
"Yaang, ahhh..aku kangen " Bintang mengulurkan tangannya untuk mere mas sesuatu dibawah sana yang sudah mengeras dibalik celana piyama Dipa.
"Disana kamu tidak jajan kan ?" tanya Bintang.
"Argh..gimana bisa jajan kalau kakak kamu ngebuntutin aku terus kemana-mana" jawab Dipa disertai erangan karena tangan nakal Neng geulisnya terus mere mas miliknya dibawah sana.
"Jadi kalau tidak ada kak Daniel kamu mau jajan gitu ?" Bintang langsung melotot.
"Ya tidak dong Neng, aku lebih suka yang di rumah. Lebih enak dan sehat juga terjamin kebersihannya dan yang terpenting halal " jawab Dipa. Mereka seperti yang sedang membicarakan makanan saja. Dan Bintang pun tersenyum senang.
Dipa mengangkat sedikit tubuhnya untuk mengeluarkan senjata pamungkasnya yang sudah sangat menyesakkan celananya, setelahnya ia meloloskan segitiga pengaman milik Bintang. Dengan sukarela Bintang pun membuka pahanya untuk memberi ruang tubuh kekar suaminya berada diantaranya.
Bintang dan Dipa memutuskan bermain aman, ia tidak mau sampai si Aa gantengnya memergoki mereka sedang saling himpit dalam keadaan telanjang.
Tubuh Langit terguncang lembut seiring gerakan yang Dipa lakukan terhadap tubuh Bundanya.
Dipa menyumpal mulut Bintang dengan bibirnya agar suara-suara erotis tidak sampai terdengar oleh putranya.
Sampai pergumulan panas itu selesai Langit masih tertidur lelap dan sama sekali tidak terusik.
Dipa yang masih berada diatas tubuh Bintang tertawa menyadari aksi nekad mereka yang melakukan hubungan intim di sebelah Langit.
"Untung Aa tidak bangun " Dipa menggulirkan tubuhnya turun dari atas tubuh Bintang dan memakai kembali celananya, begitu juga dengan Bintang.
Setelah menciumi wajah Bintang, Dipa kembali berpindah ke tempat semula menempatkan si Aa gantengnya ditengah dan mereka pun tertidur sambil memeluk Langit.
Keesokannya kemanjaan Langit belum selesai.Bocah itu bersikeras ingin pergi ke sekolah dengan diantarkan oleh Dipa.
"Jadi hari ini Aunty libur nih nganterin kalian ?" tanya Dina sambil menyiapkan bekal untuk ketiga bocah itu.
"Iya, Aunty libur dulu ya " jawab Langit.
"Baiklah ganteng, jadi hari ini Aunty mau ikut Om Leon saja ke rumah sakit" jawab Dina.
Setelah semua siap Dipa pun menggiring ketiga bocah itu masuk kedalam mobilnya. Ia akan mengantarkan Bunga, Langit dan Lana ke sekolah sebelum ia pergi ke kantor. Tidak lama kemudian Leon pun pergi bersama Dina, tinggalah Bintang dan Mama Niken berdua karena Papa Ardi pun sedang bersiap untuk pergi mancing dengan sopirnya.
__ADS_1
Dulu Papa Ardi selalu meledek sopirnya yang sangat hoby mancing. Kini setelah Papa Ardi memutuskan lengser dari Perusahaan dan menyerahkan urusan perusahaan sepenuhnya kepada Dipa beliau malah ikutan sopirnya yang hoby mancing.
Setelah Papa Ardi pergi membawa tas pancingnya tinggalah Bintang dan Mama Niken di rumah.
"Neng sini ikut Nama !" Mama Niken menggamit tangan Bintang dan membawanya ke kamar.
"Ada apa Mah ?" tanya Bintang.
Setelah sampai di kamarnya Mama Niken mengeluarkan beberapa kotak perhiasan dari dalam brankas.
"Waaah..perhiasan Mama banyak banget, bagus-bagus lagi " Bintang menatap satu persatu kotak perhiasan yang Mama Niken buka dan di jajarkan diatas kasurnya.
"Kamu boleh pilih satu set yang kamu suka " titah Mama Niken.
"Serius Ma ?" mata Bintang langsung membola.
"Ya serius Neng, anggap saja ini hadiah dari Mama. Sejak kamu menikah dengan Dipa Mama belum pernah memberikan apapun untuk kamu. Bahkan Mama tidak memberikan pesta pernikahan yang layak untuk kamu..Mama itu seperti punya utang sama kamu , Neng " tutur Mama Niken dengan wajah sendu.
"Setelah kamu melahirkan bagaimana kalau kita bikin resepsi pernikahan kamu sama Dipa, Mama sudah bicara sama Papa dan Papa sudah setuju "
"Tidak usah Mah, tanpa resepsi pun aku bahagia menjadi istri Mas Dipa. Aku malah berterimakasih sama Mama yang sudah melahirkan putra setampan dan sebaik Mas Dipa, tajir lagi "
"Dasar matre " sungutnya. Mama Niken tau jika Bintang hanya becanda karena orangtua Bintang pun tidak kalah kaya dari Papa Ardi.
"Jadi mau pilih yang mana nih ?" tanya Mama Niken sambil menunjuk semua kotak perhiasan miliknya.
"Terserah Mama saja, yang manapun yang Mama kasih aku akan terima " jawab Bintang.
Mama Niken akhirnya mengambil satu set perhiasan yang dihiasi batu saphir yang sangat cantik dan ia berikan untuk Bintang.
"Menurut Mama ini cocok untuk kamu " ucap nya.
"Terimakasih Mah " jawab Bintang senang. Ia akan memakai perhiasan itu saat syukuran empat bulanan kehamilannya Minggu depan.
"Mama yang harus bilang terimakasih sama kamu. Kamu adalah sumber kebahagiaan putra kebanggaan Mama, sumber kebahagiaan Papa dan Mama juga. Kamu sudah kasih Mama cucu yang ganteng, dan sekarang malah mau tambah lagi " ujar Mama sambil mengelus perut Bintang yang sudah terlihat menonjol.
__ADS_1
Obrolan hari keduanya terjeda dengan kedatangan Dipa. Bintang langsung keluar dari kamar Mama Niken ketika mendengar suara Dipa.
"Loh Sayang kenapa pulang lagi, ada yang tertinggal ?" Bintang menghampiri Dipa.
"Iya..ada berkas yang tertinggal " jawab Dipa seraya masuk ke ruangan kerjanya untuk mengambil berkas yang tertinggal.
"Ketika ia keluar dari ruang kerjanya Dipa terkejut ketika Bintang menghadangnya dengan tas tersampir di bahu nya.
"Loh..loh..mau kemana Neng ?" tanya Dipa.
"Aku mau ikut kamu ke kantor, mau nemenin kamu " jawab Bintang.
"Kamu yakin mau ikut aku ke kantor ? nanti kamu bosan loh "
"Tidak akan " jawab Bintang menatap Dipa dengan pupy eyes nya membuat Dipa tidak tega untuk menolaknya.
"Baiklah, terus anak-anak bagaimana pulang sekolahnya?" tanya Dipa sambil menggandeng tangan Bintang menuju mobilnya.
"Dina yang jemput " jawab Bintang.
Setibanya di kantor Bintang bukannya menemani Dipa di ruangannya, ia malah asik mengganggu pekerjaan Amira.
Kedua wanita itu asik mengobrol berdua sampai-sampai Dipa ngomel-ngomel karena merasa diabaikan.
"Kamu itu kesini mau nemenin aku atau mau nemenin Amira sih Neng ?" tanya Dipa dengan wajah cemberut.
"Ya nemenin kamu Mas, sambil ngobrol sama Amira juga " jawab Bintang dengan cengirannya.
"Kalau mau temenin aku duduknya disini dong jangan jauhan " Dipa menepuk pahanya menyuruh Bintang duduk disana.
Bintang pun beranjak duduk di pangkuan Dipa.
"Emang kamu nyaman kerja sambil pangku aku begini ?" tanya Bintang
"Nyaman kok " jawab Dipa seraya mengusap paha mulus Bintang karena mini baby doll nya sedikit tersingkap.
__ADS_1
"Sayang..kerja yang bener jangan kelayapan tangannya !" Bintang menahan tangan Dipa yang mulai bergerilya dibalik bajunya.
Dipa terkekeh dan kembali fokus dengan laptopnya. Dipa sesekali mengusap perut Bintang dan mencium bibirnya sekilas kemudian kembali kepada laptopnya..begitu terus menerus sampai waktunya makan siang.