Istri Simpanan

Istri Simpanan
Cita-Cita Daniel


__ADS_3

Setelah si kembar Shakila dan Shakira lahir, sikap manja Langit semakin menjadi saja. Setiap hari bocah tampan itu selalu mencari perhatian Bintang dan Dipa.


Bintang yang sedang menyusui si kembar terkadang dibuat repot dengan rengekan Langit yang ingin bermanja dengan Bundanya. Beruntung Dipa selalu punya cara untuk membujuk Langit dan akhirnya Langit pun menjadi semakin manja kepada Ayahnya. Setiap malam Langit selalu ingin tidur dengan Dipa.


Dipa tentu saja tidak keberatan karena ia sedang menjalani puasa selama 40 hari, namun setelahnya ia harus mencari cara agar Langit kembali tidur di kamarnya.


Ketika libur sekolah telah berakhir dan anak-anak mulai masuk sekolah, Bintang pun mulai sibuk menyiapkan keperluan sekolah anak-anak.


Pagi-pagi Bik Asih bertugas memandikan Bunga sementara Bintang memandikan Langit dan menyiapkan semua keperluan sekolahnya.


Setelah Langit dan Bunga siap, mereka pun digiring untuk sarapan. Untuk urusan bekal makan semua Mama Niken yang siapkan dan disimpan di mobil Dina. Pada saat menjemput untuk diantarkan ke sekolah Dina tinggal memasukkan kedalam tas Bunga dan Langit.


Sambil menjalani masa pengobatan , Dina sangat membantu Bintang mengurusi anak-anak dengan mengantar jemput anak-anak ke sekolah karena Bintang kerepotan dengan bayi kembarnya.


Setelah anak-anak pergi ke sekolah bersama Dina, Bintang pun beranjak ke kamarnya untuk membangunkan Dipa setelah sebelumnya ia memeriksa si kembar yang masih terlelap dalam pengawasan kedua baby sitter nya.


"Mas, tidak akan ngantor nih..ini sudah siang loh !" Bintang menepuk-nepuk pipi Dipa lembut.


Bukannya bangun Dipa malah memeluk perut Bintang dan menyusupkan kepalanya disana.


Bintang tersenyum sambil menyisir rambut Dipa yang tebal dengan jarinya. Dipa pasti sangat mengantuk karena semalam ia menemani Bintang menyusui Shakila dan Shakira sampai hampir dini hari.


Hampir setiap malam si kembar selalu terbangun tengah malam dan ingin menyusu.Dan Dipa selalu setia menemani Bintang menyusui bayi Kembar mereka sambil terkantuk-kantuk.


Maksud hati ingin membangunkan Dipa yang ada pria itu malah semakin nyenyak memeluk perut Bintang karena keenakan dielus rambutnya.


"Mass..mau ngantor tidak ?"


Kali ini Dipa terpaksa bangun karena Bintang mencolek-colek hidungnya.


"Iya mau.." jawab Dipa malas.

__ADS_1


Perlahan ia memaksakan membuka matanya yang terasa berat. Ketika matanya sudah terbuka sempurna seraut wajah cantik neng geulisnya menyambutnya sambil tersenyum.


"Bangun yuk terus mandi..aku sudah buatkan sarapan untuk kamu " Bintang menarik tangan Dipa agar bangun.


"Aku mau sarapan kamu saja Neng !" pinta Dipa manja.


"Jangan dong..ingat kamu itu harus puasa 40 hari " Bintang mengingatkan.


"Puasa yang bawah kan, kalau yang ini boleh dong " Dipa mengulurkan tangannya untuk mere mas dada Bintang yang semakin montok setelah melahirkan.


"Stt..ga boleh, nanti kebablasan " Bintang menangkis tangan Dipa membuat pria itu langsung mengerang frustasi.


"Sudah buruan mandi sana nanti ke kantornya telat !" Bintang menarik tangan Dipa kemudian mendorongnya ke kamar mandi.


Dengan menggerutu Dipa pun masuk ke kamar mandi dan Bintang menyiapkan baju untuk Dipa pakai hari ini ke kantor.


Setelah selesai mandi Bintang membantu Dipa berpakaian lengkap termasuk dasinya. Selagi Bintang memakaikan dasi dileher Dipa tangan pria itu iseng meremas bokong Bintang.


"Awas saja kalau di kantor kamu genit sama karyawan kamu hanya karena sedang puasa. Ingat ya..segala prilaku kamu di kantor akan sampai ke telinga aku " tutur Bintang penuh ancaman.


"Bukan hanya dia..masih banyak lagi " jawab Bintang.


"Jangan bilang si Felix juga " keluh Dipa. "Kamu masa tidak percaya sama suami sendiri sih Neng, aku tuh udah cinta mati sama kamu " gombal Dipa.


"Gombal..sudah selesai kita sarapan " Bintang mengusap kedua bahu Dipa dan mereka pun turun menuju ke ruang makan.


Di kamar bayi kedua baby sitter sedang sibuk memandikan si kembar yang sudah bangun beberapa menit yang lalu.


Ketika Dipa selesai sarapan di kembar pun sudah cantik dan wangi, keduanya dibawa ke teras untuk dijemur dibawah sinar matahari pagi.


"Cantiknya Ayah sudah wangi " Dipa menciumi satu persatu bayinya yang berada dalam baby twin stroller.

__ADS_1


Sebetulnya Dipa masih ingin menemani si kembar sampai selesai berjemur namun Amira beberapa kali menghubungi Bintang memberitahu jika pagi ini Dipa ada rapat penting. Amira terpaksa menghubungi Bintang karena Dipa belum mengaktifkan ponselnya sejak bangun tidur.


"Buruan Sayang..Amira beberapa kali bel aku katanya kamu ada rapat penting, jangan sampai Amira laporan sama Papa karena kamu jadi malas kerja " ancam Bintang.


"Ck..repot kalau sekertaris sudah dekat dengan big bos, bisanya ngadu..lama-lama aku pecat juga di Mira " Dipa menggerutu.


"Kalau kamu pecat Amira siap-siap saja kamu berhadapan sama aku, Papa dan kak Daniel..soalnya dia kan calon menantu Papa "


"Waduh ..tambah berabe kalau begitu " gumam Dipa sambil masuk kedalam mobilnya. Namun tidak lama kemudian ia keluar lagi dan menghampiri Bintang.


"Apa ada yang tertinggal ?" tanya Bintang.


"Iya..kamu !" jawab Dipa seraya menyatukan bibir mereka dan melu matnya dengan lembut.


Kedua baby sitter si kembar yang baru bekerja selama beberapa hari tampak melongo dengan wajah yang tersipu.


"Emang gitu kelakuan Pak Dipa..suka tidak tau tempat " tutur Bintang setelah Dipa mengakhiri ciumannya dan kemudian masuk kedalam mobilnya.


Setelah mobil Dipa berlalu kini Bintang kembali fokus kepada si kembar yang sedang bergerak lembut didalam baby twin stroller nya.


Sementara di kota lain Daniel baru saja khatam Alquran, pria tampan dengan tato dilengannya itu tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Ia terlihat menitikkan air matanya.


Jika ia pulang nanti satu hal yang pertama akan ia lakukan adalah ia ingin mengunjungi makam Mamanya.


Daniel ingin memperlihatkan kepada Mamanya jika kini ia bukan anak berandalan lagi..Daniel sekarang sudah bisa mengaji.


Setelah mengunjungi makam Mamanya ia akan meminta Papanya untuk segera melamar Amira. Meski belum sempurna namun Daniel akan terus berusaha belajar untuk memantaskan diri dengan Amira.


Selain itu Daniel juga akan mencari dokter estetik di Korea untuk menghilangkan bekas tato di lengannya.


Dulu Daniel begitu bangga dengan tato nya itu, namun sekarang ia ingin membersihkan tubuh dan hatinya. Daniel akan memberi pengertian kepada Langit yang menginginkan Daniel membuat tato namanya di lengan Daniel.

__ADS_1


Daniel juga akan fokus pada usaha legal yang sedang digelutinya yang sekarang ada dalam pengawasan Bintang dan Dipa.


Beruntung Daniel mempunyai adik dan adik ipar yang bisa diandalkan sehingga ia tidak perlu khawatir meskipun sedang mondok di Pesantren.


__ADS_2