
Sepanjang perjalanan pulang sudah lima kali Dipa menghentikan mobilnya karena Bintang ingin membeli jajanan di pinggir jalan.
Sebenarnya Dipa kurang setuju jika Bintang jajan sembarangan, namun ia tidak berani melarang karena takut istrinya itu akan murka.
"Mau Mas ? ini enak loh " Bintang menyodorkan jajanannya kearah Dipa. Meskipun tidak terlalu menyukai namun Dipa sengaja melahapnya banyak-banyak agar Bintang kebagian sedikit.
"Makannya jangan serakah dong Mas, aku kan jadi kebagian sedikit " Bintang terlihat kesal dan memukul tangan Dipa. Dipa hanya terkekeh.
"Mas, aku mau mampir ke Panti Asuhan dong..sudah lama aku tidak kesana " ajak Bintang. Dipa mengangguk kemudian melajukan mobilnya menuju Panti Asuhan Kasih Ibu.
Di jalan mereka mampir ke toko sembako untuk membeli banyak sembako yang akan dibawa ke Panti Asuhan.
Dipa menyuruh pihak toko mengantarkan langsung ke panti asuhan karena mobilnya tidak muat untuk mengangkut semua barang yang mereka beli.
"Apa masih ada yang ingin dibeli ?" tanya Dipa sambil menggandeng tangan Bintang menuju mobilnya.
"Sudah ah aku cape " jawab Bintang.
"Apa perlu aku gendong ?" tanga Dipa menggoda.
"Ck..enak saja aku masih kuat jalan " Bintang menolak.
Bintang dan Dipa pun melanjutkan perjalanan menuju Panti Asuhan Kasih Ibu tempat Bintang dibesarkan.
Setibanya disana Bintang dibuat melongo karena disana sedang dilakukan renovasi di bagian kamar anak-anak panti.
Bangunan yang dulunya hanya satu lantai kini sedang dalam tahap pembangunan menjadi dua lantai. Selain itu di bagian halaman juga sedang dibuat tempat bermain.
"Ya ampun Bintang..ibu kangen sekali sama kamu " Bu Dewi langsung memeluk Bintang begitu mantan anak asuhnya itu turun dari mobil.
"Hampir sebulan tidak kesini banyak yang berubah" ujar Bintang.
"Sebulan yang lalu Papa dan kakak kamu mampir kesini, katanya habis nginap di rumah kamu. Mereka yang mengurus semua ini..ibu tidak tau apa-apa" jawab Bu Dewi.
"Kenapa Papa tidak bilang sama aku sih ! " gumam Bintang.
"Papa kamu bilang katanya kamu lagi hamil jadi tidak dilibatkan dalam proyek ini " Bu Dewi mengelus rambut Bintang dengan lembut.
"Walaupun Bintang tidak dilibatkan seharusnya mereka melibatkan aku juga " ujar Dipa.
__ADS_1
"Kamu juga kan pasti repot ngurusin yang lagi ngidam " Bu Dewi menepuk bahu Dipa.
"Hmm..yang ada kebalik Bu, justru aku yang repot ngurusin dia..Langit sama Bunga yang mau punya adik malah Ayahnya yang manja banget " cibir Bintang membuat Dipa tertawa.
"Tidak apa-apa..yang penting kalian saling menyayangi " ujar Bu Dewi.
"Oh iya..Ibu turut prihatin atas musibah yang menimpa Dina, semoga Dina dan dokter Leon diberi kesabaran dan keikhlasan menghadapi cobaan ini " ujar Bu Dewi lirih.
"Aamiin " jawab Bintang dan Dipa kompak.
"Kalian kesini kenapa tidak bawa Langit dan Bunga ? Ibu kangen sama mereka "
"Mereka sekolah Bu, akhir pekan aku akan ajak mereka kesini " jawab Dipa.
"Bagaimana reaksi Bunga dan Langit saat mendengar akan punya adik ?" tanya Bu Dewi.
"Mereka sangat senang Bu, apalagi saya " jawab Dipa.
"Syukurlah, Ibu bahagia melihat kalian seperti sekarang ini " Bu Dewi mengelus kepala Bintang penuh kasih sayang.
"Kalau dielus begini aku jadi ngantuk " Bintang tiba-tiba menguap.
Bintang yang tidak dapat menahan kantuknya akhirnya memutuskan untuk tidur di kamarnya. Sementara Dipa kembali ke kantor karena ada pekerjaan yang harus ia selesaikan dan akan menjemput Bintang sepulang dari kantor nanti.
Bu Dewi menatap anak asuh kesayangannya yang tidur dengan pulas, ia tersenyum mengingat beberapa tahun yang lalu saat Bintang masih tinggal bersamanya.
Jalan hidup yang berliku dan penuh air mata yang telah Bintang lalui akhirnya membawa gadis itu kepada kebahagiaan bersama Dipa dan keluarga kecil mereka.
Bintang yang sedang tertidur pulas di panti asuhan tidak mengetahui jika Dina dan Leon yang baru pulang makan di luar bersama Lana, Langit Bunga mengajak mampir ke panti asuhan.
"Neneeek..!" ketiga bocah itu berlari memeluk Bu Dewi penuh kerinduan.
"Loh..kalian janjian sama Bintang kesini ? kalau tau kalian akan datang ibu akan masak untuk kalian " ujar Bu Dewi.
"Tidak perlu Bu, kami sudah makan diluar " jawab Dina.
"Nenek aku mau main disana " Langit menunjuk area bermain yang baru jadi.
"Iya tapi hati-hati takut ada cat nya yang belum kering " jawab Bu Dewi.
__ADS_1
"Biar saya yang temani mereka " Leon mengikuti ketiga bocah itu yang langsung anteng mencoba semua mainan yang ada disana.
"Bintang juga ada disini, dia sedang tidur di kamarnya " bisik Bu Dewi.
"Bintang disini ? " mata Dina langsung membola.
Dina langsung beranjak menuju kamar Bintang dimana sahabat sekaligus kakak iparnya itu berada .
"Bi, Lu ada disini ? " Dina mencolek-colek hidung Bintang.
"Maaass, diam jangan ganggu dong " Bintang menepiskan tangan Dina.
"Woooy..gw Dina, bukan Mas Dipa " teriak Dina ditelinga Bintang.
"Brengsek..berisik Lu " Bintang langsung bangun sambil menutup telinganya.
"Lu ngapain tidur disini ? jangan bilang lu lagi berantem sama Mas Dipa dan minggat kesini " tebak Dina.
"Enak saja, orang gw kesini juga sama Mas Dipa. Tapi dia pergi lagi ke kantor " jawab Bintang.
"Gw pikir Lu berantem sama Mas Dipa " Dina terkekeh.
"Lu sendiri ngapain kesini ?" Bintang duduk bersila di ranjang nya yang kecil.
" Gw sama Leon habis ngajak anak-anak makan di luar terus mampir kesini.. sudah lama ga kesini pangling juga banyak yang berubah " jawab Dina. Dulu sewaktu sekolah hampir setiap hari Dina mampir kesini karena kesepian di rumah.
"Gw kangen masa-masa dulu waktu gw suka nginep disini " Dina terkekeh sambil mengedarkan pandangannya di sekeliling kamar Bintang yang tidak banyak berubah sama seperti dulu. " Dulu gw lebih betah disini daripada di rumah "
Semua obrolan tentang masa lalu Bintang dan Dina langsung buyar ketika terdengar keributan dari arah luar, tepatnya dari arah tempat bermain.
"Pasti Bunga dan Lana berantem lagi..Lu tunggu saja disini biar gw lihat " Dina langsung berlari keluar dan ternyata benar saja. Leon dan bu Dewi tampak sedang berusaha melerai Bunga dan Lana yang sedang bertengkar rebutan ayunan.
Lana dan Bunga akhirnya berhenti bertengkar setelah Leon dan Dina menggendong mereka satu orang satu.
Bunga menangis di gendongan Leon dan Lana menangis di gendongan Dina.
"Mereka itu persis seperti kamu dengan Bintang, awas saja jangan sampai mereka nantinya rebutan pacar seperti kalian " sindir Bu Dewi.
"Ibuuuu !" Dina menatap bu Dewi yang berlalu sambil tersenyum. Sementara Leon tampak salah tingkah sambil menggaruk tengkuknya.
__ADS_1