Istri Simpanan

Istri Simpanan
Menemani Ayah Di Kantor


__ADS_3

Suara Adzan subuh mulai berkumandang ketika Daniel membangunkan Amira yang masih tertidur lelap dalam pelukannya.


"Sayang..bangun sudah waktunya subuh !" Daniel mengelus pipi Amira yang sedikit tertutup anak rambut.


"Sudah subuh ya " Amira perlahan membuka matanya.


Begitu matanya terbuka sempurna Amira langsung menyembunyikan wajahnya di dada Daniel. Ia merasa malu setelah apa yang mereka lakukan semalam.


"Hey..kenapa bersembunyi?" Daniel menjauhkan wajah Amira agar ia bisa melihat paras ayu nya yang memerah.


"Kamu malu setelah apa yang kita lakukan semalam ?" tanya Daniel dengan senyum menggoda.


"Apaan sih..aku mau mandi " Amira bangkit kemudian memakai bajunya dan beranjak ke kamar mandi. Amira sedikit meringis ketika berjalan karena merasakan perih di **** *************.


Setelah Amira melakukan mandi junub, kini gantian Daniel yang juga melakukan mandi junub sebelum mereka melakukan solat subuh berjamaah.


Setelahnya mereka kembali naik ke kasur dan kembali mengulangi apa yang mereka lakukan semalam.


"Aku ingin segera punya anak dari kamu " Daniel menciumi perut Amira setelah mereka melakukan pelepasan entah untuk yang keberapa kali.


"Maunya berapa ?" tanya Amira sambil mengelus rambut Daniel yang berada tepat diatas perutnya.


"Banyak..seperti Bintang dan Dipa " jawab Daniel kemudian merangkak kembali mengurung tubuh Amira.


"Mas sudah ah aku lelah " keluh Amira ketika dibawah sana ada yang sudah mulai mode on lagi.


"Satu kali lagi ya, sudah itu kita tidur " Daniel memohon.


"Baiklah..tapi bener ya satu kali saja" Amira pun membuka pahanya dan mengaitkan sepasang kakinya di pinggang Daniel.


*


Hari ini Dipa tampak uring-uringan karena pekerjaan kantornya sedikit berantakan tanpa Amira.


Jika sudah begitu Felix lah yang jadi sasaran kemarahan Dipa.


"Si Mira enak-enakan lagi honeymoon, gue yang jadi sasaran kemarahan di bos " Felix menggerutu.


"Siapa yang marah-marah ?"


Felix nyaris loncat dari kursinya ketika Bu Boss sudah berdiri di depannya.


"Bapak lagi marah-marah gegara sekertaris nya cuti " jawab Felix setengah berbisik.


"Masa sih ?" tanya Bintang.


"Beneran Bu, seharian kerjanya uring-uringan terus " jawab Felix


"Memang tidak ada yang gantiin Amira selagi dia cuti ?"


"Ada Bu, tapi kata Bapak kerjanya tidak bagus " jawab Felix

__ADS_1


"Ya namanya juga baru mana bisa langsung disamain sama Amira " jawab Bintang sambil beranjak menuju ruang kerja Dipa.


Dipa yang sedang berwajah suntuk langsung tersenyum begitu Neng geulisnya datang.


"Felix bilang kamu seharian ini uring-uringan terus " Bintang langsung mendekat kearah Dipa yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Gimana ga uring-uringan kalau kerjaan sekertaris baru itu ga bener " Dipa mengadu sambil memeluk perut Bintang.


"Ya maklum saja dong Mas, namanya juga baru " Bintang mengelus rambut Dipa seperti seorang ibu yang sedang menghibur putranya yang sedang gundah.


"Sekarang kesalnya sudah hilang karena kamu datang " jawab Dipa.


"Kalau begitu aku akan datang setiap hari sebelum Amira masuk lagi " tutur Bintang membuat Dipa langsung tersenyum senang.


Setelah seharian uring-uringan akhirnya mood Dipa pun membaik setelah kedatangan Neng geulisnya.


Bintang benar-benar menemani Dipa sampai semua pekerjaan suaminya itu selesai dan mereka pun pulang bersama.


Kedatangan mereka disambut Langit dan Bunga yang baru saja selesai mandi, tidak ketinggalan si kembar Shakila dan Shakira yang juga sudah cantik dan wangi khas bayi.


"Apakah hari ini mereka rewel sus ?" tanya Bintang sambil menggendong Shakira sementara Shakila sudah berada dalam gendongan Dipa.


"Tidak Bu, mereka semua anteng " jawab sang baby sitter.


"Bunda..apakah sekarang Bunda bekerja sama Ayah ?" tanya Bunga.


"Tidak kak, Bunda hanya menemani Ayah sementara karena Aunty Amira kan sedang cuti " jawab Bintang.


"Aku juga " Bunga tidak mau kalah.


"Ya sudah..besok sepulang sekolah kita ke kantor Ayah " jawab Bintang.


"Dedek Shakila sama Dedek Shakira mau ikut nemenin Ayah juga di kantor ?" tanya Dipa sambil menciumi pipi si kembar bergantian.


*


Masa cuti Amira diperpanjang karena ia dan Daniel melakukan perjalanan umroh. Sepasang pengantin baru itu tidak pergi sendirian tetapi dengan Leon dan Dina.


Dengan kepergian Dina semua tugas yang biasa Dina lakukan kini Bintang yang harus melakukannya sendiri, kadang-kadang mertuanya juga ikut membantu.


Setiap sepulang sekolah Bintang membawa anak-anak ke kantor karena mereka bersikeras ingin menemani Ayahnya di kantor.


Setiap hari kantor Dipa menjadi lebih ramai dari biasanya. Tidak jarang Dipa bekerja sambil memangku Langit yang masih saja manja karena menjadi anak laki-laki satu-satunya.


"Neng..Aa tidur nih " Dipa memanggil Bintang yang sedang menemani Bunga mewarnai gambar.


Bintang mengambil Langit dari pangkuan Dipa dan menidurkan di kamar tempat Dipa beristirahat.


Selanjutnya masih ada Bunga yang sibuk berceloteh dengan centilnya. Ia dan Bintang tampak anteng melihat-lihat situs belanja online dari ponsel Bintang.


"Kalian sedang mencari apa sih ?" Dipa yang penasaran langsung menghampiri kedua wanitanya itu.

__ADS_1


"Ini Yah..sepatu dan baju. Aku sama Bunda akan membeli yang couple" jawab Bunga.


"Aa sama Ayah tidak diajak couple an ?" tanya Dipa.


Bunga dan Bintang tampak saling pandang dengan bingung.


"Memangnya Ayah sama Aa mau pakai rok mini dan sepatu boot?" tanya Bunga.


"Tidak..tidak mau " jawab Dipa cepat.


"Tapi tunggu dulu..kalian mau pakai rok mini ?" tanya Dipa.


"Iya " jawab Bunga dan Bintang kompak.


"Kalau Bunga boleh karena masih kecil..kalau Bunda tidak boleh " Dipa langsung menghunuskan tatapan membunuhnya kearah Bintang.


"Yaaah..masa ga boleh sih Sayang ?" Bintang langsung protes.


"Boleh..tapi dipakainya hanya di rumah saja " jawab Dipa tidak ingin dibantah.


"Iiih Ayaaaah..aku tuh mau pakai baju dan sepatu couple sama Bunda untuk acara study tour bulan depan " kini Bunga yang protes.


"Ayah Bilang tidak boleh ya tidak boleh " putus Dipa.


"Ck..Ayah kuno tidak tau fashion " sungut Bunga kesal.


"Kalau mau couple sama Bunda cari model yang lain saja "


Sambil menggerutu Bintang dan Bunga pun mencari model baju yang lain yang sesuai dengan selera Dipa.


Setelah cukup lama mencari akhirnya mereka pun mendapatkan model baju yang cocok dan Dipa pun setuju.


Bunga yang mulai merasa bosan akhirnya ikut tidur bersama Langit. Kini tinggalah Bintang yang menemani Dipa bekerja.


"Temani nya disini saja Neng !" Dipa menepuk paha nya agar Bintang duduk disana.


Bintang pun duduk di pangkuan Dipa dengan posisi mengangkang sesuai perintah Dipa.


"Emang kalau begini kamu bisa fokus kerja Yang ?" tanya Bintang.


"Bisa..fokus ngerjain kamu, Neng " jawab Dipa.


"Ck..kamu itu mau kerja atau mau mesum ?" tanya Bintang.


"Kerja lah..tapi sambil pacaran sama Neng geulis " jawab Dipa.


"Memang bisa ?"


"Bisa Neng " jawab Dipa sambil mengendus leher Bintang dan mengecupinya kecil-kecil.


Bintang berada dalam pangkuan Dipa sampai pekerjaan Dipa selesai. Ia baru turun dari pangkuan Dipa saat satu persatu anak-anak mereka bangun.

__ADS_1


__ADS_2