
Setelah semua pekerjaan di kantornya selesai Dipa pun langsung menjemput Bintang di Panti Asuhan. Setibanya disana tentu saja Dipa kaget karena Dina dan Leon juga anak-anak ada disana.
Langit adalah orang pertama yang melihat kepulangan Dipa. Bocah tampan yang semakin mirip dengan Dipa itu pun langsung berlari menyongsong nya.
"Ayaaah gendooong " pintanya manja sambil merentangkan tangannya.
Dalam sekejap tubuh bocah mungil itupun langsung berada di gendongan Dipa.Langit menciumi wajah Dipa hingga wajah Dipa basah dengan air liur putranya itu membuat Dipa terkekeh sambil balas mencium pipi bulatnya.
"Kalian sengaja janjian kesini ?" tanya Dipa kepada Leon sambil menggendong Langit.
"Kami tadi habis makan diluar tidak sengaja mampir kesini dan ketemu Bintang " jawab Leon.
"Ooh " jawab Dipa.
"Ayaah mau jemput kita ya ? kita sudah siap akan pulang " Bunga muncul bersama Bintang dan Lana.
"Iya..Ayah mau jemput kalian " jawab Dipa sambil mengelus puncak kepala Bunga.
Sore itu mereka pamit pulang dari panti asuhan, Bunga dan Langit ikut pulang dengan Dipa dan Bintang sementara Lana pulang bersama Dina dan Leon.
Sepanjang jalan Langit berceloteh meminta untuk mengganti panggilannya menjadi Aa karena sebentar lagi ia akan punya adik.
"Beneran Langit mau dipanggil Aa ?" tanya Dipa sambil tersenyum.
"Iya Yah " jawab Langit yakin.
"Baiklah, mulai sekarang Ayah akan panggil Langit Aa" ujar Dipa. Langit pun tersenyum senang.
"Kamu juga dong Sayang..Aa Dipa kan bagus " ledek Bintang sambil mencolek pinggang Dipa.
"Jangan dong Neng, kalau dua-duanya dipanggil Aa nanti malah bingung " jawab Dipa.
Semua yang ada di mobil itu tertawa kecuali Bunga. Wajah Bunga terlihat muram dan itu tidak luput dari pandangan Bintang.
"Kakak Bunga mau diganti juga panggilannya menjadi teteh ?" Bintang menoleh kearah kursi belakang dimana Bunga dan Langit berada.
"Tidak " Bunga menggeleng.
"Lalu kenapa sedih ? apa kakak Bunga ingin sesuatu ? mumpung kita masih di jalan..biar pak sopirnya bisa langsung nganter " tanya Bintang sambil melirik kearah Dipa yang fokus menyetir dan sesekali melirik kearah Bunga.
"Pak sopir ini bayarannya mahal loh Neng " ujar Dipa pelan. Bintang pun tertawa.
__ADS_1
"Jadi kakak Bunga mau apa nih ?" Bintang kembali fokus pada Bunga.
"Aku..aku kangen sama Mommy " jawab Bunga lirih sambil menunduk dan matanya terlihat berembun.
"Baiklah, nyampe rumah kita telepon Mommy ya " jawab Bintang cepat. Bunga pun mengangguk.
Setelahnya tidak ada yang bersuara. suasana terlihat hening. Dipa tidak berani membicarakan apapun tentang Elsa karena khawatir Neng geulisnya akan murka.
"Mbak Elsa tidak ada kabarnya ya sejak Mamanya meninggal " Bintang seperti mengingat sesuatu. Dipa hanya mengangguk.
"Walaupun jarang pulang ke Indonesia, tapi dia kan biasanya sering telpon kamu untuk nanyain kabar Bunga " oceh Bintang. Lagi-lagi Dipa hanya menjawab dengan anggukan.
"Kamu itu aku ajak ngobrol jawabnya ngangguk terus " Bintang memukul lengan Dipa kesal.
Setelah sampai ke rumah, Bunga langsung masuk ke kamarnya dan meringkuk sambil memeluk guling nya.Bintang yang mengikuti duduk di sisi ranjang Bunga.
"Sekarang kita telpon Mommy nya ya, tapi kakak Bunga nya jangan sedih begini..kakak Bunga nya harus senyum biar Mommy nya senang " bujuk Bintang.
"Iya Bun " jawab bunga sambil tersenyum manis.
"Nah gitu kan cantik..sebentar Bunda panggil Ayahnya dulu " Bintang beranjak menuju kamarnya untuk memanggil Dipa karena Bintang tidak menyimpan nomor Elsa.
"Mas..Bunga sudah siap mau telpon Mbak Elsa tuh "
"Jadi selama ini kamu memblokir nomor Mbak Elsa ?" Bintang langsung melotot.
"Iya " jawab Dipa santai.
"Ya ampuuun Mas, kamu itu tega banget sih..pantas saja Mbak Elsa tidak pernah telepon Bunga " omel Bintang.
"Aku sengaja blokir dia biar kamu tidak cemburu lagi dan menganggap yang engga-engga , kan kamu yang mau agar aku tidak berhubungan apapun dengan Elsa lagi " jawab Dipa.
"Tapi kalau urusan Bunga itu pengecualian Mas, walau bagaimanapun Mbak Elsa itu ibunya Bunga. Dia yang mengandung dan melahirkannya. Jadi jangan halangi dia untuk bertemu dengan Bunga "
Dipa menggaruk tengkuknya terlihat serba salah. " Kamu saja yang temani dia telpon Elsa gih !" Dipa memberikan ponselnya kepada Bintang.
Bintang membawa ponsel Dipa ke kamar Bunga. Setelah menyambungkan sambungan video ke nomor Elsa, Bintang pun menemani Bunga melepas kerinduan kepada Ibunya yang tinggal nun jauh disana.
"Mommy..sebentar lagi aku akan punya adik lagi, di perut Bunda sekarang ada adik bayinya " Bunga memberitahu kabar kehamilan Bintang kepada Elsa.
"Oh ya..Bunga senang dong mau punya adik lagi " jawab Elsa di sebrang sana.
__ADS_1
"Senang banget Mom..aku maunya adiknya tidak cuma satu, kalau bisa tiga biar bisa main sama aku, Aa dan Lana " jawab Bunga sambil mengacungkan tiga jarinya.
"Aa..siapa ?"
"Aa Langit Mom..dia ingin dipanggil Aa..lucu ya " jawab Bunga.
"Bagus kok panggilannya..Kakak Bunga disana jangan nakal ya, jangan bikin Bunda repot..kalau bisa manjanya dikurangin soalnya kasian Bundanya kan sekarang lagi hamil " nasehat Elsa.
"Tidak Mom..aku dan Aa tidak nakal.dan sudah tidak manja lagi. Justru yang manja itu Ayah..pokoknya Ayah itu seperti anak kecil tidak mau jauh-jauh dari Bunda.. pokoknya nyebelin " oceh Bunga.
Disebrang sana Elsa tampak terdiam, ternyata banyak yang berubah pada diri Dipa setelah menikah dengan Bintang. Elsa tidak menyangka jika Dipa akan se bucin itu kepada Bintang.
"Mom..jadi kapan Mommy akan ke Jakarta ? aku kangen " ucap Bunga mulai terdengar lirih.
"Bulan depan Daddy ada kerjaan di Jakarta, nanti kita ketemuan ya Sayang " jawab Elsa.
"Bener ya Mom "
"Iya..kakak dan Aa mau dibawain oleh-oleh apa dari Australia ?" tanya Elsa.
"Apa saja Mom " jawab Bunga.
Setelah sambungan video terputus Bunga pun mengembalikan ponsel Dipa kepada Bintang.
"Duuh yang mau janjian ketemuan sama Mommy nya bulan depan " Bintang menjawil ujung hidung Bunga membuat gadis kecil itu tertawa. Wajah muramnya sudah sirna setelah kerinduan kepada Mommy nya terobati.
"Bunda, nanti kalau Mommy datang ke Jakarta aku mau kasih Mommy buket bunga yang cantik " ujar Bunga.
"Boleh..nanti kita beli buket bunga yang cantik buat Mommy kamu " jawab Bintang.
"Terimakasih Bunda..kakak sayang Bunda " Bunda memeluk Bintang dan menciumi seluruh wajahnya membuat Bintang tertawa kegelian.
"Eh..kakak, Bunda dengar tadi bilang ingin adiknya tiga , apa tidak kebanyakan ?" tanya Bintang.
"Kan biar Kakak, Aa sama Lana dapat satu-satu jadi tidak akan rebutan " jawab Bunga polos.
"Apalagi Kakak sama Lana kan suka berantem " akunya.
"Nanti lagi jangan suka berantem ya, sama saudara itu harus saling menyayangi !" pesan Bintang.
"Tapi..kakak juga pernah lihat Bunda sama Aunty Dina berantem dan dimarahin sama Opa " cicitnya membuat Bintang malu sendiri.
__ADS_1
"Sebetulnya saat itu Bunda sama Aunty Dina bukan berantem, cuma berdebat saja " dusta Bintang.
Maaf ya kak kali ini bunda bohongin kamu batin Bintang.