
Aleeya bangun saat jarum jam menunjukkan pukul 04.45 pagi. Aleeya terbangun karena terusik mendengar suara adzan subuh berkumandang. Perempuan itu bergegas bangkit dan keluar kamar menuju kamar mandi untuk menyegarkan diri dan berwudhu.
Tak lama Aleeya keluar dan pergi masuk ke kamarnya, ia mulai melaksanakan ibadah solat subuh. Usai melaksanakan sholat, Aleeya membereskan kasur lipatnya.
Kini Aleeya berada didapur untuk memasak sarapan pagi, sekaligus membawa bekal. Saat mengupas bawang tiba-tiba perut Aleeya bergejolak mual. Aleeya berjalan cepat ke kamar mandi.
Hoek.. Hoek.. Hoek....
Aleeya memuntahkan isi perutnya di kloset kamar mandi, Aleeya menyenderkan tubuhnya di tembok kamar mandi, sungguh tubuhnya merasa sangat lemah, tenaganya terkuras habis.
Aleeya memejamkan matanya mengingat tamu bulanannya, setelah mengingat Aleeya menyadari sesuatu sudah lebih dari sebulan ia tidak mendapatkam menstruasi.
"Tidak! Ini gak mungkin, aku hiks," tangis Aleeya pecah dalam kamar mandi.
Tok..tok..tok..
"Aleeya kamu di dalam nak," seru Nur di luar kamar mandi.
Sedangkan Aleeya masih bersandar di tembok dalam kamar mandi dengan air mata masih mengalir deras karena mengingat kejadian di vila. Lantas dengan terburu-buru menghapua air matanya, menghentikan tangisan dan membasuh wajahnya.
"Aleeya!" seru Nur kembali.
"Iya bu, sebentar lagi aku mau keluar kok," jawab Aleeya di dalam.
"Cepat ya nak, kedua adik mu mau mandi bersiap ke sekolah," ucap Nur pergi dari depan pintu kamar mandi menuju dapur.
"Aku harus memeriksanya, semoga dugaan ku ini salah ya tuhan. Aku tak tahu harus gimana lagi jika aku terbukti hamil. Semoga saja tidak," ucap Aleeya berdoa.
Aleeya membuka pintu kamar mandi dengan perlahan, kakinya melangkah ke dapur menemui Ibunya yang tengah membuat sarapan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda akibat perutnya bergejolak ketika mencium bau bawang.
"Ibu, aku pamit mau berangkat kerja sekarang," pamit Aleeya mengambil telapak tangan Ibunya untuk di cium. Sebenarnya Aleeya menahan rasa gejolak di perutnya yang tiba-tiba datang saat mencium aroma bawang di tangan Ibunya.
"Loh cepat sekali, ini baru mau jam 6 pagi nak. Apa enggak kecepatan, lagian masakan Ibu belum matang. Gak nunggu dulu, sebentar saja," ucap Nur meminta putrinya agar mau menunggu sampai masakannya matang.
"Eum hari ini di kantor banyak ruangan yang belum di bersihkan bu. Maka dari aku harus sampai di kantor lebih pagi, biar bisa mengerjakan pekerjaan yang belum selesai. Kali ini aku tidak usah membawa bekal ya bu, biar sarapan di kantin kantor saja," jelas Aleeya.
"Yasudah enggak apa-apa nak, kamu hati-hati di jalan ya. Doa ibu selalu menyertaimu," ucap Nur. Aleeya meyalami tangan Ibunya saja, karena bapaknya masih tidur dalam kamar.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikumsalam,"
__ADS_1
"Kak Aleeya, tumben berangkat pagi sekali bu. Biasanya sarapan dulu sama-sama," ujar Zaki yang telah bersiap dengan seragam sekolahnya.
"Kakak mu lagi banyak pekerjaan nak, makanya berangkat cepat," balas Nur.
Keempat orang sudah duduk dengan piring berisi nasi goreng masing-masing. Ridho baru menyadari ketidakhadiran putri sulung bersama mereka.
"Aleeya kemana bu?" tanya Ridho.
"Sudah berangkat kerja pak," jawab Nur.
"Gak pamit sama bapak," ujar Ridho sedikit heran.
"Gak sempat pak, Aleeya banyak pekerjaan di kantor. Makanya berangkat cepat," ucap Nur.
Ridho pun hanya mengangguk mengerti dan melanjutkan makan bersama istri dan kedua anaknya.
...****************...
Sesampainya di kantor, Aleeya yang merasa baik-baik saja saat berada di angkot. Kini merasakan perutnya kembali bergejolak ketika berada dalam ruangan pertama yang akan dibersihkan. Aleeya lantas berlari ke kamar mandi dan muntah-muntah disana.
Tubuhnya bersandar di tembok kamar mandi, sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan karena muntah-muntah. Tetapi hanya air yang dikeluarkannya, Aleeya menyeka air yang berada di sekitar bibir dengan tisu.
"Aleeya."
"Kamu habis ngapain di kamar mandi CEO?" tanya teman sejawat Aleeya bernama Karista yang sering dipanggilnya mba Rista.
Aleeya sedikit bingung akan menjawab apa, kalau ia bilang sedang muntah takut di bilang ada apa-apa.
"Aleeya mengapa melamun, jawab saja pertanyaan ku," ucap Rista.
"Oh itu kak, aku sedang membersihkan kamar mandinya," kata Aleeya sebenarnya tidak berbohong, karena memang dia akan membersihkan kamar mandi.
"Leeya mengapa wajah pucat sekali, kamu sakit? Kalau sakit lebih baik pulang saja, nanti kakak izinkan sama atasan," ujar Rista.
Aleeya menggeleng, "Aku baik-baik saja kak."
"Tapi wajah mu tak bisa berbohong Leey-"
Aleeya masuk dalam kamar mandi dan untuk sekian kalinya ia muntah lagi. Tetap hanya cairan yang dikeluarkannya.
"Yaampun Aleeya, apa aku bilang kamu sakit sepertinya. Mending kamu pulang saja ya, daripada ntar malah pingsan disini atau gini saja kamu aku antar pulang saja, mau ya," tawar Rista.
__ADS_1
"Eng-ngga usah kak, biar aku selesain bersihin ruangan ini baru pulang," tolak Aleeya keras kepala.
"Aleeya mengertilah, kau sedang tidak baik-baik saja. Kalau ada karyawan tau kamu telah mengotori kamar mandi CEO dengan muntah, mereka pasti akan marah dan langsung memecat mu. Maka dari itu aku menyarankan agar kamu pulang segera, biarkan aku saja melanjutkan membersihkan ruangan ini," usul Rista.
"Apa aku tidak merepotkan kakak, pekerjaan kakak juga banyakan," ucap Aleeya.
"Udah jangan dipikirkan, kakak bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat. Sekarang yang perlu kamu pikirkan adalah kesehatan mu, jangan sampai malah sakit. Mending kamu istirahat dirumah, siapatau badan mu akan lebih fit besok pagi dan bisa masuk kerja," tutur Rista.
"Aku makasih banget ya kak, udah mau bantuin aku," ucap Aleeya.
"Iya sama sama Leeya," balas Rista.
Aleeya bergegas pulang, tapi sebelum menuju rumah Aleeya singgah berhenti di apotek. Aleeya mengenakan masker karena takut ada orang yang tiba-tiba mengenalnya bisa gawat.
"Eum mbak saya mau beli testpack," ucap Aleeya belum menyebutkan barang yang akan dibelinya.
"Kalau boleh tau umur kakak berapa ya?" tanya Mba apotek sebelum mengambilkan barangnya.
"Saya 25 tahun mbak," bohong Aleeya.
"Maaf ya mbak atas pertanyaan saya tadi... Mbak testpacknya mau merek apa ya?" tanya Mbak apotek.
"Enggak apa apa mbak saya mengerti.. Testpacknya terserah saja mbak, yang penting hasilnya akurat," balas Aleeya.
"Baik, tunggu sebentar ya mbak saya ambilkan."
Mbak apotek lalu mengambilkan testpacknya kemudian membungkusnya dengan kantong plastik dan memberikan pada Aleeya setelah di bayar.
"Makasih mbak." Aleeya lekas pergi dengan berjalan cepat, ia menyetopkan anhkot yang barusan lewat.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
__ADS_1
Terimakasih💓