Istri Simpanan

Istri Simpanan
Maaf Aku Bohong


__ADS_3

Ketika hari mulai menjelang malam, Papa Ardi dan Mama Niken menyuruh Dipa dan Bintang pulang agar mereka bisa beristirahat, namun Bunga langsung protes tidak mau ditinggal oleh Bintang.


"Kalau begitu Mama dan Papa saja yang pulang. Biar aku dan Bintang yang jaga Bunga disini " Dipa malah menyuruh Mama Niken dan Papa Ardi yang pulang.


"Kasian Bintang Di, seharian ngurusin Bunga dia butuh istirahat " ujar Mama Niken.


"Aku janji tidak akan ngerepotin Bunda, aku hanya ingin ditemani sama Bunda " sambar Bunga dengan mata merah nyaris menangis.


Karena Bunga kekeh ingin ditemani oleh Bintang akhirnya Papa Ardi dan Mama Niken yang pulang.


"Bunda tidur disini saja sama aku !" Bunga meminta agar Bintang tidur bersamanya di ranjang pasien. Bintang pun menurut.


Sebelum tidur mereka melakukan panggilan video kepada Langit yang sedang menginap di rumah Shanti.


Suara riang Langit yang meminta Bunga cepat sembuh membuat Bunga ikut tertawa riang sambil memperlihatkan jarum infus yang menancap di pergelangan tangannya.


"Lihat ..kak Bunga jagoan loh tidak takut di suntik " ujar Bunga bangga. Dipa hanya tersenyum mengingat bagaimana kejernya Bunga pada saat jarum infus itu menusuk tangannya.


Langit menatap kagum pada kakaknya. " Kak Bunga cepet sembuh ya biar Bunda cepat pulang. Aku juga kangen sama Bunda "


Mendengar ucapan Langit wajah Bunga menjadi muram. Bahkan sampai sambungan video berakhir wajah Bungs tetap cemberut.


"Kenapa cemberut ?" tanya Dipa.


"Kalau aku sembuh berarti Bunda akan pulang ke Bandung dong " jawab Bunga.


"Iya..kasian Langit kelamaan ditinggal selain itu Bunda juga kan harus kuliah "


"Aku ingin ikut Bunda saja pulang ke Bandung " pinta Bunga.


Bintang dan Dipa saling pandang. Mereka berdua terlihat bingung.


"Kalau Bunga ikut Bunda ke Bandung nanti Ayah sama siapa dong ?" tanya Dipa memasang wajah sedih.


"Ayah kan sudah besar jadi tidak perlu diurus sama Bunda " jawab Bunga.


"Siapa bilang ? Ayah juga ingin bobo ditemani sama Bunda "


"Mass..!!" Bintang melotot kearah Dipa dan dibalas cengiran dari Dipa.


"Sekarang Bunga tidur yuk biar cepat sembuh " Bintang mengusap-usap perut Bunga hingga bocah itu langsung tertidur dengan pulas.


Setelah Bunga tertidur tidak lama kemudian Bintang pun ikut tertidur. Bintang mengabaikan Dipa yang masih terjaga menatap tubuh dua wanita yang bergelung diatas ranjang dengan pulasnya.


Saking pulasnya Bintang tidak menyadari jika diam-diam Dipa mencuri ciuman singkat yang lembut di bibirnya.

__ADS_1


"Salah siapa tidur seperti orang mati " gumam Dipa sambil tersenyum sambil menatap bibir Bintang yang basah karena ulahnya.


Dipa tidak menyadari jika pada saat yang bersamaan sebenarnya Leon datang dengan membawa dua cup kopi bermaksud menemani Dipa begadang.


Setelah melihat Dipa sedang mencium Bintang akhirnya Leon memilih kembali ke ruangannya dan menikmati kopinya disana.


Setelah mencium bibir Bintang dan mencium kening Bunga, Dipa pun langsung tertidur pulas diatas sofa dengan bibir tersenyum bahagia.


Keesokannya keadaan Bunga terlihat semakin membaik. Semalam Bunga tidur lelap dan tidak mengalami demam.


Pagi-pagi Mama Niken datang disaat Bintang sedang menyuapi Bunga. Sementara Dipa masih meringkuk diatas sofa.


"Semalam demam lagi tidak ?" tanya Mama Niken sambil menempelkan punggung tangannya di kening Bunga.


"Tidak Tan " jawab Bintang.


"Aku sudah sembuh Oma , aku sudah ingin pulang " oceh Bunga.


"Nanti tunggu Om Leon dulu. Kalau Om Leon bilang sudah boleh pulang berarti kita pulang " ujar Mama Niken.


"Kenapa aku harus nurut sama Om Leon, biasanya Om Leon yang nurut sama Oma " Bunga langsung protes.


"Karena Om Leon itu dokter jadi dia tau kondisi kesehatan Bunga " jawab Mama Niken. Bunga pun tidak protes lagi.


"Neng..kalau boleh Mama saran, sebaiknya kamu dan Dipa rujuk saja . Mama sudah menyadari jika Mama sudah salah menilai kamu oleh sebab itu Mama minta maaf sama kamu " ucap Mama Niken lirih.


"Setelah hari ulangtahun Bunga sebetulnya Mama mendatangi kamu ke resort tapi kalian sudah pulang. Mama dan Papa juga sengaja datang ke Bandung tapi kamunya tidak ada..Mama dan Papa sengaja datang untuk minta maaf atas kesalahan yang Mama, Papa dan anak-anak Mama lakukan sama kamu " ucap Mama Niken panjang lebar.


"Iya Tan..Mbak Shanti dan Mas Rizal cerita jika Om dan Tante datang ke Bandung, dan maaf atas perlakuan Langit kepada Tante " jawab Bintang.


Rizal dan Shanti cerita jika Langit mengusir Mama Niken dan memukulinya dengan sendal.


"Tidak apa-apa Mama tidak marah. Wajar jika Langit bersikap seperti itu setelah apa yang Mama lakukan sama kamu dulu " jawab Mama Niken.


Tanpa Bintang dan Mama Niken sadari sebenarnya Dipa sudah bangun beberapa menit yang lalu , namun Dipa sengaja pura-pura tidur agar tidak mengganggu Mamanya yang sedang meminta maaf dan membujuk Bintang untuk rujuk .


"Bagaimana Neng..apa kamu bersedia rujuk dengan Dipa ?" Mama Niken menatap wajah cantik Bintang penuh pengharapan.


"Sebaiknya Tante juga harus bicarakan ini dengan Mas Dipa " jawab Bintang.


"Iya nanti Mama bicarakan dengan Dipa " jawab Mama Niken.


Obrolan Bintang dan Mama Niken terjeda dengan kedatangan Leon.


"Om..aku sudah tidak demam lagi jadi aku boleh pulang ya !" pinta Bunga

__ADS_1


"Belum boleh Sayang " jawab Leon sengaja mengerjai Bunga.


"Ooom..tapi aku ingin pulang. Aku sudah tidak demam lagi " Bunga memaksa.


"Om ijinkan Bunga pulang tapi ada syaratnya" jawab Leon.


"Syarat nya apa Om ?" tanya Bunga.


"Syaratnya ini " Leon menunjuk pipinya sambil memberikan wajahnya kepada Bunga.


Cup..cup..Bunga pun menciumi wajah Leon


"Beneran Bunga sudah boleh pulang ?" tanya Mama Niken.


"Iya Mah..kondisi Bunga sudah baik, trombosit nya juga sudah normal" jawab Leon.


"Syukurlah " jawab Mama Niken.


Bintang pun sangat bersyukur mendengar kondisi Bunga yang sudah membaik, ia ingin segera pulang ke Bandung karena tidak tega meninggalkan Langit terlalu lama.


Siang itu Bunga pun bersiap untuk dibawa pulang. Bintang sekalian pamit untuk langsung pulang ke Bandung.


Di parkiran tiba-tiba terjadi drama. Bunga kembali berulah dengan mengamuk ingin ikut pulang dengan Bintang ke Bandung.


Karena tidak dapat dibujuk akhirnya Bunga dan Dipa ikut pulang ke Bandung. Leon membekali obat lengkap untuk Bunga karena keponakannya itu masih harus minum obat sampai kondisinya benar-benar pulih.


Sepanjang perjalanan Bunga tertidur dalam pelukan Bintang.


"Neng..tadi Mama bilang apa sama kamu ?" tanya Dipa.


"Tante Niken nyuruh kita rujuk " jawab Bintang.


"Lalu kamu jawab apa ?" tanya Dipa sambil tersenyum.


"Aku tidak jawab apa-apa " jawab Bintang.


"Kenapa kamu tidak bilang sama Mama kalau kita tidak bercerai ?" tanya Dipa.


"Tidak..kamu sendiri saja yang bilang sama Tante Niken "


"Baiklah..nanti aku akan bilang kalau kita sebetulnya masih suami istri jadi tidak perlu ada acara rujuk segala " jawab Dipa.


"Tapi bukannya kamu berjanji akan menceraikan aku jika aku sudah mempunyai calon..."


"Maaf Neng..aku bohong. Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu " jawab Dipa santai.

__ADS_1


"Masss..?? " Bintang langsung melotot.


__ADS_2