Istri Simpanan

Istri Simpanan
Kalah Taruhan


__ADS_3

Setelah Amira pulang dan anak-anak tidur Dipa hendak kembali melanjutkan aksinya untuk membujuk Bintang agar mau berdamai namun wanita itu ternyata sudah tertidur.


"Baru juga jam segini sudah tidur, aku tau kamu sengaja ce menyiksa aku " Dipa menggerutu sambil diam-diam naik keatas ranjang kemudian memeluk Bintang.


Tidak ada penolakan karena Neng geulisnya itu sudah tertidur karena lelah setelah seharian belanja dengan anak-anak menghabiskan uang Dipa.


Keesokannya Dipa pergi ke kantor seperti biasanya. Meskipun belum ada tanda-tanda dari Bintang untuk berbaikan namun Dipa tetap harus melakukan tugasnya sebagai pimpinan perusahaan karena nasib ribuan karyawan ada di pundaknya.


"Fel..biasanya kalau bini Lo ngambek Lo bujuk dengan cara apa biar tidak ngambek ?" tanya Dipa tiba-tiba membuat Felix langsung tersenyum dikulum.


Mendengar pertanyaan dari bos nya Felix jadi tahu jika penyebab Dipa uring-uringan beberapa hari ini adalah karena Neng geulisnya sedang ngambek.


"Fel..lu ditanya malah mesem-mesem " Dipa melemparkan gulungan kertas kearah wajah Felix.


Felix terdiam sejenak untuk mengingat-ngingat kapan terakhir istrinya ngambek.


"Waktu istri saya ngambek saya memberi dia perhiasan Bos..dan dia langsung tidak ngambek lagi "


"Serius Lo ?" tanya Dipa.


"Serius Bos " jawab Felix


"Tapi gw kurang faham urusan perhiasan " keluh Dipa.


"Kalau Bos mau beli perhiasan diantar Amira saja, dia pasti paham urusan begituan " saran Felix.


"Baiklah gw akan minta antar Amira saja " jawab Dipa.


*


"Ayo anak-anak masuk !" Bintang menggiring Bunga, Langit dan Lana ke mobilnya. Hari ini Bintang kebagian tugas menjemput anak-anak setelah tadi pagi Dina yang bertugas mengantarkan.


Langit sudah duduk manis di sebelah Bintang sementara Bunga dan Lana duduk di belakang. Mereka bertiga berceloteh menceritakan semua yang mereka lakukan di sekolah.


"Aunty cantik aku juga akan punya adik loh " Bintang tampak kaget mendengar ucapan Lana.


"Mama kamu sedang hamil ?" tanya Bintang sambil menatap sekilas kepada Lana melalui central mirror.

__ADS_1


"Iya..kata Papa aku akan punya adik. Papa kan dokter jadi bisa tau kalau Mama sedang hamil " celoteh Lana.


"Yaah gw kalah taruhan, berarti gw harus siap-siap beli satu set perhiasan untuk Dina " batin Bintang.


"Aunty cantik..aku nanti minta adik bayi nya mau laki-laki seperti Langit. Kalau perempuan suka cerewet seperti kak Bunga dan suka ngajak berantem " oceh Lana.


"Aku juga kan tidak akan ngajak berantem kalau kamunya tidak nyebelin " jawab Bunga.


"Sudah tidak usah berantem..kakak Bunga sudah kasih selamat belum sama Lana karena sebentar lagi Lana kan mau punya adik " Bintang menengahi sebelum terjadi pertengkaran. Sementara Langit tampak anteng dengan gadget nya. Bunga pun mengulurkan tangannya kepada Lana.


"Selamat ya sebentar lagi kamu akan punya adik " ucap Bunga.


"Terimakasih kak " jawab Lana.


"Langit kasih selamat juga dong sama Lana !" Bintang mencolek lengan Langit.


Langit menoleh ke belakang seraya berkata" Selamat ya Lana "


"Terimakasih " jawab Lana.


"Nah gitu dong akur..Bunda kan jadi senang " Bintang tersenyum melirik kearah tiga bocah itu.


"Lu siap-siap beliin satu set perhiasan seperti kesepakatan kita, karena Lu kalah Bi " bisik Dina.


"Iya..besok ya " jawab Bintang sambil cemberut.


"Lu konsekuen dong Bi..jangan manyun gitu " sindir Dina.


"Ck cerewet " sungut Bintang.


"Gw yakin Lu kesal ya karena kalah taruhan " bisik Dina mengejek.


"Tidak, biasa saja " jawab Bintang


Meskipun bibir mengatakan tidak namun pada kenyataannya Bintang memang sedikit merasa iri, apalagi Bunga dan Langit yang sudah ingin memiliki adik.


Malam harinya pada Bunga dan Langit mengadu kepada Dipa jika Lana akan memiliki adik bayi.

__ADS_1


"Ayaaah..aku juga ingin adik bayi seperti Lana, kata Lana di perut Mama nya ada adik bayinya" Langit merengek kepada Dipa.


"Kalian berdoa ya minta sama Tuhan biar di perut Bunda segera ada bayinya " Dipa menghibur kedua buah hatinya.


"Waktu Ayah dan Bunda ke Jepang katanya mau bikin adik bayi tapi tidak ada. Aunty Dina yang tidak ke Jepang malah punya adik bayi..kalau begitu Ayah dan Bunda pergi ke Padang saja seperti Aunty Dina dan Om Leon biar segera punya adik bayi " saran Bunga membuat Dipa terkekeh sambil mengacak rambut Bunga.


"Sekarang kalian tidur dan jangan lupa berdoa dulu " ujar Dipa. Bunga dan Langit pun beranjak menuju kamar masing-masing.


Setelah memastikan Bunga dan Langit tidur kini giliran Dipa untuk mengurus Neng geulisnya yang masih ngambek.


Di kamar Bintang sedang berbaring sambil membalas chat dari Shanti. Begitu Dipa muncul wajah Bintang langsung berubah masam.


"Neng..ini sebagai permintaan maaf aku sama kamu " Dipa memberikan kotak berisi satu set perhiasan kepada Bintang.


"Ini buat aku ?" mata Bintang membola menatap satu set perhiasan pemberian Dipa.


"Iya..biar kamu tidak ngambek lagi. Aku tuh tidak fokus kerja kalau kamu masih ngambek " jawab Dipa.


"Salah sendiri kenapa peluk mantan istri di depan aku " sungut Bintang.


"Iya maaf..jangan marah lagi ya Neng !" pinta Dipa dengan wajah memelas.


Bintang menatap ragu kearah wajah Dipa yang memasang wajah memelas.


"Neng..jawab dong !" Dipa memohon.


"Baiklah..tapi kalau kamu ketauan lagi sama cewek aku tidak akan memaafkan kamu lagi " jawab Bintang.


"Iya aku janji tidak akan melakukannya lagi " Dipa mengangkat dua jarinya.


Karena sudah waktunya tidur Bintangpun menyimpan kotak perhiasan itu dibrankas bersama beberapa perhiasan lainnya milik Bintang.


"Neng..sudah mau seminggu aku puasa, apakah kamu tidak kangen dia ?" Dipa mengambil tangan Bintang kemudian ia letakkan disekangkangannya yang sudah menggelembung penuh.


"Dasar mesum, baru juga baikan sudah berbicara mesum " ujar Bintang namun tangannya iseng meremasnya dengan gemas membuat Dipa mengerang keenakan saat itu juga " Neeng..argh "


Dipa yang sudah tidak dapat mengendalikan diri langsung merangkak kemudian mengu Lum bibir Bintang dan Bintang pun membalasnya.

__ADS_1


Malam itu Dipa akhirnya berbuka puasa setelah mendapat maaf dari Bintang. Dipa bertekad dalam hati untuk lebih bisa menjaga sikap dan juga menjaga perasaan istrinya. Dipa tidak mau mengambil resiko membuat Neng geulis nya kembali murka.


Dipa dan Bintang menghentikan pergumulan panas mereka ketika hari menjelang subuh dan mereka pun tertidur karena sudah sangat kelelahan.


__ADS_2