Istri Simpanan

Istri Simpanan
Permintaan Bunga


__ADS_3

Beberapa Minggu yang lalu Elsa sudah melangsungkan pernikahannya .Keluarga Dipa tidak ada satupun yang datang , Bunga dan Dipa lebih memilih pergi ke Bandung daripada menghadiri pernikahan Elsa di Surabaya.


Sesuai dengan rencana awal, setelah menikah Elsa akan ikut suaminya pindah ke Australia. Sebelum berangkat ke Australia Elsa menyempatkan diri untuk menemui Bunga di Jakarta.


Meskipun sudah tidak berstatus menantunya lagi namun keluarga Dipa masih menyambut kedatangan Elsa dengan baik.


Dipa tidak keberatan ketika Elsa membawa Bunga menginap di hotel sambil memperkenalkan dengan Daddy baru nya.


"Bunga kenapa tidak datang ke acara pernikahan Mommy dan Daddy ?" tanya Elsa setelah mereka berada di kamar hotel.


"Maaf Mom..setiap akhir pekan aku sama Ayah kan pergi ke Bandung untuk menengok Langit " jawab Bunga.


"Ayah..sejak kapan Bunga panggil Daddy dengan sebutan Ayah ?" Elsa kaget karena Bunga kini memanggil Dipa dengan sebutan Ayah.


"Emmm...aku lupa Mom. Tapi aku ingin seperti Langit yang memanggil Daddy dengan sebutan Ayah dan memanggil kak Bintang Bunda " jawab Bunga.


"Bunga panggil kak Bintang Bunda juga ?" mata Elsa membola. Bunga mengangguk.


Elsa terdiam ternyata sudah sejauh itu hubungan Bunga dengan Bintang.


"Sayang..apakah kak Bintang baik sama kamu ?" Elsa mulai menyelidik. Ia khawatir Bintang memperlakukan Bunga dengan tidak baik terlebih setelah apa yang sudah ia lakukan kepada Bintang dan Langit.


"Bunda baik sama aku, malah yang sering bertengkar adalah Bunda sama Ayah " Bunga mengadu.


"Oh ya ?" Elsa tampak penasaran dengan kelanjutan hubungan Dipa dengan Bintang.


"Apakah Ayah dan kak Bintang tidur satu kamar ?" tanya Elsa.


"Sayang..jangan bertanya seperti itu kepada anak kecil " suami Elsa yang sedari tadi hanya jadi pendengar langsung mengomel.


"Ayah dan Bunda tidurnya terpisah. Ayah tidur sama Langit dan aku tidur sama Bunda " jawab Bunga.


"Kalau begitu ternyata mereka benar sudah bercerai " batin Elsa.


Setelah puas mengorek keterangan tentang Dipa dan Bintang, Elsa terlihat lega karena ternyata Bintang memperlakukan Bunga dengan baik.

__ADS_1


"Sayang..bulan depan kamu kan ulangtahun, Bunga mau dikasih kado apa sama Mommy dan Daddy ?" tanya Elsa sambil melirik suaminya. Yang dimaksud Daddy oleh Elsa tentu saja suami barunya.


"Aku tidak ingin apa-apa karena Mommy dan Daddy sudah membelikan aku banyak " Bunga menunjuk sudut kamar dimana semua belanjaan miliknya berada. Mulai dari mainan, pakaian, sepatu sampai peralatan sekolah.


"Di hari ulangtahun kamu Mommy dan Daddy pasti akan pulang ke Jakarta " ucap Elsa.


"Aku sebetulnya ingin..emmm !" Bunga tampak ragu mengatakannya.


"Ingin apa ?" tanya suami Elsa.


"Aku ingin ulangtahun aku dirayakan di Bandung bersama Bunda dan Langit " pinta Bunga.


Elsa menggaruk kepalanya, itu adalah permintaan yang sulit. Bukan ia menolak jika ulangtahun Bunga dirayakan di Bandung namun Mama Niken pasti langsung menolaknya.


"Kenapa harus di Bandung ? di Jakarta juga kan sama saja" bujuk Elsa.


"Aku ingin Bunda dan Langit juga kak Cilla hadir di acara ulangtahun aku " pinta Bunga.


"Kita kan bisa undang mereka " Elsa menawarkan solusi yang sebetulnya ia sendiri tidak yakin jika Bintang mau datang.


"Iya " jawab Elsa.


Setelah menginap selama dua malam, Elsa pun mengantarkan Bunga kembali ke rumah Dipa sebelum mereka terbang ke Australia untuk menetap disana.


*


Satu Bulan Kemudian


Acara Ulangtahun Bunga dirayakan disebuah resort mewah milik keluarga Dipa. Meskipun hanya acara ulangtahun bocah berusia lima tahun, namun para undangan yang hadir bukanlah tamu kaleng-kaleng. Tamu undangan yang hadir lebih banyak dari kalangan pengusaha dibanding teman-teman Bunga sendiri.


Bintang dan Langit yang kebetulan sedang berada di Jakarta sudah menitipkan kado ulangtahun untuk Bunga kepada Dipa karena ia tidak mungkin datang atau lebih tepatnya tidak berniat datang.


Bintang tidak mau bertemu dengan keluarga Dipa apalagi berada ditengah-tengah keluarga Dipa yang jelas-jelas tidak menginginkan kehadirannya..dan Dipa pun mengerti.


Elsa dan suaminya sudah datang dari Australia sehari sebelumnya. Bahkan Elsa ikut membantu Dina menyiapkan semuanya.

__ADS_1


Ketika para tamu undangan sudah mulai berdatangan, Bunga malah terlihat cemberut dan ia terlihat kesal kepada Elsa.


"Mommy bohong sama aku, Mommy bilang akan mengundang Langit , Bunda dan kak Cilla..tapi mana ? mereka tidak ada " Bunga sangat marah karena merasa telah dibohongi oleh Elsa.


"Seharusnya kamu jangan menjanjikan itu kepada Bunga !" Dipa terlihat kesal kepada Elsa.


"Maaf Mas..aku pikir Bunga tidak akan ingat dan menagih " cicit Elsa menyesal.


Mama Niken dan Dina tampak kesal kepada Elsa, namun mereka hanya diam tidak tau harus bagaimana membujuk Bunga agar tidak ngambek.


"Sayang.. walaupun Bunda dan Langit juga kak Cilla tidak datang tapi mereka kan sudah menitipkan kado untuk kamu " Dipa meraih tubuh Bunga yang hari itu tampak sangat cantik dengan gaun ulangtahunnya.


"Aku tidak mau kado dari mereka, aku mau mereka sendiri yang datang kesini..aku mau kasih kue pertama aku untuk Bunda " Bunga mulai terisak.


Semua yang ada disana tampak seperti tertampar mendengar keinginan Bunga terutama Elsa yang nyaris menangis namun sebisa mungkin ia tahan.


"Mas..aku mohon tolong telpon Bintang, suruh dia datang kesini !" pinta Elsa menatap Dipa penuh permohonan.


"Kamu gila ya !" hardik Dipa.


"Aku tidak akan membiarkan Bintang dan Langit kembali terluka oleh kelakuan kalian " Dipa tampak marah.


"Mas..ini demi Bunga . Aku mohon " Elsa menangkupkan kedua tangannya di dada."Aku akan pastikan Mama tidak mendekati Bintang dan Langit ...Aku janji "


Dipa terlihat berpikir sambil menoleh kearah Bunga yang masih ngambek dan sedang dibujuk oleh Dina dan Mama Niken. Sementara di luar tamu undangan sudah memenuhi halaman resort yang dijadikan garden party.


"Kalau kamu tidak mau biar aku saja yang menghubungi dia, berikan nomornya kepadaku !" pinta Elsa.


Demi menyenangkan putrinya Elsa rela merendahkan harga dirinya kalau perlu bersujud pun ia mau asal Bintang mau datang di pesta ulangtahun Bunga.


Setelah menikah dan pindah ke Australia, Elsa semakin sadar jika selama ini ia sudah menelantarkan Bunga. Dan keinginan Bunga untuk memberikan potongan kue pertamanya untuk Bintang adalah sebuah tamparan keras untuknya.


"Tidak perlu..aku saja yang menghubungi Bintang !" Dipa berjalan menjauh sambil berusaha menghubungi Bintang.


Elsa menatap Dipa dengan wajah harap-harap cemas, Dipa sendiri terlihat sedang berusaha membujuk dan memohon agar Bintang mau datang ke resort.

__ADS_1


__ADS_2