku tidak ditakdirkan untuk tidak bahagia ya tuhan.....apa kah aku tak pantas mendapatkan sebuah kebahagiaan" ucapnya sembari menumpahkan air mata dan merasakan kehidupannya yg rumit dan tersiksa.


"aku ingin sekali pergi dari kota ini jika bisa aku pergi dari negaraku ini saja" sambungnya lagi.


...****************...


...****************...


...****************...


hari sudah sore.


seperti biasa Olivia menyambut kedatangan Kenzo.


Olivia hanya diam dan mengerjakan semua tugas² nya yg ada disurat perjanjian,ia lelah untuk mengalah ia ingin berani sedikit namun tidak bisa.

__ADS_1


"bisakah aku melawan mereka semua?? sudah berapa banyak aku mendapatkan penyiksaan ini" ujar Olivia memegangi kepalanya yg terasa sakit


saat Olivia sedang menyapu kamarnya tiba tiba pak Jang mengatakan bahwa tuan Kenzo memanggilnya


__ADS_2