
Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🤭🤭🤭
Setelah kemeriahan pesta semalam usai, semua pulang ke rumah kecuali Daniel dan Amira yang menginap di hotel untuk dua hari kedepan.
Papa David pulang ke rumah Bintang dan keluarga Dipa pulang ke rumah mereka.
Langit dan Bunga langsung tertidur karena kelelahan. Begitu juga dengan si kembar yang tidur pulas di kamar bayi dalam pengawasan kedua baby sitter mereka.
Dipa di kamarnya tampak sedang membantu melepaskan satu persatu hiasan yang menghiasi rambut indah Bintang.
"Yang..mengenai kado paket bulan madu untuk Amira dan kak Daniel bagaimana kalau kita cancel saja " ucap Bintang membuat Dipa langsung berhenti melepaskan jepitan di rambut Bintang.
"Loh kenapa,Neng ?" tanya Dipa heran.
"Aku dengar-dengar mereka ada niat mau pergi umroh setelah menikah, bagaimana kalau paket bulan madunya diganti menjadi paket umroh "
"Aku sih tidak masalah " jawab Dipa sambil duduk ditepi ranjang setelah menyelesaikan tugasnya.
"Oke, nanti kita bilang mereka.. terimakasih ya Sayang. Aku makin cinta sama kamu " Bintang menjembel kedua pipi Dipa dengan gemas.
"Aku juga makin cinta sama kamu " balas Dipa sambil meraih pinggang Bintang kemudian menerangkannya dalam pelukannya.
"Ssstt...malam ini kamu libur dulu ya, aku sedang halangan" Bintang mencubit ujung hidung Dipa.
"Argh..menyebalkan sekali " Dipa tampak kesal membuat Bintang tertawa.
"Tapi buat suamiku yang ganteng ini aku akan kasih jalan alternatif..mau tidak? " bisik Bintang dengan suara menggoda membuat wajah Dipa langsung berbinar bahagia.
"Ya mau dong Neng, gini nih enaknya kalau punya istri masih muda..sedang nakal-nakalnya " Dipa tertawa dan membiarkan tangan mungil Bintang menyusup dibalik celananya dan mengeluarkan benda didalamnya.
"Enak saja bilang aku nakal " sungut Bintang sambil merunduk dan mulai melahap sosis jumbonya.
"Nakal sama suami itu ada pahalanya ,Neng...aahhhmm " tutur Dipa sambil memejamkan matanya menikmati permainan lidah Bintang dibawah sana.
Meskipun sedang berhalangan namun Bintang masih berusaha untuk tetap memanjakan suaminya yang semakin hari semakin meningkat level manja dan mesum nya.
Tidak butuh waktu lama bagi Bintang untuk membuat Dipa mengejang dan menge rang saat Dipa berhasil mencapai puncaknya.
"Hheeumm..makin cinta sama kamu Neng " Dipa menciumi seluruh wajah Bintang.
Setelahnya Dipa meraih tubuh Bintang dan menenggelamkannya dalam pelukannya sampai wanita muda itu terlelap.
Disaat Bintang dan Dipa sudah terlelap, lain lagi dengan Daniel dan Amira yang sedang berada di kamar hotel yang sama dengan tempat resepsi beberapa jam yang lalu.
__ADS_1
Daniel tidak jauh dengan Dipa, pria itu baru selesai membantu Amira melepaskan aksesoris di hijabnya. Tidak butuh waktu lama bagi Daniel untuk melihat rambut hitam Amira untuk yang pertama kalinya.
"Ada lagi yang mau dilepas ?" tanya Daniel memancing.
"Tidak..sudah itu saja " jawab Amira.
"Padahal aku maunya bukan hanya hijab kamu saja yang aku lepas, tapi yang lain juga "
Amira yang baru mengerti arti ucapan Daniel pun tersenyum. Sebagai wanita dewasa bahkan usia Amira lebih tua dari Bintang tentu mengerti apa yang sedang suaminya itu inginkan sekarang.
"Memangnya kamu mau melepaskan apa lagi Mas ?" tanya Amira.
"Ini dulu " jawab Daniel sambil meraih Amira dan melepaskan satu persatu kancing piyamanya.
Amira diam mematung membiarkan Daniel melakukan apa yang ia mau karena pria itu sudah berhak untuk melakukannya.
"Lalu Ini " Daniel melingkarkan tangannya di dada Amira untuk melepaskan pengait bra di punggung Amira.
Setelah pembungkus itu terlepas, tampaklah dua gunung kembar Amira yang padat dan bulat dengan puncaknya yang merah kecoklatan.
"Boleh aku..."
Daniel tidak sempat melanjutkan ucapannya karena Amira langsung mengangguk mengijinkannya.
Dulu Daniel tidak pernah permisi jika akan menjamah wanita yang diinginkannya, namun ia langsung tobat ketika ia nyaris memperkosa adiknya sendiri.
Dan setelahnya ia tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun sampai akhirnya Daniel bertemu dengan Amira.
Daniel tidak pernah menyembunyikan masa lalunya yang kelam kepada Amira. Dan Daniel sangat beruntung karena Amira tidak mempermasalahkan masa lalu Daniel. Bagi Amira Daniel sudah mau berubah dan berusaha memperbaiki diri saja itu sudah cukup.
Amira meremat rambut Daniel ketika pria itu mulai melahap kedua dadanya bergantian dan menghisap pu tingnya dengan kuat.
Puas bermain dengan dua aset Amira, Daniel pun mulai menurunkan celana piyama Amira berikut ce lana dalam berendanya.
Setelahnya Daniel pun meloloskan semua pakaian yang melekat ditubuhnya hingga benar-benar polos.
Amira sedikit ngeri melihat junior Daniel yang berukuran panjang dan besar. Ia tidak dapat membayangkan jika benda itu memasuki tubuhnya pasti rasanya menyakitkan.
"Kenapa..kamu takut ya ? " tanya Daniel sambil tertawa geli melihat ekspresi wajah Amira yang ketakutan.
"Iya sedikit " jawab Amira polos.
"Sekarang kamu bilang takut, nanti lama-lama malah suka " Daniel mengambil tangan Amira dan menuntunnya untuk menyentuh keperkasaannya.
__ADS_1
"Maaas ih.." Amira hendak menarik tangannya namun Daniel menahannya.
"Dia ingin dimanja sama kamu " bisik Daniel dengan suara seraknya.
Amira yang polos tampak pasrah mengikuti kemauan Daniel sang mantan Casanova.
Amira terlihat tegang ketika Daniel melebarkan kedua paha Amira bersiap untuk melakukan penyatuan.
"Jangan takut, aku akan pelan-pelan" bisik Daniel dan Amira pun mengangguk.
Amira menahan napasnya ketika merasakan ada benda asing yang mulai memasukinya.
"Kalau sakit Kamu gigit saja bahu aku " perintah Daniel lagi-lagi dijawab anggukan oleh Amira.
Daniel menekan tubuhnya semakin memasuki Amira.
" Maass.." Amira mencengkram punggung Daniel ketika satu hentakan kuat merobek sesuatu dibawah sana menghasilkan rasa sakit dan perih.
Daniel membenamkan dirinya sejenak sambil melu mat bibir Amira untuk sedikit meredakan rasa sakit yang sedang Amira rasakan.
Setelah Amira mulai rileks Daniel pun kembali melanjutkan serangannya.
"Apa masih sakit ?" tanya Daniel lembut.
"Sedikit " jawab Amira malu.
Daniel tersenyum kemudian mulai bergerak naik turun diatas tubuh Amira.
Amira yang mulai menikmati dan tidak lagi merasa kesakitan mengunci pinggang Daniel dengan melingkarkan kakinya disana.
Daniel terus bergerak diatas tubuh Amira dengan tempo yang semakin cepat.
"Maas.." panggil Amira dengan tubuh berguncang hebat. Kedua dada montoknya bergerak seirama dengan pergerakan yang Daniel ciptakan.
Sesekali Daniel melahap dada montok Amira dan menggigitnya dengan gemas membuat Amira menjerit menahan sakit dan geli secara bersamaan.
Amira yang polos tampak tidak berdaya dibawah kuasa sang Casanova. Setelah hampir satu jam bergulat diatas kasur akhirnya tubuh Daniel pun ambruk diatas tubuh Amira setelah mereka mendapatkan pelepasan bersama.
"Aku cape Mas " keluh Amira dengan tubuh Bermandi peluh.
"Kamu jarang olahraga sih, mulai sekarang aku akan sering-sering ngajak kamu olahraga malam biar kuat " bisik Daniel sambil turun dari atas tubuh Amira.
"Maunya kamu " Amira mencubit perut Daniel.
__ADS_1
"Nanti lama-lama juga kamu ketagihan " jawab Daniel sambil merengkuh tubuh polos Amira kedalam dekapanya dan merekapun tertidur.