Istri Simpanan

Istri Simpanan
Part 8. Istri Simpanan


__ADS_3

“Ha-haus! To-tolong be..berikan sa-saya minum, te-tenggorokan saya kering.” Irawan berkata lemah.


Irawan telah di sekap selama dua hari di sebuah banguan kosong.


“Oh ternyata kau haus, berusahalah sendiri mencari minum. Sayang sekali saya tak bisa membantu mu bedebah licik,” ketus Ghandi tertawa.


Ya, Ghandi adalah orang yang dihubungi oleh Abigail agar terbang ke Kalimantan untuk menangkap seorang penjahat. Siapalagi kalau bukan Irawan si penjahat membuat Abigail berkhianat pada sang istri tercintanya.


Handphone Ghandi berdering, lelaki segera mengangkat telponnya.


“Kirimkan alamat pada saya Ghandi, saya akan langsung kesana.”


“Baik tuan.”


Setelah sambungan telpon terputus. Ghandi segera mengirimkan sherlock dimana sekarang dia berada.


Hanya menempuh waktu sekitar 15 menit saja, Abigail telah sampai di lokasi Ghandi. Abigail turun dari mobil online yang dipesannya.


“Ghandi bukalah penutup matanya,” titah Abigail.


Ghandi melakukan perintah tuannya dan membuka penutup mata Irawan.


Mata Irawan membelalak melihat orang yang menyekap adalah rekan bisnisnya sendiri.


“Apa yang kau lakukan, tolong lepaskan saya pak Abi,” pinta Irawan.


Abigail tertawa mendengar permintaan Irawan yang menurut sangat konyol.


“Kau mau saya lepaskan?” Irawan mengangguk cepat.


“Buatlah permohonan terakhir mu, karena saya akan melepaskan untuk pergi ke alam neraka,” lontar Abigail.


Wajah yang tadi terlihat senang seketika berubah tegang. Sedangkan Ghandi hanya menikmati pemandangan yang dilihatnya.


“Pak Abi! Kesalahan apa yang saya buat, sehingga anda menyuruh orang menculik saya dan menyekap saya begini.” Irawan yang lemah masih bisa bicara yang cukup jelas di dengar.


“Ghandi berikan cambuk pada saya,” pinta Abigail, Ghandi dengan cepat menyerahkannya.


“Apa kau sedang bersandiwara sekarang, atau hilang ingatan. Jawab?”


Abigail menganyun cambukan pada pada Irawan dan mengebai paha dan lengannya. Sampai tiga kali cambukan bergantian kiri kanan.

__ADS_1


“Arghh aampun pakhh Abi, maafkan sa-saya. Sa-saya benar-benar menyesal,” ungkap Irawan sambil menahan rasa sakit akibat cambukan.


“Maaf mu sudah terlambat, bersiaplah untuk berakhir ditangan saya.”


Abigail mengeluarkan pistol yang selalu dibawanya kemana untuk berjaga-jaga jika ada orang yang mau melukainya.


“Katakan permintaan terakhir mu, cepat!”


“To-tolong ka-katakan pada istriku, bahwa aku sebenarnya telah mengkhianatinya..”


DOR! DOR!


Dua tembakan bersarang di jantung dan dada Irawan. Pria paru baya yang berusia 45 tahun itu menutup mata untuk selama-lamanya.


Abigail tersenyum senang melihatnya. Sedangkan Ghandi hanya terlihat biasa saja, karena Ghandi sudah sering menyaksikan Abigail menyiksa orang-orang yang berani berbuat kejahatan padanya. Maka mereka harus bersiap mati ditangan Abigail.


“Ghandi tugas mu sudah selesai, kau boleh kembali ke asal mu,” ujar Abigail.


“Ya, tuan.” Ghandi menjawab singkat.


...****************...


“Ibu makasih sudah mau menuruti permintaan Aleeya. Hari ini aku akan mulai mencari kerja, aku janji akan memberikan hasil gaji ku pada ibu.”


“Ibu hanya bisa mendoakan agar kamu mendapatkan perkerjaan yang kamu inginkan nak.”


“Yasudah bu, aku berangkat ya bu.”


Aleeya berpamitan pada Nur untuk mencari pekerjaan. Aleeya berjalan ke arah jalan besar untuk menyetopkan angkutan umum.


Ditengah perjalanan Aleeya melihat lowongan pekerjaan.


“Pak berhenti disini saja,” ucap Aleeya. Ia lalu memberikan ongkosnya.


“Pak apa benar disini sedang membutuhkan seorang OG?” Tanya Aleeya.


“Benar mba, mba masuk saja dan tanyakan saja pada resepsionis di dalam,” ujar Satpam yang berjaga di depan pintu masuk kantor.


Setelah di tanya-tanya akhirnya ia keterima bekerja sebagai OG di kantor cabang MN Corp. Aleeya disuruh berganti baju dan memulai pekerjaannya. Sampai tidak terasa sudah waktunya untuk pulang. Aleeya kembali naik angkutan umum.


“Assalamualaikum,” salam Aleeya.

__ADS_1


“Waalaikumsalam,” jawab Dzaki yang tengah menonton tv.


“Kakak habis darimana?” Tanya Dzaki melihat Aleeya berpakaian rapi seperti orang pekerja kantoran.


“Nanti kakak kasih tau, tapi dimana ibu?” Ujar Aleeya balik bertanya.


“Ibu di dapur nak.” Terdengar suara ibunya di dapur.


“Ayo ikut kakak ke dapur.” Aleeya menarik Dzaki agar mengikutinya.


“Ada apa Aleeya,” kata Nur melihat Aleeya dan Dzaki.


“Ibu... Aku ke terima kerja.” Aleeya berhambur ke pelukan ibunya saking bahagianya.


“Syukur alhamdulillah ibu bahagia mendengarnya,” ucap Nur menciumi wajah putri sulungnya.


“Raina juga bahagia kak, kak nanti kalau kakak dapat gajih boleh enggak Raina minta dibelikan baju baru,” kata Raina.


“Boleh dong dek,” ucap Aleeya memeluk adik bungsunya.


“Asik, berarti Zaki juga ya kak. Aku mau sepatu sekolah saja boleh kan kak,” timpal Dzaki.


“Iya nanti kakak belikan buat adik-adik kakak ini.”Aleeya merangkul keduanya.


“Kamu pasti lelah bekerja seharian, lebih baik kamu istirahat saja nak,” kata Nur perhatian.


Aleeya mengangguk dan melangkah ke kamarnya. Setelah menggantung tasnya, gadis berbaring menghilangkan penatnya.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓

__ADS_1


__ADS_2