
Dalam setengah sadar Dipa masih sempat mendengar sepotong omelan Bintang.." Sana..peluk saja mantan istri kamu itu !" sungutnya sebelum keluar dari kamar.
Ternyata Neng geulisnya sedang cemburu kepada Elsa.. sudut bibir Dipa diam-diam menyungging senyuman samar.
Karena masih mengantuk Dipa pun melanjutkan kembali tidurnya. Berbeda dengan Bintang yang mulai sibuk menyiapkan sarapan dan keperluan sekolah anak-anak bersama Bik Asih.
Bintang yang masih kesal kepada Dipa sengaja tidak membangunkan suaminya. Bahkan sampai Bintang mengantarkan Bunga dan Langit ke sekolah pun Dipa masih tertidur.
Setelah mengantarkan Bunga dan Langit ke sekolah Bintang mampir ke rumah mertuanya dan berada disana sampai waktunya ia menjemput anak-anak.
Selama di rumah mertuanya Bintang mengabaikan banyak panggilan dari Dipa yang mencari keberadaannya.
Bahkan Bintang juga meminta kepada mertuanya dan juga Dina agar tidak memberitahu akan keberadaannya.
"Apakah kalian sedang bertengkar?" tanya Mama Niken menatap tajam kearah Bintang menyelidik.
"Tidak Mah " jawab Bintang.
"Mama tidak suka ya kamu bohong, kalau tidak jujur Mama akan bilang sekarang juga sama Dipa kalau kamu ada disini " ancam Mama Niken.
"Jangaan dong Mah.." pinta Bintang.
"Aku memang tidak sedang berantem sama Mas Dipa, aku cuma sedang kesal saja sama Mas Dipa " Bintang akhirnya mau jujur.
"Kesal karena apa ?" tanya Mama Niken.
Sebelum mulai bercerita Bintang menoleh ke kanan dan ke kiri khawatir ada Dina dan mendengar apa yang akan ia ceritakan kepada mertuanya. Setelah memastikan Dina tidak ada disana Bintang pun mulai melanjutkan ceritanya.
"Mas Dipa itu cemburuan sama Leon, bahkan dia melarang aku kesini..tapi di Surabaya dia seenaknya peluk-peluk Mbak Elsa. Istri mana coba yang tidak kesal melihat suaminya memeluk wanita lain walaupun itu mantan istrinya" Bintang mengadu kepada Mama Niken.
"Dasar anak itu..bisa-bisanya dia melarang kamu datang kesini " Mama Niken tampak kesal.
"Makanya aku tinggalin saja dia di rumah " sungut Bintang.
"Memangnya dia tidak ke kantor ?" tanya Mama Niken.
"Semalam Mas Dipa pulang larut katanya ada meeting, waktu aku nganterin anak-anak dia masih tidur " adu Bintang.
"Siapa yang masih tidur ?" tiba-tiba terdengar suara Papa Ardi dari arah belakang mereka.
__ADS_1
"Mas Dipa Pah " jawab Bintang.
"Dipa masih tidur ? malas sekali !" ujar Papa Ardi sambil duduk di sebelah Mama Niken.
"Iya Pah..marahin saja " Bintang mengompori mertuanya.
Mama Niken hanya terkekeh melihat tingkah Bintang yang menurutnya kekanakan. Sepertinya hanya Bintang yang berani menyuruh mertuanya untuk memarahi suaminya sendiri.
"Iya, nanti akan Papa marahi dia " jawab Papa Ardi.
"Sekarang saja Pah !" Bintang menyodorkan ponselnya agar Papa Ardi segera memarahi Dipa.
Papa Ardi mengambil ponsel Bintang dan langsung menghubungi Dipa. Bintang tampak tersenyum puas ketika serentetan kalimat Omelan meluncur dari mulut Papa Ardi.
"Sudah Papa marahin " Papa Ardi mengembalikan ponsel Bintang.
"Syukurin..emang enak dimarahin " Bintang bermonolog.
Mama Niken hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah absurd menantu kesayangannya.
Sambil menunggu waktunya menjemput anak-anak, Bintang memilih rebahan di kamarnya sambil melihat-lihat situs belanja online di ponselnya.
"Darimana kamu tau kalau aku ada disini ?" tanya Bintang judes.
"Tentu saja aku tau kamu ada disini, tadi Papa memarahi aku pake ponsel kamu kamu " jawab Dipa.
Bintang merutuki kebodohannya sendiri. Jika saja ia tidak menyuruh Papa Ardi memarahi Dipa pasti suaminya itu tidak dengan mudah menemukan keberadaannya.
"Ngapain nyusul kesini ? sana pergi kerja !" titah Bintang. " Kalau Papa pecat kamu anak-anak mau dikasih makan apa ?"
Meskipun kesal karena Bintang melanggar larangannya untuk tidak datang ke rumah orangtuanya namun Dipa tak urung ingin tertawa mendengar ucapan Bintang barusan.
"Aku sudah bilang kamu tidak boleh kesini , kenapa membantah ?" tanya Dipa.
"Aku tidak mau kamu larang -larang lagi. Kamu itu egois mendengar aku membicarakan Leon kamu marah, tapi kamu sendiri peluk-peluk mantan istri kamu di depan aku " sungut Bintang.
"Tapi kan saat itu suasana nya berbeda, Elsa sedang dalam keadaan berkabung seharusnya kamu mengerti " bela Dipa.
"Emang dia tidak punya keluarga lagi selain kamu ? kan masih ada Om dan Tante nya juga sepupunya " semprot Bintang.
__ADS_1
"Elsa tidak dekat dengan mereka "
" Oh jadi dia dekatnya cuma sama kamu ?...kalau begitu kenapa kalian bercerai ?" sindir Bintang.
Dipa melongo mendengar ucapan pedas Bintang yang sangat menyudutkan dirinya.
"Kamu kesini mau ngapain sih ? mau ngajak ribut ?" tanya Bintang setelah Dipa beberapa saat hanya terdiam.
"Aku mau jemput kamu pulang " jawab Dipa.
"Aku bisa pulang sendiri, kamu pergi kerja saja " jawab Bintang ketus.
"Kamu pikir aku bisa kerja disaat kamu marah seperti ini ?" tanya Dipa.
"Itu masalah kamu..kamu sendiri yang buat " jawab Bintang sambil beranjak hendak keluar dari kamar.
"Aku belum selesai bicara, kamu mau kemana ?" tanya Dipa sambil mencekal lengan Bintang.
"Aku mau jemput anak-anak " Bintang menepiskan tangan Dipa kemudian berlalu setelah mengambil tas dan kunci mobilnya.
Dipa hendak mengejar Bintang namun dilarang oleh Papa Ardi. " Tidak usah dikejar, istri kamu sedang marah yang ada dia akan tambah murka nanti habis kamu "
Dipa akhirnya mengurungkan niatnya untuk mengejar Bintang. Pria tampan yang terlihat berwajah kusut itu memilih duduk sejenak di ruang keluarga bersama Mama Niken dan Papa Ardi.
"Bintang sedang marah sama kamu jadi beri dia kesempatan untuk menenangkan diri dulu " nasehat Papa Ardi.
"Lagian kamu itu Di..cemburunya bisa ga dikurangin dikit.Masa Bintang cuma ngobrol sama Shanti bahas Leon saja kamu cemburu, kalau Bintang marah lihat kamu pelukan sama Elsa wajar cemburu " omel Mama Niken.
"Pasti ngadu " gumam Dipa.
"Bintang tidak berniat ngadu, Mama yang paksa dia cerita " Mama Niken membela menantunya.
"Tapi suasana kemarin itu Elsa sedang berduka Mah " Dipa membela diri.
"Iya Mama ngerti tapi kamu juga harus menjaga perasaan istri kamu " ujar Mama Niken.Dipa pun terdiam.
"Sekarang kamu pergi sana ke kantor, Papa tidak mau perusahaan Papa bangkrut gara-gara kegalauan kamu " perintah Papa Ardi.
Meskipun masih dongkol Dipa pun akhirnya pergi ke kantor mengikuti saran Papanya.
__ADS_1