Istri Simpanan

Istri Simpanan
Cucu Paling Tampan (End )


__ADS_3

Setelah menghabiskan salad buah buatan adik iparnya, Amira pun melanjutkan pekerjaannya sementara Bintang tidak keluar lagi dari ruangan Dipa.


Amira tidak berani masuk ke ruangan Dipa karena ia sudah bisa menebak apa yang sedang mereka lakukan di dalam.


Bintang baru keluar dari ruangan Dipa satu jam kemudian.


"Kak, besok kalau aku kesini lagi mau dibawain apa ?" tanya Bintang sebelum pulang.


"Apa saja aku pasti makan " jawab Amira.


"Baiklah ..bye " Bintang pun pergi dan menghilang di bilik lift.


Jam Empat sore saat Amira selesai jam kantor Daniel sudah menunggu di lobby.


Dipa yang juga hendak pulang pun menghampiri kakak iparnya yang sedang duduk disana.


"Kenapa ga naik ? malah nunggu disini ?" tanya Dipa.


"Gapapa..Amira nya juga bentar lagi turun " jawab Daniel


Dipa menemani Daniel mengobrol sampai Amira turun dan mereka pun berpisah di parkiran.


"Gimana kerjaan kamu hari ini ?" tanya Daniel sambil memasangkan seatbelt Amira dan mencuri satu ciuman di perutnya.


'Hari ini ga terlalu banyak kerjaan, aku malah lebih banyak makan daripada kerjanya..apalagi tadi Bintang bawain aku salad buah " jawab Amira.


"Perhatian juga anak itu sama kamu " ujar Daniel


"Bintang memang dari dulu sudah baik sama aku Mas, bahkan sebelum aku kenal sama kamu " jawab Bintang.


"Adik siapa dulu dong " ujar Daniel bangga.


"Iya adik kamu , Mas " jawab Amira.


"Sekarang kamu mau makan apa ? mumpung kita di jalan "


"Aku mau makan nasi goreng. Disana ada tulang nasi goreng enak loh " Amira mengajak Daniel ke tempat mangkal tukang nasi goreng langganannya.


"Baik banget calon anak kita ini, keinginannya tidak bikin repot Daddy nya " Daniel mengusap perut Amira yang mulai sedikit berisi.

__ADS_1


Setibanya disana mereka pun langsung mencari bangku yang kosong.


Daniel yang hendak memesan tampak kaget ketika Amira melarangnya.


"Kita kesini kan mau makan " Daniel mengingatkan Amira.


"Iya..tapi aku tidak mau makan nasi goreng buatan si abangnya, aku maunya buatan kamu " jawab Amira


"Mana bisa begitu ?" Daniel tampak bingung.


"Kalau begitu kita pulang saja, nanti aku bikinin di rumah "


"Aku maunya disini saja Mas, tapi kamu yang bikin !" pinta Amira


"Tapi ga enak sama si abangnya"


"Ya sudah kalau begitu kita pulang saja !" Amira bangkit hendak pulang. Wajahnya terlihat sedih dengan mata memerah menahan tangis.


"Tunggu..biar aku bilang dulu sama si abangnya" Daniel pun menHan tangan Amira dan menyuruh untuk duduk lagi.


Daniel kemudian menghampiri si Abang penjual nasi goreng dan menceritakan keinginan istrinya yang sedang hamil itu..untungnya si Abang penjual nasi goreng itu mengijinkan dan memandu Daniel membuat nasi goreng pesanan Amira.


"Bagaimana..enak tidak ? " Daniel memberikan nasi goreng buatannya kepada Amira.


"Enak banget ,Mas ! besok aku mau coba makan mie gorengnya ya Mas..dan kamu lagi yang bikinnya " pinta Amira sambil memakan nasi gorengnya dengan lahap.


"Terserah kamu lah Sayang " jawab Daniel pasrah.


Setelah menghabiskan nasi gorengnya, mereka pun pulang. Namun setibanya di rumah tiba-tiba Amira ingin menginap di rumah Ayahnya.


"Kalau ingin menginap disana kenapa tidak bilang daritadi ? " tanya Amira.


"Aku inginnya baru saja, Mas. Kalau tidak boleh juga tidak apa-apa" jawab Amira.


"Mana mungkin tidak boleh dong Sayang, kita pergi sekarang ya " Daniel membantu Amira menyiapkan baju untuk mereka menginap.


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah orangtua Amira, Daniel dibuat bingung ketika Amira tiba-tiba berwajah sedih.


"Kamu kenapa sih Sayang kok wajahnya sedih begitu, aku kan sudah mengikuti semua keinginan kamu " Daniel menngenggam tangan Amira dengan tangan kirinya.

__ADS_1


"Aku ngerasa sedih saja, aku tuh kasian sama kamu Mas..kamu pasti lelah mengikuti semua keinginan aku " jawab Amira.


"Ya ampun Sayang, aku tuh sudah menunggu momen ini sejak kita menikah..momen dimana aku ditepitin sama istri aku yang sedang ngidam " ujar Daniel.


"Beneran kamu tidak kesal ?" tanya Amira.


"Ya tidak dong Sayang..lagian aku yang udah buat kamu hamil " jawab Daniel.


"Melihat kamu sehat dengan kehamilan kamu ini saja aku sudah senang, aku tidak khawatir seperti Dina yang harus sampai dirawat di rumah sakit "


*


Kondisi Amira memang bisa dibilang lebih beruntung dibandingkan Dina. Dina terpaksa menjalani perawatan karena tubuhnya yang ngedrop karena kehamilannya. untungnya Leon seorang dokter sehingga dapat mengawasi dari tempat kerjanya setiap saat.


*


Setelah beberapa bulan berlalu akhirnya Amira dan Dina melahirkan dalam waktu yang bersamaan dan di tempat yang sama.


Mereka berdua melahirkan bayi perempuan. Disaat seluruh keluarga sedang sangat berbahagia, hanya Langit yang terlihat sedih.


Bocah tampan itu sedih karena kedua adik nya yang terlahir dari Amira dan Dina dua-duanya berjenis kelamin perempuan.


"Kenapa semua adik aku perempuan ? aku juga kan ingin punya adik laki-laki agar aku ada teman bermain " Langit menangis dalam gendongan Dipa.


"Sssttt...jangan sedih ya..nanti Ayah dan Bunda bikin lagi siapa tau adiknya laki-laki " Dipa menenangkan Langit namun tidak membuat tenang Bintang.


Ucapan Dipa barusan seolah kode keras jika Dipa akan membuat Bintang hamil lagi demi mengabulkan keinginan Langit yang ingin adik laki-laki.


Tahun berganti..Langit pun tumbuh menjadi pria yang tampan diantara enam gadis cantik karena Langit adalah cucu laki-laki satu-satunya di keluarga Ardinata dan David.


Meskipun pada akhirnya Langit tidak mempunyai saudara laki-laki, namun itu tidak menyurutkan kebahagian seluruh keluarga karena mereka saling menyayangi satu sama lain.


TAMAT


Akhirnya kisah Bintang dan Dipa telah sampai diujung cerita, Author ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada readers tersayang yang sudah setia membaca semua karya Requeen yang jauh dari kata sempurna ini.


Sekedar info ya...akan ada cerita yang baru lagi loh disini.


Ditunggu ya readers 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2