Istri Simpanan

Istri Simpanan
Bunga Si Pengganggu


__ADS_3

Setelah sarapan sesuai janjinya semalam ia mengajak Langit dan Bunga jalan-jalan mengelilingi komplek dengan sepeda.


Bintang dan Dipa ikut namun mereka memilih berjalan kaki sambil mendorong stroller berisi si kembar. Mereka berjanji akan bertemu di taman komplek.


"Shakila dan Shakira sudah mulai tidak bisa diam Yang "


Dipa berhenti mendorong stroller ketika Bintang membetulkan topi rajutan yang nyaris menutupi mata si kembar.


"Sepertinya tidak nyaman pake topi, sebaiknya dilepas saja Yang " ucap Dipa. Bintang pun menurut dan melepaskan topi si kembar.


"Kalau tidak pake topi kepalanya jadi seperti bola lampu " Bintang terkikik melihat kepala si kembar yang belum ditumbuhi rambut setelah keduanya digunduli.


"Hust..kamu itu masa anak-anak kita disamakan dengan bola lampu " Dipa mengomel tidak terima.


"Lagian kamu juga, rambut mereka sudah bagus hitam dan tebal malah dicukur habis " Dipa menyalahkan Bintang.


"Ya biasanya memang begitu Yang, alasan digunduli adalah untuk membersihkan kepala bayi dari sisa kotoran sis persalinan, selain itu nantinya rambutnya akan tumbuh dengan lebat "


"Siapa yang bilang ?"


"Mama yang bilang..aku sih nurut saja apa yang Mama bilang " jawab Bintang santai.


Setelah melepaskan topi rajut dikepala kedua bayinya Dipa dan Bintang pun kembali melanjutkan perjalanan.


Setibanya di taman komplek Amira , Bunga dan Langit sudah menunggu mereka disana.


Bintang dan Amira menggendong si kembar sementara Dipa langsung fokus dengan si Aa Langit yang selalu mencari perhatian lebih dari Ayahnya.


Shakila dan Shakira tampak senang berada dalam gendongan Bintang dan Amira. Tangan dan kakinya bergerak lincah dalam gendongan Bintang dan Amira dengan Bunga diantara mereka.


"Aku masih bingung mana Shakila dan mana Shakira " ucap Amira sambil tertawa.


"Shakila itu yang aku gendong Kak , dia ada tahi lalat di dekat telinganya " Bintang menunjukkan tahi lalat di dekat telinga Shakila kepada Amira.


"Oh gitu..kalau tidak kelihatan tahi lalatnya sudah membedakannya abisnya mirip banget "


"Aku juga awalnya suka bingung Aunty..tapi sekarang sudah tidak lagi " Bunga mempermainkan tangan kedua adiknya.


"Adiknya boleh tidak Aunty minta satu " Amira mencolek pipi Bunga.


"Jangaaan.." Bunga langsung melotot kearah Amira.


"Aunty cuma becanda , Sayang " Amira kembali mencolek pipi Bunga.


"Bunda, Ayah sama Aa kemana ?" Bunga celingukan mencari Dipa dan Langit.

__ADS_1


"Entahlah..mungkin sedang membeli minum " jawab Bintang.


Cukup lama Bintang menunggu Dipa dan Langit yang pergi entah kemana. Rupanya Dipa dan Langit pergi ke area joging dan mengobrol dengan tetangga yang kebetulan bertemu disana.


"Sayang darimana ?" tanya Bintang ketika Dipa dan Langit muncul.


"Tadi ketemu sama tetangga sebelah, dia ngajak ngobrol katanya mau nawarin bisnis bareng " jawab Dipa.


"Dimana-mana bisnis terus " sindir Bintang.


"Iya dong Neng, kan biar dapur tetap ngebul apalagi anak kita banyak " jawab Dipa.


Amira hanya tersenyum mendengar jawaban Dipa. Ia kagum kepada bos nya itu yang sangat semangat bekerja meskipun sudah memiliki segalanya.


Ketika matahari mulai naik mereka pun memutuskan pulang. Amira pulang bersama Bintang sambil mendorong stroller si kembar sedangkan Dipa pulang dengan sepeda yang tadi dipakai Amira bersama Bunga dan Langit.


Akhir pekan ini di rumah Bintang lebih ramai karena Amira menginap. Di hari ketiga Daniel pun pulang. Dari Bandara ia langsung menyusul istrinya di rumah Bintang.


"Uncle Daniel pulang " Bunga dan Langit tampak senang melihat kepulangan Daniel, apalagi pria itu tidak pernah lupa membelikan oleh-oleh untuk kedua keponakannya.


"Kakak kasih oleh-oleh nya cuma buat Bunga dan Langit, buat Shakila dan Shakira tidak ?" tanya Bintang.


"Aku tidak tau harus beli apa untuk si kembar..nanti saja ya kalau sudah besar " jawab Daniel.


"Ck..Uncle Daniel pilih kasih !" Bintang mencebik mewakili di kembar.


"Oleh-oleh buat kamu ada dong , selalu aku bawa kemana-mana" bisik Daniel dengan cengirannya.


"Dasar mesum " Amira yang mengerti arah ucapan Daniel langsung memukul tangan Daniel.


Daniel yang baru pulang dari Surabaya dan ingin melepas rindu terpaksa harus menahan diri karena Bunga terus membuntuti sepasang pengantin itu. Bahkan Bunga bersikeras ingin tidur dengan Amira dan Daniel dan sialnya Bintang dan Dipa pun membiarkannya. Bintang dan Dipa sengaja mengerjai sepasang pengantin baru itu.


"Bunga cepat tidur ya, Uncle bacakan buku cerita " Daniel mengambil buku cerita dari rak buku.


"Suatu ketika di sebuah ladang yang subur, tinggallah keluarga semut yang rajin dan seekor serangga yang pemalas. Meskipun begitu, serangga sangatlah bersahabat dengan keluarga semut. Tidak jarang mereka menyapa satu sama lain ketika berjumpa..."


Daniel memulai ceritanya.


"Uncle..kenapa di rumah Uncle bisa ada serangganya ? Uncle pasti jorok..gara-gara Uncle Aunty Amira jadi digigit serangga lehernya sampai merah-merah "


Mendengar Daniel bercerita tentang semut dan serangga Bunga pun jadi memarahi Daniel karena teringat leher Aunty nya yang merah-merah karena digigit serangga.


Daniel hanya melongo mendapat Omelan dari Bunga..


"Sayang..kamu salah pilih buku cerita " bisik Amira.

__ADS_1


"Iya "


Daniel menutup buku yang dipegangnya dan tampak pasrah mendengar Omelan dari Bunga.


"Uncle jangan jorok lagi ya !" Bunga mengangkat jari telunjuknya.


"Iya Sayang Uncle tidak akan jorok lagi. Nanti Uncle akan suruh gigit dibagian yang lain saja " jawab Daniel.


"Mas..ih kamu itu " omel Amira.


"Tidak boleh..serangganya harus dibunuh " ujar Bunga.


"Kalau serangganya dibunuh nanti tidak bisa berkembang biak dong " jawab Daniel .


"Maaass " Amira memukul lengan Daniel.


"Becanda "


"Tapi Uncle mau kasih tau ya, di kamar Bunda juga ada serangga loh ..kalau tidak percaya kakak lihat saja sendiri gih " bisik Daniel di telinga Bunga.


"Benarkah Uncle?"


"Benar..masa Uncle bohong " jawab Daniel.


"Kalau begitu kakak harus kasih tau Bunda "


Bunga langsung turun dari ranjang dan buru-buru beranjak menuju kamar Bintang dan Dipa.


Dikamar..Bintang tampak sedang tidak berdaya dibawah Kungkungan tubuh kekar Dipa.


Mereka masih berpakaian lengkap hanya piyama bagian atas Bintang yang sudah berantakan dan beberapa kancingnya sudah terlepas.


Dipa tampak asik mencuri jatah si kembar disaat kedua bayi itu tertidur lelap.


"Bundaaaa..Ayaaaah !"


"Yang..Bunga..Yang.."


Bintang menahan kepala Dipa ketika terdengar suara Bunga memanggil dari luar kamar.


"Ngapain si kakak Bunga kesini, bukannya dia tidur dengan Daniel ?"


Bintang buru-buru mengancingkan piyamanya dan beranjak untuk membuka pintu kamar.


"Loh kakak Bunga katanya mau tidur sama Uncle Daniel dan Aunty Mira?" tanya Bintang.

__ADS_1


"Tadinya iya..tapi kata Uncle Daniel di kamar Bunda juga ada serangganya, jadi kakak mau kasih tau Bunda agar hati-hati " jawab Bunga.


Dipa dan Bintang saling tatap..mereka tau jika itu hanyalah akal-akalan Daniel saja untuk mengusir Bunga secara halus.


__ADS_2