
Mengandung konten dewasa harap bijak dalam membaca 🙏🙏🙏
Dipa meletakan kedua tangannya dibawah kepalanya membiarkan Bintang melakukan apapun yang ia mau atas tubuhnya.
Setelah berhasil melepaskan seluruh kancing piyama Dipa, perlahan Bintang merunduk kemudian melu mat bibir Dipa dengan lembut.
Dipa membalas ciuman Bintang dengan liar dan tangannya bergerak menyentuh dada Bintang yang menggantung indah tepat didepan matanya dan mere mas nya lembut membuat Bintang mengerang manja.
Dipa dengan cepat menjatuhkan Bintang dan mengurungnya dibawah tubuh kekarnya.Hanya dalam waktu singkat lingerie dan G-string yang melekat ditubuh Bintang Dipa lepas dan ia lemparkan ke sembarang arah. Dan setelahnya piyama Dipa pun ikut terhempas dilantai.Kini tubuh sepasang suami istri itu sudah benar-benar polos dan Bintang tampak pasrah berada dalam himpitan tubuh kekar Dipa.
"Sudah siap bikin adiknya Bunga dan Langit Neng ?" tanya Dipa dengan suara berat, Bintang menjawab dengan anggukan.
Setelah melihat kesiapan Bintang, Dipa pun menyerukan wajahnya diceruk leher Bintang dan menghisap kulit lehernya yang putih mulus membuat Bintang mengerang manja.
"Panggil namaku.. Neng !" titah Dipa sambil terus menghisap dan menggigit kecil leher putih mulus itu hingga meninggalkan banyak jejak kebiruan disana.
"Di..pa..geli "
Dipa tersenyum mendengar Bintang menyerukan namanya membuat pria yang sudah terbakar gairah itu semakin bersemangat untuk menjamah tubuh mulus Bintang.
Setelah meninggalkan banyak jejak cinta dileher Bintang, kini bibir Dipa bergerak turun dan singgah dada montok Bintang dan bermain-main disana.
Bintang kembali menyerukan nama Dipa ketika mulut Dipa melahap benda montok itu dan menghisapnya kuat bergantian kiri dan kanan. Bintang sedikit meringis merasakan rasa ngilu dan geli yang bercampur menjadi satu.
"Kalau Langit tau aku menyusu dia marah tidak ya ?" tanya Dipa sambil terkekeh diantara keasikannya menyusu.
"Pasti marah lah " jawab Bintang sambil mere mas rambut tebal Dipa. Dipa membalas dengan mere mas dada kiri Bintang.
Keasikan Dipa dan Bintang terganggu dengan suara ponsel Bintang yang terus berbunyi. Awalnya Bintang dan Dipa mengabaikannya namun akhirnya Dipa terpaksa melepaskan Bintang sejenak untuk memberi kesempatan kepada Bintang untuk menerima telepon.
"Dina Mas " ucap Bintang yang masih berada dibawah himpitan tubuh Dipa.
__ADS_1
"Ngapain ?" tanya Dipa mulai melanjutkan menjamah tubuh Bintang.
"Entahlah, dia ga mau ngomong, langsung dimatiin " jawab Bintang sambil menyimpan ponselnya didekat bantal.
"Pasti iseng anak itu " ujar Dipa.
"Mau main curang dia ganggu bulan madu gw " gumam Bintang.
Dipa kembali fokus pada tubuh mulus dibawahnya. Kali ini Dipa mulai merambah menuju bagian bawah tubuh Bintang. Bibir kenyal itu kini mulai menyusuri paha Bintang dan menciuminya hingga ke pangkal paha.
Bintang melengkungkan tubuhnya ketika mulut dan lidah Dipa bermain-main dibawah sana dengan lincahnya.
"Mass, please !" rengek Bintang sambil menjambak rambut tebal Dipa. Permainan lidah Dipa dibawah sana nyaris membuat Bintang gila.
"Panggil aku Sayang, Neng ! " pinta Dipa.
"Sa..Yaang, please " Bintang terus merengek sambil menarik-narik rambut Dipa meminta untuk segera dimasuki.
"Dipaa..Sayaaang, please !! " Bintang kembali merengek.
"Baiklah, tapi bilang dulu kalau kamu cinta sama aku " Dipa mengajukan syarat.
"Aku cinta kamu..Mas Dipa " ucap Bintang. Dipa pun menyeringai puas. Akhirnya ia mendengar kata cinta keluar dari mulut Bintang.
Dipa merenggangkan kedua paha Bintang untuk memberi ruang agar tubuh kekar Dipa tepat berada diantaranya.
Tanpa membuang waktu Dipa memposisikan keperkasaan nya tepat dimulut celah sempit Bintang yang sudah basah dan siap untuk dimasuki.
Bintang mengaitkan kedua kakinya dipinggang Dipa dan mereka pun bergerak bersama. Tubuh Bintang bergerak seirama dalam penyatuan. Suara erangan dan lenguhan terdengar dari mulut keduanya. Bintang mencengkram punggung Dipa kala tubuh perkasa itu bergerak menghujam semakin liar diatasnya.Dipa terengah dengan titik peluh di keningnya yang terlihat seksi dimata Bintang. Suara erangan bersahutan ketika keduanya akan sampai ke puncak dan akhirnya mendapatkan pelepasan bersama.
"I love you ,Neng !" desis Dipa setelah ambruk diatas tubuh Bintang.
__ADS_1
"I love You too, Mas !" jawab Bintang dengan suara lemah.
Disaat keduanya masih terengah kelelahan tiba-tiba ponsel Bintang berbunyi. Lagi-lagi dari Dina.
"Dina..brenti Lo gangguin gw, kalau pulang habis Lo sama gw !" bentak Bintang kemudian menutup panggilan dengan kesal.
Di sebrang sana Dina tertawa terbahak-bahak karena sudah berhasil mengganggu bulan madu Bintang dan Dipa.
"Dina itu sengaja ganggu bulan madu kita Yang " adu Bintang kepada Dipa yang sedang mengemut pu ting Bintang.
"Sudah biarkan saja " jawab Dipa sambil.mengalihkan mulutnya ke pu ting sebelahnya lagi dan menghisapnya kuat membuat Bintang melenguh sambil mere mas rambut tebal Dipa.
Sampai beberapa menit berlalu tidak ada tanda-tanda Dipa akan turun dari tubuhnya, bahkan Bintang merasakan bagian tubuhnya kembali terasa penuh.
"Lagi ya Neng " pinta Dipa, Bintang pun mengangguk.
Tidak ada alasan bagi Bintang untuk menolak karena ia pun sangat menyukainya dan selalu ingin mengulanginya lagi dan lagi.
Malam itu Dipa terus menggempur Bintang habis-habisan. Mereka baru tertidur ketika jam sudah menunjukkan angka 2 waktu setempat. Bintang yang sudah sangat mengantuk membiarkan Dipa menyusu sampai pria itu tertidur. Bahkan sampai keesokannya ketika Bintang terbangun Dipa masih dalam posisi menyusu seperti semalam.
"Sepertinya waktu bayi kamu tidak diberi ASI ya sama Mama " ujar Bintang sambil terkikik geli melihat mulut Dipa yang bergerak-gerak menghisap pu tingnya.
Meskipun pu ting nya terasa ngilu namun Bintang tidak tega untuk melepaskannya dari mulut Dipa. Bintang malah mengusap rambut tebal Dipa seperti seorang ibu yang penuh kasih sayang membuat Dipa semakin tenggelam dalam kenyamanannya.
Dipa baru melepaskan Bintang ketika wanita itu mengeluh ingin ke kamar mandi.
"Jangan lama-lama !" ucap Dipa setelah melepaskan pu ting Bintang dari mulutnya.
"Iya " jawab Bintang sambil buru-buru turun dari ranjangnya.
Setelah selesai Bintang kembali naik keatas ranjang dan kembali menyusui bayi besarnya hingga pria tampan itu kembali tertidur lelap sambil memeluk Bintang.
__ADS_1
*