Istri Kontrak Sang CEO Kejam

Istri Kontrak Sang CEO Kejam
Bab 90


__ADS_3

#Bab 90#


Olivia kembali mengacuhkan suaminya dan kini pria itu tampak kehabisan kesabaran nya.


"jawab pertanyaanku dear,aku paling tidak suka seseorang mengacuhkanku apalagi istriku sendiri" ujar Kenzo tegas namun Olivia sama sekali tidak perduli.


"aku ingin sendiri,bisakah kau pergi dulu?" ujar Olivia menatap suaminya datar.


"tidak! aku tetap disini" ujar Kenzo dengan arogant membuat Olivia membuang nafasnya dengan kasar.


"baik,kalau begitu biar aku yang pergi" ujar Olivia hendak turun dari pangkuan suaminya namun pria itu semakin mengeratkan pelukannya.


"katakan mengapa kau tiba tiba marah padaku"


"tidak ada masalah apapun,aku hanya ingin sendiri"


"aku tau kau berbohong dear" ujar Kenzo menatap tajam istrinya itu,namun Olivia yang sudah mulai sedikit ketakutan pun berusaha menahannya agar tidak menangis didepan lelaki ini.


"katakan atau aku akan menghancurkan ayah tirimu dan kakak tirimu" ancam Kenzo membuat Olivia membulatkan matanya.


"apa maksudmu mu?" tanya olivia tak terima.


"jika tidak ingin maka katakan dear"


"aku sudah mengatakannya jika tidak ada masalah apapun"

__ADS_1


"baik kau yang memintaku untuk berbuat seperti ini" Kenzo pun menurunkan istrinya dan mengambil ponselnya kemudian pria itu menelfon seseorang


"bakar rumah milik ayah tiri istriku dan bunuh kakak perempuannya" ujar Kenzo tak main main membuat Olivia terkejut.


"jangan kenz,kumohon....hiks...hiks..hiks" ujar Olivia menangis memegang kaki pria itu membuat Kenzo terkejut.


"dear" lirihnya dan mengangkat tubuh istrinya,membawa kedalam pelukannya.


"ku mohon jangan lakukan itu...hiks" ujar Olivia terisak.


"aku tidak mungkin melakukan itu dear...aku sangat mencintaimu mana mungkin aku akan membuat istriku terluka"


Olivia semakin menangis,ia sebenarnya kesal dengan perbuatan suaminya dulu,namun ia sudah melupakannya tadi dan dia hanya ingin sendiri.


"katakan padaku" tanya Kenzo saat mereka berada di ruang tamu.


"apa?" tanya Kenzo semakin penasaran


"aku hanya kesal denganmu hubby"


"aku? apa salahku dear"


"aku hanya mengingat perbuatan mu dulu dan itu kembali membuat ku kesal" ujar Olivia menunduk membuat Kenzo menghela nafas dengan berat.


"jadi kau marah padaku soal masa lalu? lupakan dear aku juga sakit mengingatnya maafkan aku jika menyakitimu aku tau aku bersalah maka dari itu aku minta maaf" ujar Kenzo memohon di depan wanitanya dengan jongkok.

__ADS_1


"sudahlah by,aku sudah memaafkanmu aku hanya kesal saja dan ingin sendiri tadi"


"kau boleh marah padaku dear,tapi jangan lewatkan sarapan mu" ujar Kenzo menarik istrinya menuju meja makan.


*


*


*


saat makan,tiba tiba Luna datang kembali membawa coklat ditangannya.


"kak kenz,aku mempunyai coklat panas favorit mu" ujar Luna menatap Kenzo dengan tatapan memuja.


"aku tidak suka"


"loh? bukannya kakak dulu selalu minum ini setiap ke sekolah"


"itu dulu,sekarang ya sekarang aku lebih suka susu sekarang" ujar Kenzo dingin.


"susu apa kak? biar aku buatkan" ujar Luna hendak menuju dapur untuk membuat susu namun Kenzo menahannya.


"hentikan! meskipun kau buatkan aku tetap tidak mau,dan susu yang kumaksud bukan susu itu,tapi susu milik istriku" ujar Kenzo santai tak memperdulikan tatapan membunuh Olivia.


namun Luna kebingungan dan menatap Olivia dengan sejuta pertanyaan sementara Olivia yang di tatap hanya diam.

__ADS_1


"Olivia,Diaman susunya?"


"eh..anu...emm su-sudah habis" ujar Olivia gugup namun justru Kenzo tertawa keras


__ADS_2