Istri Simpanan

Istri Simpanan
Cemburu


__ADS_3

Hari ini Bintang tidak ada jadwal kuliah, namun ia mendadak ada undangan acara ulangtahun Yunan salahsatu teman kuliahnya.


Karena rumah teman Bintang berada di gang yang sempit dan tidak memungkinkan Bintang untuk membawa mobil akhirnya Bintang dan teman-temannya pergi konvoi dengan menggunakan motor.


Mereka pergi berboncengan dengan teman yang memiliki motor. Karena rumah Bintang satu jalur dengan rumah Firman akhirnya Bintang pun nebeng motor Firman. Siang itu ada lebih dari sepuluh motor yang berangkat bersama ke rumah Yunan.


Sebelum pergi Bintang menyempatkan diri menelpon Dipa untuk meminta ijin, namun Nomor telepon Dipa tidak bisa dihubungi karena ia dan Papa Ardi sedang ada rapat penting dengan para pemegang saham.


Papa Ardi berniat menjadikan Dipa pimpinan di perusahaan menggantikan dirinya yang berniat pensiun agar memiliki banyak waktu bersama keluarganya terutama ketiga cucunya yang sedang lucu-lucunya.


"Om Firman bawa motornya jangan ngebut ya !" pesan Langit kepada Firman.


Langit memang sudah cukup mengenal Firman karena ia sudah beberapakali kali bertemu ketika Firman dan beberapa temannya kerja kelompok di rumah Bintang.


"Baik jagoan " jawab Firman sambil mengacungkan ibu jarinya kearah Langit.


Firman termasuk cukup dekat dengan Bintang dan Firman sempat naksir Bintang. Status Bintang yang memiliki seorang putra tidak menyurutkan niat Firman untuk mendekati Bintang.


Namun Firman akhirnya memilih mundur secara teratur ketika Bintang memutuskan menikah dengan Dipa.


Meskipun begitu hubungan Bintang dengan Firman tetap terjalin baik walaupun Bintang sudah menjadi nyonya Dipa.


"Dadaaah Bundaaa.. " Bunga dan Langit melambaikan tangannya ketika motor Firman mulai melaju meninggalkan halaman rumah Bintang.


"Anak-anak Lo lucu banget ya " ujar Firman.


"Iya dong kan bundanya juga lucu " jawab Bintang sambil tertawa.


"Bundanya bukan cuma lucu tapi juga cantik..Sayang gw keduluan sama laki Lo ketemu Lo nya " ujar Firman.


"Emang kalau duluan Lo ketemunya gw bakal mau jadi pacar Lo ?" ledek Bintang.


"Pasti lah ..kita akan menjadi sepasang kekasih yang paling romantis sedunia dan gw pastikan Lo bahagia disamping gw " jawab Firman.


"Ngimpi...woyy banguun " seru Bintang membuat Firman tertawa.


"Bi..laki Lo tau ga kalau kita pergi ke rumah Yunan ?" tanya Firman.


"Gw tadi bel dia tapi ga diangkat sepertinya dia sedang sibuk. Nanti gw bel dia lagi kalau sampai di rumah Yunan " jawab Bintang.


"Laki Lo beruntung banget ya punya bini masih muda dan cantik seperti Lo.. pokoknya Lo itu paket komplit Bi " puji Firman.


"Kalo ada yang muji gw jadi suka ingin traktir " ujar Bintang sambil tertawa.


"Beneran ya Bi..gw akan nagih. Gw mau ditraktir di tempat yang mahal karena laki Lo kan banyak uangnya " ujar Firman.


"Boleh..siapa takut " jawab Bintang.


Firman tidak tahu jika sesungguhnya orangtua Bintang pun tidak kalah kaya dari Dipa


Perjalanan mereka semakin ramai setelah berkumpul dengan teman-teman yang lain. Mereka pun melanjutkan perjalanan dengan konvoi menuju ke rumah Yunan.

__ADS_1


Meskipun harus melewati gang kecil namun rumah Yunan terlihat sangat nyaman dan sejuk karena berada di kaki bukit.


Kedatangan rombongan bermotor itu disambut dengan hidangan khas Sunda yang sudah digelar di sebuah gazebo di dekat kolam ikan.


Setelah melewati acara tiup lilin dan menyanyikan lagu selamat ulangtahun mereka pun langsung menikmati hidangan khas Sunda itu dengan sangat lahap.


Menu nasi liwet lengkap plus jengkol membuat Bintang tidak sungkan untuk nambah.


"Cantik-cantik doyan jengkol juga Bi " Yunan mencolek lengan Bintang yang sedang makan dengan sangat lahap.


"Sejak gw di Bandung gw jadi doyan jengkol " jawab Bintang sambil mengunyah masakan dengan bau yang khas itu dengan sangat nikmat.


Saking nikmatnya menikmati hidangan yang disiapkan Yunan Bintang sampai lupa jika ia berniat menelpon Dipa untuk mengabari jika hari ini ia pergi ke ulangtahun Yunan. Dipa tahunya jika hari ini Bintang sedang tidak ada jadwal kuliah.


Setelah menghabiskan dua piring nasi liwet lengkap Bintang baru ingat jika ia harus menelpon Dipa, namun lagi-lagi Dipa tidak bisa dihubungi.


Acara ulangtahun Yunan berakhir jam lima sore, dan rombongan pun berpamitan untuk pulang.


Baru separuh jalan tiba-tiba hujan turun sangat lebat dan rombongan bermotor itu pun memilih berteduh di halaman sebuah ruko kosong.


Disaat yang bersamaan Dipa baru sampai ke rumah. Hasil rapat para pemegang saham tadi memutuskan jika Dipa resmi akan menggantikan posisi Papa Ardi sebagai pemimpin perusahaan dan Dipa ingin segera menyampaikan kabar gembira itu kepada Bintang.


Begitu turun dari mobil Dipa sedikit kecewa karena hanya Langit dan Bunga yang menyambut kedatangannya.


"Bunda kemana ?" tanya Dipa sambil menggendong Bunga dan Langit di depan dan belakang tubuhnya.


"Bunda tadi pergi yah " jawab Bunga.


"Bunda pergi pake motor Yah..sama Om Firman " jawab Langit.


"Om Firman ?"


"Iya Yah ..teman Bunda yang paling baik ..dulu Om Firman suka kasih coklat buat Bunda dan coklatnya aku yang makan " jawab Langit polos.


"Kapan Om Firman kasih coklat ? kenapa kak Bunga tidak tau ?" tanya Bunga.


"Dulu kak..waktu aku dan Bunda masih tinggal di rumah Mama Shanti " jawab Langit.


Mendengar ocehan Langit hati Dipa pun terasa terbakar. Setelah menurunkan kedua bocah itu di sofa ia pun langsung mengambil ponselnya.


Dipa mengaktifkan ponselnya yang lupa ia aktifkan sejak RUPS tadi siang dan ia pun langsung menghubungi Bintang.


"Neng dimana kamu ?" ( Dipa )


"Aku habis dari rumah teman Mas, ini sedang dalam perjalanan pulang tapi berhenti dulu karena hujan ". ( Bintang )


"Pulang kamu sekarang juga !" ( Dipa )


" Tapi Mas... " ( Bintang )


"Aku bilang Pulang sekarang !" (Dipa )

__ADS_1


Bintang terpaku menatap layar ponselnya ketika Dipa mengakhiri sambungan telepon secara sepihak.


"Kenapa Bi ?" tanya Firman menatap heran kearah wajah Bintang yang tampak Bingung.


"Mas Dipa nyuruh aku pulang sekarang juga " jawab Bintang.


"Tapi masih hujan Bi..maaf gw lupa ga bawa jas hujan lagi " ujar Firman.


"Gapapa..kita lanjut saja, hujannya sudah tidak sebesar tadi " pinta Bintang.


"Lo yakin Bi ?" tanya Firman. Bintang mengangguk.


"Baiklah kali lo maksa, tapi kalau sampai Lo sakit jangan nyalahin gw ya " pesan Firman.


"Iya " jawab Bintang.


"Lo pake jaket gw saja biar ga terlalu basah " Firman memberikan jaketnya kepada Bintang dan Bintang pun langsung memakainya.


Meskipun hujan masih belum reda namun Firman dan Bintang nekad melanjutkan perjalanan. Karena jarak ke rumah Bintang sudah tidak terlalu jauh setengah jam kemudian mereka pun sampai.


Setelah menurunkan Bintang, Firman langsung melanjutkan perjalanan.


Begitu melihat Bintang yang basah kuyup Bik Asih buru-buru memberikan handuk kepada Bintang.


Bintang buru-buru masuk ke kamar mandi dan membuka seluruh pakaiannya lalu mandi dengan air hangat. Ia hanya sempat mencium tangan Dipa dan tidak sempat melihat wajah Dipa yang sedang murka.


Setelah selesai mandi dan memakai bajunya barulah Bintang menyadari betapa tidak bersahabatnya wajah Dipa.


"Habis keluyuran darimana kamu ? bukannya hari ini kamu tidak ada jadwal kuliah ?" tanya Dipa.


"Siapa yang keluyuran ? aku habis dari rumah Yunan, hari ini dia ulangtahun " jawab Bintang. Jujur Bintang tidak suka Dipa mengatakan dirinya keluyuran.


"Kenapa tidak bawa mobil sendiri ? malah pergi naik motor sama cowok lain " tanya Dipa


"Rumah Yunan masuk gang kecil makanya aku nebeng Firman naik motor " jawab Bintang sambil mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


"Alasan " ujar Dipa.


Bintang menekan tombol off pada hairdryer nya kemudian menatap Dipa marah.


"Kamu itu kenapa sih Mas..wajah kamu itu galak banget..emang aku melakukan kesalahan apa sama kamu ?" tanya Bintang menatap tajam wajah Dipa.


"Kesalahan kamu apa ? pake nanya lagi " ujar Dipa sinis.


"Aku pergi ke ulangtahun Yunan apakah itu sebuah kesalahan ?" tanya Bintang.


"Salah kamu itu pergi tanpa ijin dari aku..dan kamu pergi bersama pria yang sempat naksir kamu..kamu mau memberi harapan kepada pria itu ?" sindir Dipa.


Bintang geleng-geleng kepala mendengar ucapan Dipa. " Sebelum pergi aku sudah berusaha menghubungi kamu tapi kamu tidak bisa dihubungi. Ketika sudah di rumah Yunan pun aku menghubungi kamu lagi namun tetap tidak bisa dihubungi " bela Bintang.


"Aku tidak suka kamu pergi dengan pria lain apalagi pake motor " ujar Dipa.

__ADS_1


"Kami semua pergi pake motor Mas " bela Bintang. " kalau tidak nebeng Firman apa kamu lebih suka aku pake ojek hah ?" tanya Bintang kesal. Dipa pun langsung terdiam.


__ADS_2