Istri Kontrak Sang CEO Kejam

Istri Kontrak Sang CEO Kejam
Bab 3


__ADS_3

"baik,yang kau lakukan sekarang adalah tinggal di apartemenku mulai dari sekarang"


Olivia hanya bisa menurut karna ia sudah dibeli oleh pria didepannya.


ia ingin menangis saat ini namun ia tahan sebisa mungkin agar tidak terlihat lemah Dimata lelaki ini"


"dan kau harus menandatangani surat ini"


Kenzo melempar sebuah map coklat ke arah Olivia,ia tersenyum sinis melihat penampilan Olivia yang kampungan.


"sangat beda jauh dari kekasihku"


ucapnya dalam hati.


Olivia menandatangani tanpa membacanya terlebih dahulu,karna percuma ia menolak toh akhirnya harus dilakukan juga.


"tuan bolehkah aku meminta satu syarat"


"sebutkan!"


"setelah kita menikah nanti,aku tidak ingin ada hubungan kontak fisik"


"ck,siapa juga yg ingin menyentuhmu,masih bagusan tubuh kekasihku dibanding dengan dirimu,dirimu tidak ada apa apanya dengan kekasihku"


"baik anda harus tepati perkataan anda tuan"


"cihh menyedihkan sekali hidupmu gadis kecil"


Olivia pun dibawa kekamar nya,ia melihat sekeliling kamarnya yg begitu luas,ia pun sampai tidak bisa berkedip.


"lebih luas dari halaman rumahku"


gumamnya.


Olivia membersihkan dirinya dikamar mandi dan menggunakan pakaian yg sudah ia bawa.


sementara dirumah ayahnya Olivia,Tampak pria tua itu kebingungan mencari anak tirinya.


"berani sekali dia kabur dari rumah lihat saja kau gadis pembawa sial"


ayah Olivia menatap pakaian Olivia dengan amarah yg menggebu gebu,ia melihat isi lemari Olivia sudah tidak ada pakaiannya.

__ADS_1


...****************...


...****************...


...****************...


kini Olivia sedang menyusun tempat tidurnya.


tiba² pintu kamarnya diketuk


"permisi nona"


"iya ada apa bi"ujar Olivia dengan sopan


"non,tuan muda menyuruh Anda untuk turun kebawah"


"iya bi"


Olivia pun mengikuti pelayan dari belakang,ia menuju meja makan.


disana sudah ada Kenzo yang menatapnya dengan tajam


"maaf tuan tadi saya sedang membersihkan tempat tidur saya"


"saya benci orang yg banyak bicara,cepat siapkan makan malamku"


Olivia hanya menurut,ia pun kemudian menyiapkan makan malam Kenzo dengan cekatan.


Kenzo melihat semua pergerakan Olivia.


"lumayan,ternyata dia pintar memasak"


batinnya dengan menatap tajam.


setelah itu Olivia menaruh makanan yang ia buat di atas meja


sementara Kenzo langsung memakannya.


"sebelum aku makan,kau tidak boleh makan tetapi kau boleh makan setelah aku sudah makan,paham!!!"


"saya paham"

__ADS_1


Olivia berdiri disamping Kenzo menahan rasa sakit dikakinya.


bagaimana tidak,Kenzo sengaja memperlambat makannya agar ia berdiri lebih lama.


*


*


*


setelah selesai makan,Kenzo langsung meninggalkan Olivia tanpa memperdulikan keadaan gadis itu.


"tahan Olivia,hanya 1 tahun setelah itu kau bebas"


batin gadis itu.


keesokan harinya.


Olivia mengerjakan tugasnya sesuai perintah Kenzo namun keadaannya pagi ini terlihat sedang tidak baik² saja.


wajahnya terlihat pucat jalannya sedikit sempoyongan.


bi Mirna pun melihat keadaan Olivia yg tidak baik itu.


"non,apa non sakit wajahnya terlihat sangat pucat"


"tidak bi aku tidak apa apa"


"tidak non mari bibir obati"


"tidak perlu BI aku harus segera melanjutkan pekerjaanku nanti tuan Kenzo akan marah padaku"


Olivia menyiapkan sarapan Kenzo dengan cekatan,ia menahan rasa sakit dikepalanya membuat jalan nya sedikit sempoyongan,Kenzo melihat dengan jelas.


"itu salahmu karna berani masuk kedalam hidupku"


ujarnya diatas tangga.


padahal dia sendiri yg nikahi Olivia ygy.


Kenzo pun turun kebawah dengan angkuh,ia duduk di meja makan menunggu sarapannya dihidangkan,Olivia paham ia pun segera menyiapkan makanan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2