Istri Simpanan

Istri Simpanan
Part 6. Istri Simpanan


__ADS_3

Pagi harinya, Rai telah menemukan bukti-bukti kejahatan Irawan. Rai hampir tidak tidur semalamam karena perintah dari bossnya yang meminta mencari tahu.


Rai menemukan sesuatu yang mengejutkan, malam-malam Rai pergi ke restoran tempat mereka meeting dan memaksa yang punya restoran agar ia diizinkan mengecek CCTV.


Betapa terkejutnya Rai melihat Irawan meminta pelayan disana memberikan sesuatu pada minuman Abigail. Lebih parahnya pelayan itu mau menuruti dengan di beri uang.


Tok..tok


Abigail yang memang sudah bersiap dengan setelan kerja, melangkah membuka pintu kamarnya.


"Apa kau sudah menemukan sesuatu?" tanya Abigail.


"Sudah pak, rekaman cctv sudah saya simpan. Pak Irawan membayar pelayan disana untuk memasukan sesuatu di minuman anda," ujar Rai menjelaskannya, tangan Abigail mengepal.


"Memangnya apa yang terjadi dengan pak Abi, setelah meminum minuman kemaren?" tanya Rai.


"Bersiaplah, sebentar lagi kita akan ke lokasi villa," ujar Abigail.


Rai memilih keluar dan menuju kamarnya untuk bersiap-siap seperti yang dikatakan bossnya.


"Irawan sialan," teriak Abigail saat pintunya telah tertutup.


"Kau membuatku menjadi pendosa. Lihat saja aku akan membuat mu memohon meminta kematian," ujar Abigail dengan rahang mengeras, kuku jarinya mengepal.


Abigail mengambil handphonenya menghubungi seseorang yang bisa membantunya.


"Cepat kau terbang ke kalimantan sekarang, saya butuh bantuan kau untuk menangkap seorang. Saya akan mengirimkan fotonya."


Setelah memberitahukannya Abigail mengakhiri telpon secara sepihak. Lalu mengutak atik handphonenya mengirimkan foto Irawan si manusia brengsek.


Tiba-tiba handphone Abigail berdering kembali, ketika melihat nama penelpon pria itu langsung mengangkat dengan wajah tersenyum bahagia.


"Halo mas, aku mau ngabarin kalau aku sudah sampai di Paris"


"*Kedengeran kamu senang banget sayang"


"Banget mas, makasih sayang sudah memberikan izin untukku menikmati liburan.. Tapi nanti aku mau liburan berdua denganmu dan tiba saatnya kau tak boleh menolaknya atau aku akan marah*." Ghina berbicara panjang.


"Baiklah sayang, mas tidak akan menolaknya nanti"


"Bagaimana kerjaan mu disana sayang?"


"Semuanya baik-baik saja sayang, aku akan secepatnya menyelesaikan pekerjaan disini dan segera pulang"

__ADS_1


"Oke aku mengerti sayang, tapi kamu harus ingat jangan gila bekerja. Kamu harus lebih banyak istirahat, aku tidak mau mendengar mu jatuh sakit. Apalagi tidak ada aku disana"


"Tenang saja sayang aku tidak akan sakit. Nikmati liburan mu, saat nanti aku pulang kamu harus ada di rumah menyambutku"


"Aku akan menyambut mu suami tampan ku. Mari kita akhiri telpon ini, kita sudaj bicara terlalu lama, aku tahu kamu pasti bersiap untuk bekerja"


"Sampai ketemu nanti istriku tersayang"


Kedua pasangan suami istri yang saling mencintai mengakhir sambungan telpon.


Sebelum berangkat ke lokasi pembangunan villa. Abigail menuruni tangga melangkah ke meja makan untuk sarapan. Selesai sarapan pria itu keluar dari villa masuk ke dalam mobil yang akan mengantarnya.


Selang beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai, Abigail lantas turun dan masuk ke villa yang sudah dibangun hampir mau selesai. Seorang yang bertugas menjadi mandor mendatangi Abigail.


"Bagaimana, apa ada kesulitan dalam mengerjakan pembangunan villa yang saya rancang sendiri?" Abigail bertanya pada seorang mandor.


"Selama proses pembangunan, sejauh ini tidak ada kesulitan atau kendala apa pun pak. Semua tukang mengerjakan sangat baik." Mandor tersebut menjelaskannya.


"Bagus, saya harap villa ini akan selesai saat saya kembali lagi kesini," ujar Abigail.


"Sebisa mungkin kami akan menyelesaikan secepatnya pak." Mandor berkata yakin.


"Hem, ya sudah lanjutkan pekerjaan kau," kata Abigail berlalu pergi.


"Rai, apa hari ini ada meeting lagi?" tanya Abigail dengan mata fokus pada layar Ipadnya mengecek email-email yang masuk.


"Hem, kalau begitu kita ke kantor saja."


Sopir yang mendengarnya lantas membawa mobil menuju ke arah jalan kantor.


...****************...


"Ibu mau pergi kemana?" tanya Aleeya baru saja keluar dari kamar dan mencegat ibunya.


"Oh ini, tentu saja ibu mau ke villa nak. Ibu kan bekerja membersihkan villa," jawab Nur.


Jawaban dari ibunya membuat Aleeya seketika mengingat kejadian kemaren yang menimpanya. Tubuhnya menegang, perasaannya menjadi tak karuan.


"Ibu kan masih sakit, jangan memaksakan diri untuk bekerja ibu. Biarkan yang lain saja menggantikan ibu semantara waktu," kata Aleeya.


"Tidak bisa nak, gajihnya lumayan membersikan villa. Uang itu untuk keperluan kita nak. Sebentar lagi adik mu Raina mau smp, ibu harus menyiapkan uang masuk dan membeli seragam," tutur Nur.


Aleeya malah merasa bersalah pada ibunya, karena melarang ibunya pergi kesana. Sebenarnya Aleeya takut membiarkan ibunya disana sendirian, tetapi Aleeya lebih takut bertemu pria dewasa itu lagi.

__ADS_1


"Ibu boleh bekerja kan?" tanya Nur menatap putri sulung.


Aleeya mengangguk, "Tapi aku ikut, aku tak mau sampai ibu kenapa-napa disana."


"Baiklah nak, kamu boleh ikut."


Setelah mengunci pintu dan menaruh kuncinya ditempat yang aman. Barulah Aleeya dan ibunya meninggalkan rumah dengan perasaan tenang. Mereka berjalan kaki saja menuju villanya, memang villa tersebut dekat dengan rumah mereka. Hanya membutuhkan waktu sekita 10 menitan mereka tiba disana.


"Nak, ibu akan bersihkan dapur dan ruangan dibawah. Kamu membersihkan lantai atas serta kamar," kata Nur membagi tugas membersihkan villa.


"Eung tidak ibu, aku mau membersihkan di bawah saja." Aleeya menolak membersihkan lantai atas.


"Lantai atas tidak terlalu luas nak. Mengapa kamu memilih lantai bawah," ujar Nur.


"Kan ibu baru saja sembuh, jadi jangan bekerja terlalu keras. Biarkan aku saja yamg membersihkan lantai bawah," terang Aleeya, ibunya menyetujuinya.


Kedua ibu dan anak mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing hingga selesai. Lalu melanjutkan memasak makan malam dan menyajikan di atas meja makan.


"Ayo bu kita pulang," ajak Aleeya cepat-cepat, takut keburu pria yang tak ingin dilihatnya datang.


Mobil yang mengantar Abigail dan Rai pulang ke villa pun sampai, bertepatan dengan Aleeya dan ibunya keluar.


Abigail menatap Aleeya dan Nur bergantian. Aleeya dengan cepat menunduk kepala ketika mengetahui pria dewasa itu menatap padanya.


"Maaf tuan, anda datang dan kami baru saja mau pulang," kata Nur tak enak, karena pulang harus berpapasan dengan orang yang menginap di villa tempatnya bekerja.


Aleeya menarik tangan ibunya, menurut Aleeya ibunya hanya akan membuang waktu saja bicara dengan orang yang tidak akan membalas omongan mereka.


"Tunggu!" Abigail menghentikan langkah Aleeya dan ibunya yang berada di belakangnya.


Aleeya dan ibunya terdiam menunggu Abigail kembali bicara dan mengatakan sesuatu.


"Ku mohon ya allah semoga pria itu tidak mengenali ku" ucap Aleeya berdoa dalam hati.


...****************...


Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!


Follow ig aku yuk guys : @dianti2609


Bersambung. . .


Follow juga ya!!

__ADS_1


Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.


Terimakasih💓


__ADS_2