Istri Simpanan

Istri Simpanan
Saling Menjaga Hati


__ADS_3

Dipa memejamkan matanya dan mengerang ketika beda pusakanya masuk kedalam mulut Bintang.Pria tampan itu semakin blingsatan ketika benda pusakanya itu keluar masuk di rongga mulut Bintang.


Dipa yang mulai terbakar gairah lekas menarik tubuh Bintang dan merebahkannya di atas ranjang. Dengan gerakan secepat kilat ia meloloskan seluruh kain yang melekat di tubuh putih mulus Bintang yang seperti pualam.


"Ayah mau kangen-kangenan dulu ya sama kalian sebelum pergi ke Singapura " Dipa mengecup perut Bintang yang sudah mulai terlihat membesar sebelum melakukan penyatuan.


Setelah mendapatkan bekal yang cukup, Keesokannya Dipa pun bersiap pergi ke bandara. Sebelum pergi terjadi drama terlebih dahulu dari si Aa Langit. Bocah tampan itu merengek ingin ikut dengan Ayahnya ke Singapura.


"Aa tidak akan ganggu Ayah, Aa mau tunggu saja di rumah Grandpa " pinta Langit


"Kalau Aa bilang dari awal ingin ikut pasti Ayah ajak, kan perginya tidak bisa dadakan seperti ingin pergi ke Bandung Sayang " Dipa mencoba meredakan tangis Langit.


"Sudah kamu pergi saja nanti terlambat, biar Aa aku yang urus " ujar Bintang sambil membawa Langit ke kamarnya. Disana Bintang memberi pengertian kepada Langit sampai bocah tampan itu mereda tangisnya dan akhirnya tidur.


Dipa berada di Singapura selama tiga hari. Selama disana ia menuruti perintah Bintang untuk tidur di rumah Papa David. Dan Daniel benar-benar mengikuti kemanapun Dipa pergi.


"Lu ga ada kerjaan lain apa selain ngikutin gue " Dipa merasa jengah karena Daniel terus mengikuti kemanapun ia pergi.


"Gue lagi nganggur, makanya ngikutin Lu " jawab Daniel.


"Alesan." Dipa meninju bahu Daniel.


"Daripada buang-buang waktu buat ngikutin gue mending Lu usaha buat deketin Amira. Sekedar bocoran ya bokapnya Amira itu guru ngaji di lingkungan rumahnya" bisik Dipa.


"Serius lu Di ?" mata Daniel langsung membola.


"Serius lah..Lu bisa ngaji gak ?" tanya Dipa. Daniel terdiam dan Dipa tau jika itu artinya Daniel tidak bisa mengaji.


"Gue akan belajar " tutur Daniel.


"Sebaiknya memang gitu. Masa menantu guru ngaji ga bisa ngaji ?" cibir Dipa.


"Papa akan panggil guru ngaji ke rumah " Papa David yang sedari tadi hanya menjadi pendengar ikut berkomentar.


"Iya Pah " jawab Daniel.


"Kalau Lu di Jakarta Lu juga bisa ikut belajar ngaji sama Bunga dan Langit..setiap sore guru ngajinya datang ke rumah " tutur Dipa.


"Kenapa Lu ga bilang dari dulu ?" omel Daniel.

__ADS_1


"Ya mana gue tau kalau Lu suka sama Amira " jawab Dipa.


"Apa Papa harus turun tangan ?" tanya Papa David. Ia terlihat sangat bersemangat mencarikan jodoh untuk Daniel agar putra bengalnya itu insaf.


"Tidak perlu Pah, aku akan berusaha sendiri " tolak Daniel.


"Nah gitu dong, baru ini anak Papa " Papa Daniel menepuk pundak putra sulungnya.


*


Sejak kepergian Dipa ke Singapura Bintang dan anak-anak diboyong ke rumah mertuanya. Papa Ardi dan Mama Niken tidak mengijinkan Bintang tinggal di rumah tanpa ada Dipa.


Di malam pertama Bintang dibuat tidak bis tidur karena Langit tidak biasanya menjadi rewel. Ia terus menangis ingin menyusul Dipa ke Singapura.


Semua sampai turun tangan ikut meredakan tangis bocah tampan itu.


"Aa ingin ikut ke Singapura sama Ayah, Aa ingin ketemu Grandpa dan uncle Daniel " rengek Langit dalam gendongan Papa Ardi.


"Iya nanti kita nyusul Ayah, sekarang Langit tidur ya nanti besok bangunnya kesiangan" bujuk Papa Ardi.


Bujukan Papa Ardi kali ini tidak mempan. Langit terus menangis semakin kencang.


Mendengar jalan-jalan Langit pun langsung mengangguk dan ia pun langsung berpindah kedalam gendongan Leon.


"Mau dibawa kemana Le, ini sudah malam " Mama Niken kurang setuju Leon membawa Langit dalam keadaan malam begini.


"Tidak akan jauh mah, paling puter-puter komplek. Kalau sudah lelah menangis biasanya anak akan mudah tidur " jawab Leon.


Akhirnya Leon dan Dina membawa Langit jalan-jalan sedangkan Bintang menemani Bunga dan Lana yang sudah terlelap sejak satu jam yang lalu.


"Tidak biasanya Langit rewel seperti ini ya Mah ?" Bintang terlihat bingung dengan perubahan sikap Langit akhir -akhir ini.


"Kalau anak mau punya adik ya biasanya begitu Neng, tidak usah khawatir. Mereka rewel itu karena mencari perhatian " jawab Mama Niken.


"Oh begitu ya Ma "


"Iya Neng, dulu waktu Mama hamil Dina, Dipa juga begitu..malah Dipa sering sakit makanya badannya sempat kurus seperti yang kurang gizi " jawab Mama Niken sambil tertawa.


"Tapi lama-lama biasa lagi kan Mah ?"

__ADS_1


"Iya.. setelah adiknya lahir juga biasa lagi. Jadi kamu juga jangan khawatir, bukan hanya Langit yang rewel ketika akan punya adik " jawab Mama Niken.


"Iya Mah "


Hati Bintang menjadi tenang setelah mendapatkan pencerahan dari mertuanya.


Selang beberapa menit kemudian Dina dan Leon pun kembali dengan membawa Langit yang sudah tertidur di gendongan Leon.


"Biar Langit tidur sama kita malam ini, boleh ya Bi !" pinta Dina.


"Iya boleh, biar Bintang bisa istirahat yang cukup " Mama Niken yang jawab.


"Kalau nangis antarkan saja ke kamar aku " jawab Bintang.


"Oke " Dina mengacungkan ibu jarinya kemudian membawa Langit ke kamarnya.


Leon menurunkan tubuh Langit dengan hati -hati diatas kasur mereka.


"Gemesin banget sih kamu Aa..malam ini bobo sama Aunty Dina dan Om Leon ya " Dina menciumi pipi Langit dengan gemas.


"Awas loh nanti bangun dan nangis berabe " Leon mengingatkan Dina.


"Abisnya gemas, kapan ya kita akan punya anak laki-laki " gumam Dina menatap wajah Langit lekat.


Kadang-kadang Dina merasa iri kepada Bintang. Kini hidup Bintang begitu sempurna. Memiliki suami yang bucin abis , anak-anak yang lucu dan menggemaskan , keluarga yang tajir dan kebahagiaan Bintang semakin sempurna dengan kehamilan keduanya ini..Ibu nya saja memperlakukan Bintang layaknya seorang putri.


"Sabar Na " jawab Leon membuyarkan lamunan Dina tentang kebahagiaan yang sudah sahabatnya raih.


"Sayang.. bagaimana perasaan kamu sekarang sama Bintang ?" tanya Dina tiba-tiba sambil menatap dalam wajah Leon.


"Sudah tidak ada perasaan apapun, aku sudah cukup bahagia punya kamu dan Lana. Bintang juga sudah bahagia dengan Mas Dipa . Jujur di awal aku masih sempat dihantui rasa bersalah..terlebih setelah mengetahui pernikahan seperti apa yang Bintang dan Mas Dipa jalani. Tapi sekarang rasa bersalah aku itu sedikit berkurang setelah melihat bagaimana Mas Dipa begitu mencintai Bintang , malah aku bilang Mas Dipa itu suami takut istri ..hehe " jawab Leon.


"Tapi Bintang seperti yang selalu menjaga jarak dari kamu, apa mungkin Bintang masih ada rasa sama kamu ?"


"Kamu pikir Mas Dipa tidak akan murka jika Bintang dekat dengan pria lain ? terlebih aku yang berstatus mantan pacar Bintang " jawab Leon.


"Iya juga sih, Bintang pasti sangat menjaga perasaan Mas Dipa " jawab Dina.


"Bukan hanya menjaga perasaan Mas Dipa saja, tapi menjaga perasaan kamu juga. Aku yakin kamu juga akan seperti Mas Dipa kalau melihat aku akrab dengan Bintang..jadi memang sebaiknya seperti ini. Kita harus saling menjaga perasaan pasangannya " tutur Leon.

__ADS_1


__ADS_2