Istri Simpanan

Istri Simpanan
Menantu Kesayangan


__ADS_3

Sepeninggalan Dipa ke ruang meeting, Bintang memilih melihat-lihat ruang kerja Dipa yang tertata sangat mewah. Diatas meja kerja Dipa terpajang photo mereka dan anak-anak. Bintang tersenyum menatap photo itu.


Bintang yang sedang tersenyum menatap photo yang terpajang diatas meja menoleh kearah pintu ketika terdengar suara ketukan disana. Setelah Bintang mempersilahkan masuk muncul lah seorang wanita berkerudung dengan penampilan yang sangat modis yang Bintang kenal sebagai sekertaris Dipa.


"Maaf Bu, apakah ibu mau saya buatkan sesuatu ?" tanya Amira sopan.


Bintang tampak berpikir sejenak, kemudian ia pun menjawab. " Saya minta dua teh hangat saja "


"Baik Bu " jawab Amira kemudian pamit pergi untuk membuatkan teh hangat pesanan Bintang. Tidak lama kemudian wanita cantik berkerudung yang usianya beberapa tahun lebih tua dari Bintang itu pun muncul dengsn membawa dua cangkir teh hangat.


"Eeh Mbak Amira mau kemana ?" tanya Bintang ketika Amira pamit kembali ke mejanya.


"Lebih baik temani saya minum teh disini !" Bintang menarik tangan Amira agar duduk di dekatnya.


Akhirnya Amira pun menemani Bintang di ruangan kerja Dipa sambil menikmati teh hangat.


Bintang sudah beberapa kali datang ke kantor Dipa dan ia selalu terpesona oleh sekertaris Dipa ini.


"Mbak Amira sudah punya pacar ?" tanya Bintang setelah mereka mengobrol cukup lama.


"Kami baru putus Bu dua bulan yang lalu " jawab Amira tersipu.


"Karena apa ?" jiwa kepo Bintang pun langsung muncul.


"Kami sudah tidak sepaham lagi Bu " jawab Amira.


"Oh gitu " Bintang manggut-manggut.


"Mbak Amira mau tidak sama..." ucapan Bintang terpotong dengan kemunculan Dipa yang baru selesai meeting.


"Ya ampun Mira, aku pikir kamu kemana..ternyata sedang menemani Neng geulis " Dipa yang hendak marah karena mendapati meja sekertaris nya kosong akhirnya tertawa.


"Aku yang minta Mbak Mira nemenin aku " jawab Bintang.


Setelah Dipa datang Amira pun pamit kembali ke mejanya.


"Kalian sedang ngobrol apa sih Neng, serius banget ?" tanya Dipa.


"Aku mau jodohin dia sama kak Daniel " jawab Bintang sambil membuka masker Dipa.


"Jangan suka aneh-aneh !" Dipa mengingatkan Bintang.


"Mbak Amira itu selain cantik juga baik dan aku suka gaya nya, aku mau bilang sama Papa untuk jodohin dia sama kak Daniel " oceh Bintang.

__ADS_1


Sebetulnya pada saat Bintang mengajak Amira minum teh bersama, Bintang sedang memulai sesi wawancaranya terhadap Amira.


Dipa akhirnya hanya bisa geleng-geleng kepala karena Bintang bersikeras ingin menjodohkan Amira dengan kakaknya.


"Kamu tidak usah protes, nurut saja apa maunya aku. Kamu tidak usah khawatir aku pastikan tidak akan mengganggu pekerjaan Mbak Amira sebagai sekertaris kamu " ujar Bintang ketika melihat ketidak setujuan di wajah Dipa.


"Baik Bu Boss " jawab Dipa.


Hari itu Dipa tidak memperbolehkan Bintang pulang. Ia meminta Bintang menemaninya di kantor sampai waktunya pulang beberapa jam lagi.


"Anak-anak dimana Neng ?" tanya Dipa dari meja kerjanya.


"Di rumah Mama, nanti pulangnya kita jemput anak-anak dulu " jawab Bintang. Dipa pun mengangguk.


Selama menemani Dipa, Bintang dibuat tertawa lucu karena Dipa tidak mau membuka maskernya, bahkan Dipa menolak ketika Bintang hendak mencium bibirnya dengan alasan tidak percaya diri karena mulutnya yang masih menyisakan bau jengkol.


"Lain kali kalau mau ngajak makan jengkol jangan disaat jam kerja begini ya Neng " pinta Dipa.


"Iya Mas..maaf. Habisnya aku terlalu bersemangat tadi " ujar Bintang.


Sambil menemani Dipa, Bintang menghubungi Dina untuk mengecek anak-anak yang sedang berada di rumah mertuanya.


Bintang terlihat lega ketika Dina mengabari jika anak-anak sedang tidur siang. Mereka bertiga kompak ingin tidur siang bersama Papa Ardi dan Mama Niken.Bahkan Bintang sampai tersenyum ketika melihat Papa Ardi dan Mama Niken yang ikut tertidur lelap bersama ketiga cucu mereka.


"Lihat nih Mas, anak-anak sedang tidur siang sama Opa dan Omanya " Bintang memperlihatkan photo yang dikirim Dina.


"Iya " jawab Dipa sambil menggeser duduknya menjauh dari Bintang kemudian merebahkan tubuhnya dan menggunakan paha istrinya itu sebagai bantalnya.


Bintang mengelus rambut tebal Dipa membuat pria itu memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut jemari Bintang yang melenakan.


"Kalau aku bertemu kamu lebih awal pasti aku akan pacarin kamu lebih dulu dari Leon " ujar Dipa dengan mata terpejam.


"Ngomongnya jangan ngelantur Mas, kalau begitu kita tidak akan punya Bunga dong " jawab Bintang.Dipa terkekeh.


Dipa memiringkan tubuhnya menghadap perut Bintang kemudian menyusupkan kepalanya disana membuat Bintang terkikik kegelian.


"Neng.. anak-anak sudah semakin besar, bagaimana kalau kita kasih mereka adik " Dipa mengelus perut Bintang dan menciuminya." Aku ingin melihat kamu hamil..waktu kamu hamil Langit kan aku tidak tahu "


Sejak menerima Dipa seutuhnya Bintang memang memutuskan memakai alat kontrasepsi atas seijin Dipa dengan alasan agar Langit puas mendapat kasih sayang dari Ayahnya sebelum memiliki adik dan Bintang bisa fokus menyelesaikan kuliahnya.


"Kamu mau aku copot KB ?" tanya Bintang.


"Iya..aku ingin melihat perut kamu yang gendut pasti lucu. Lagian kuliah kamu kan sudah selesai jadi bisa fokus program hamil " bujuk Dipa.

__ADS_1


"Emang ga cukup dua saja ?" Bintang mencoba bernegosiasi. Dipa menggeleng.


"Aku mau punya banyak anak dari kamu " jawabnya tegas.


"Ya sudah bulan depan aku ga akan KB lagi " akhirnya Bintang mengalah untuk mengabulkan keinginan suaminya.


"Harus bulan depan ya ?" tanya Dipa tidak sabaran.


"Iya..aku kan pake KB suntik..kamu tidak akan mengerti masalah begituan " ujar Bintang seraya mencubit hidung Dipa gemas.


Hari itu Dipa memutuskan pulang lebih cepat , ia menyuruh asisten pribadi dan sekertaris nya yang menghendel semua pekerjaan nya karena ia tidak mau bertemu dengan siapapun akibat bau jengkol di mulutnya karena ulah Neng Geulis kesayangannya.


"Mas..nanti Papa marah kamu pulang lebih cepat " ujar Bintang setelah mereka berada dalam perjalanan pulang.


"Gampang..nanti aku bilang saja ini semua gara-gara menantu kesayangan nya yang maksa aku makan jengkol..paling kamu yang dimarahin sama Papa " jawab Dipa santai.


"Ish..kamu kok gitu " Bintang langsung cemberut. Dipa terkekeh melihat Bintang yang cemberut.


"Mas..makanan kesukaan Papa apa ?" tanya Bintang tiba-tiba.


"Tumben kamu mau tau makanan kesukaan Papa..jangan bilang kamu mau nyogok agar tidak dimarahin karena membuat aku pulang lebih cepat ?" tanya Dipa.


"Iya " jawab Bintang dengan wajah ketakutan.


"Ya ampuun Neng geulis..Papa itu ga akan berani marahin kamu, percaya deh sama aku " Dipa tertawa sambil mengacak rambut Bintang.


"Kenapa ?" tanya Bintang.


"Karena kamu menantu kesayangannya Papa dan Mama " jawab Dipa.


Meskipun Dipa berusaha menenangkan Bintang namun mereka tetap membeli makanan kesukaan Papa Ardi karena Bintang bersikeras untuk membelinya.


Setibanya di rumah semua heran ketika melihat Dipa yang tidak mau melepaskan maskernya sejak turun dari mobil.


"Kamu kenapa Di ?" tanya Papa Ardi.


"Mulut aku bau Pah, aku tadi makan siang dengan jengkol " jawab Dipa.


"Log bukannya kamu tidak suka jengkol ya ?" tanya Mama Niken.


"Aku dipaksa sama menantu mama itu " Dipa menunjuk Bintang dengan dagunya.


"Ya ampuun..ternyata berhasil juga anak itu " ujar Mama sambil tertawa.

__ADS_1


"Si Bintang dilawan " ujar Dina sambil tertawa membayangkan Bintang sedang memaksa Dipa makan jengkol.


__ADS_2