Istri Simpanan

Istri Simpanan
ingatan iris


__ADS_3

aku mengerang kesakitan.hingga aku tak sadarkan diri.


Aku pun terbangun.aku melihat sekeliling ruangan dan hanya melihat Rio sedang tertidur.aku mencoba bangun perlahan-lahan tapi kepala ku masih sakit.tiba-tiba pintu terbuka.oh ternyata itu bibi,dia terlihat gembira dan segera memanggil dokter.dokter memeriksa ku dan bertanya.


Dokter:"apa kah kamu merasa baikan?,apakah masi ada yang sakit?,jika iya mengangguk lah dan jika tidak menggeleng lah?.karna tulang rahang mu baru saja di oprasi pengaruh menggeser.mungkin masi kaku".sambil mencemaskan.


Vera:"(mengeleng kan kepala)


Setelah beberapa minggu di rumah sakit,akhirnya aku sudah boleh pulang dan istiraha yang cukup di rumah.


Bibi dan paman merawat ku dengan baik,mereka sangan menyayang iris,tapi yang bersemayam di tubuh ini bukan iris melain kan vera.Entah bagai mana kabar iris yang memiliki tubuh ini...


setelah bebe rapa lama aku di rawat paman dan bibi akhirnya aku berunding dengan mereka dan ingin tinggal sendiri sambil mencari pekerjaan.namun bibi merasa sedih,tidak ingin aku tinggal terpisah dari mereka.karna hanya mereka satu-satunya keluarga iris.


Memang keluarga mereka kaya raya dan tidak kekurangan apapun,.tapi aku tidak ingin merepot kan mereka.sudah cukup baik karna sudah merawat ku semasa koma hingga sadar.


Vera:"bibi,paman,rio, jaga diri kalian baik-baik ya,aku akan sering-sering berkunjung.aku kan sudah dewasa ada baik nya aku belajar mandiri dan belajar menghidupi diri sendiri".sambil memeluk bibi.


Bibi:"ya sudah lah nak,jika tekat mu sudah bulat,kami tidak bisa melarang mu.sering-seringlah berkunjung.kamu sudah kami anggap seperti anak kami sendiri!"sambil menangis


begitulah aku meninggalkan mereka.aku sudah mengetahui masalalu dari tubuh yang aku naungi ini.kadis ber umur 17 tahun,yang sudah di tinggal kan oleh kedua orang tuanya.mereka meninggalkan warisan kepada anak semata wayang nya dan menitipkan putrinya kepada adik nya yaitu paman dan bibi. tapi malah di manfaat kan oleh kekasih nya,dan semua harta warisan nya di rampas,untung gadis ini masih punya uang tabungan.tapi tabungan yang hanya terisi 100 juta ini mana cukup untuk biaya hidup.sewa rumah perbulan nya 900 belum lagi biaya makan.dan harus membeli hanpon, baru karna hanpon iris yang lama sudah remuk...


kalau di fikir-fikir umur iris dan umur ku beda beberapa tahun.aku dulu sudah berumur 25 tahun sedangkan anak ini baru 17 tahun.

__ADS_1


sepanjang perjalanan aku hanya memikirkan tubuh baruku ini.Di perjalanan aku mendengar suara jeritan wanita minta ampun.


awal nya aku tidak ingin berurusan dengan orang.Tapi lama-lama akukasian juga pada wanita itu.


vera:"haduuuuh kalian berisik deh.berani nya sama cewe ya kalian.aku lagi menelfon polisi nih.apa masi mau berulah hah".


penjahat:"perempuan darimana ini yang berani ikut campur urusan orang hah?.akan ku ingat wajah perempuan ini.ayo kita pergi sebelum ada polisi".sambil cepat-cepat pegi.


takut juga sih kalaw sampe mereka tidak percaya.hampir saja aku ngompol.kata ku dalam hati.


Wenda:"Terimakasi nona karna sudah menyelamat kan saya.mungkin jika nona tidak datang saya sudah di jual oleh mereka!.ooh iya perkenal kan nama saya wenda.siapa nama anda?".bertanya dengan ragu nya.


Vera:"oooh iya tidak masalah...bicara formal saja.perkenalkan namaku Vera.kebetulan juga aku lewat di sini.karna sedang menuju rumah yang akan aku sewa nanti".sambil berlalu pergi


Vera:"ok...sini aku catat di hp kmu.kapan-kapan kita ketemu lagi yah bay...


begitulah pertemuan ku dengan sahabat ku wenda.hingga dia menghubungi aku dan mengajak bertemu,meminta ku menjadi sahabat nya.kata wenda akulah sahabat yang paling iya sayangi.padahal belum lama kami bertemu.aku menemani dia berbelanja,makan jalan-jalan dan dia sering menginap di rumah ku.dia orang yang ceria juga baik pada ku.orang tua nya cukup kaya,wenda selalu membelikan ku barang-yang lumayan mahal.beju yang kembar dengan dia,hils kembar,kaca mata,dan barang-barang lain nya.


tidak lama kemudian dia bercerita padaku,bahwa dia sedang dekat dengan se orang lelaki.kata dia lelaki itu baik pada nya.aku cukup mendukung nya tidak mau berkomentar banyak.pikirku sih sudah lumayan dapat teman baru.


Hingga sampai di mana aku tidak pernah mendapat kabar dari nya.entah dia di mana dan kenapa.orang tua nya pun berkata bahwa wenda pergi ke kampung halaman neneknya.tapi mengapa dia tidak memberi tau aku.


tapi ya sudah lah....

__ADS_1


jika di ingat lagi wenda yang dulu beda dengan sekarang ya dulu dia belum liar seperti sekarang ini.


aku membayang kan masalalu sambil tertawa.


dan aku tidak sadar ada yang memperhatikan ku dari kejauhan.


ternyata itu leo,dia datang lagi ke bar ini.


sepertinya dia sendirian.aku pun menghampirinya.


dengan jantung berdegup melewati arya yang sedang duduk bersama wanita sambil minum.


sulit melupakan masalalu kelam ku.tpi aku harus berusaha,aku tak akan mau menjadi vera yang dulu lagi...


aku duduk di depan leo sambil tersenyum canggung,karna dia terus menatap ku.


Leo:"kamu baru datang ya.kenapa bengong terus sih d sana?.apa nggak keram tu kaki".sambil tertawa.


Vera:"ah nggk ko.aku pikir tadi lupa bawa jaket pasti entar bakal dingin pulang nya".


entah kenapa setiap ketemu dia,aku selalu deg-deg an.


untuk pembaca yang terhormat,berhubung ini novel pertama ku.author butuh banget komen kalian dan like dan jga jangan lupa simpan di faforit ya.supaya author lebih semangat lagi nulis nya.😘

__ADS_1


__ADS_2