
...Happy Reading💫...
Hari ini pernikahan seorang CEO tampan dan kaya raya, Abigail Dareen Meshach Natanael akan digelar secara sembunyi-sembunyi atau bisa dibilang tertutup. Abigail hanya mengundang Rai Yohan Azizan dengan maksud tujuan menjadikan Rai sebagai sanksi pernikahannya.
Bahkan pernikahan ini, lantaran paksaan. Abigail tak bisa berbuat apa-apa lagi selain menyetujui menikahi perempuan yang sama sekali tak dikenalnya. Kebodohannya membuat dirinya harus terjebak dan mengharuskannya bertanggung jawab pada perempuan yang sedang hamil anaknya. Tetap saja demi apapun ia tak mempercayai bahwa itu adalah anaknya.
Sedangkan di dalam kamar sebuah rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya, seperti dikatakan oleh pria yang menghamilinya. Wanita berpakaian kebaya putih dan nampak cantik dengan riasan yang dibuat sedemikian natural. Wanita itu terus memandang cermin, menatap perutnya yang belum keliatan karena masih usia satu bulan.
"Assalamualaikum," salam Nur yang berdiri diambang pintu.
Seketika saja mata Aleeya berbinar melihat kehadiran Ibunya. Aleeya lantas melangkah menuju pada Ibunya.
"Ibu, kok bisa sampai disini. Zaki sama Raina, apa mereka juga ikut kesini?" cecar Aleeya dengan pertanyaan-pertanyaan.
Nur mengangguk, "Ibu engga mungkin meninggalkan adik-adik mu sendirian dirumah kak."
"Syukurlah kalian datang, aku senang ada Ibu disini," ucap Aleeya memeluk Ibunya sebentar dan mengurai kembali pelukan keduanya, takut akan riasannya menjadi rusak.
"Pasti Ibu akan datang, apalagi ini pernikahan anak pertama Ibuk," balas Nur.
"Bapak tidak ngomong apa-apa sama aku, kalau Ibu datang kesini."
"Ya karena bapak juga tidak tau kalau kami akan datang. Semua ini suami lah yang meminta kami berada disini."
"Maksud Ibu tuan kulkas." Nur hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Ternyata tuan kulkas itu masih punya sisi baiknya, ku kira dia cuma bisa bentak, bicara ketus, sama marah-marau saja." batin Aleeya mengingatkan omongan Abigail saat mereka berada di rumah sakit kemarin.
"Nak jangan bersedih ya, ini hari bahagia mu. Kamu harus terlihat bahagia, walaupun Ibu tau disini pasti lagi sakit banget. Harus menerima kenyataan pahit, menikah dengan orang yang tidak kamu kenal dan kamu cintai, itu emang sulit banget buat nerima semuanya. Tapi ketahuilah di dalam sini, dia anakmu cucu Ibu sama bapak butuh kasih sayang orang tua lengkap. Berkorbanlah demi dia anakmu, belajarlah mencintai suaminya. Buatlah suami mu mencintai balik dirimu, Ibu sangat yakin suatu hari nanti kamu pasti akan mendapatkan kebahagain dengan bersabar dan ikhlas menjalani kehidupan baru mu."
Aleeya dibuat tertegun dengan kalimat panjang Ibunya.
"Kalimat Ibu buat aku pengen nangis sekarang," ucap Aleeya.
"Enggak boleh nangis nak, nanti riasan mu rusak. Kasian orang yang udah ngedandanin kamu secantik ini," ucap Nur lembuh, tak membiarkan putrinya menangis.
__ADS_1
"Ibu, kakak, disuruh bapak kebawah sekarang," beritahu Raina yang tiba-tiba masuk dalam kamar.
"Turun duluan Raina, katakan pada bapak, Ibu dan kakak akan segera turun," pinta Nur menyuruh putri kecilnya agar turun kembali memberitahu suaminya.
"Ingat yang tadi barusan Ibu katakan, kamu harus tetap menunjukkan senyum bahagia mu. Jangan pernah menunjukkan kesedihan mu pada pria itu ya nak, perlihatkan padanya kalau sebenarnya kamu wanita kuat. Tidak bisa ditindas begitu saja." Nur memberikan nasihat sekaligus menguatkan putri sulungnya.
Aleeya menarik nafas, lalu menghembuskannya perlahan. "Ya aku bisa bu, perkataan Ibu benar. Aku tak boleh menjadi wanita lemah, ada anakku yang harus aku perjuangkan haknya."
"Bagus ini baru anak Ibu." Nur memberikan ciuman dikening putri sulungnya.
"Sekarang mari saatnya, suami mu melihat dirimu. Ibu yakin dia pasti terpana melihat kecantikan mu."
Pipi Aleeya merona merah mendengar kalimat pujian dari sang Ibu. Mereka berdua akhirnya turun bersama kebawah. Menuju sebuah halaman rumah yang dijadikan tempat dekorasi pernikahan.
Nur menuntun putrinya hati-hati, membawa duduk di samping pria yang telah resmi menjadi suami dari putri sulungnya.
"Mari ditanda tangani surat menyuratnya terlebih dulu sebelum memasangkan cincin satu sama lain," ujar penghulu menyuruh kedua mempelai pengantin.
Selesai menanda tangani surat menyuratnya, keduanya kini bertukar cincin. Aleeya mengambil tangan suaminya untuk dicium, Abigail mengelap bekas ciuman wanita disampingnya.
Abigail hanya diam, menunjukkan wajah datarnya. Ia enggan menanggapi godaan penghulu didepannya. Sedangkan Rai terkikik menahan tawanya agar tak lepas, yang nantinya berimbas mendapat amukan bossnya.
Usai acara pernikahan yang dilakukan secara singkat saja dan tidak dirayakan meriah, tanpa tamu undangan. Semuanya bukan keingingan Aleeya, padahal Aleeya selalu bermimpi akan pernikahan nanti, sayangnya itu hanyalah angan-angan. Pria itu mau bertanggung jawab menikahinya saja ia sudah sangat bersyukur, setidaknya anak dalam kandungannya mendapat pengakuan.
"Ibu, bapak mau kemana?" tanya Aleeya saat kedua orang tuanya terlihat rapi dengan pakaian seperti semula, bukan pakaian yang dikenakan saat pernikahannya tadi.
"Nak, bapak sama Ibu mau pamit pulang. Kamu jaga diri baik-baik disini," ucap Ridho berpesan pada putrinya.
"Loh mengapa cepat sekali kalian pulang, tak menginap dulu disini beberapa malam gitu. Nemani Aleeya," kata Aleeya tak rela melepaskan kepulangan kedua orang tuanya dan kedua adiknya.
"Tidak bisa nak, kedua adik besok sudah harus masuk sekolah lagi. Bapakmu harus bekerja dan Ibu juga membantu bapakmu. Kamu sudah dewasa, sudah menjadi istri orang dan sebentar lagi bakalan jadi Ibu. Jadi mulailah mandiri!" tutur Nur memeluk putrinya.
"Hiks, tetapi Leeya tidak terbiasa berpisah dengan kalian. Apalagi Leeya susah mengunjungi kalian karena berbeda pulau, Leeya pengen kalian tetap berada disini, tinggal bersama Leeya," ungkap Aleeya seraya menangis dalam pelukan sang Ibu.
"Aleeya anak Ibu yang sudah dewasa, telah resmi menjadi istri orang. Ibu yakin kamu pasti bisa mandiri. Belajar ya nak, Ibu mau kamu tidak bergantungan pada Ibu dan bapak, kami akan berkunjung lagi kesini saat nanti kamu melahirkan. Jadi jaga cucu kami baik-baik, jangan lupa sholat lima waktunya. Kesehatan mu harus di jaga ya nak, karena kamu tak sendiri, didalam sini ada anakmu." Nur juga meneteskan air mata.
__ADS_1
"Hiks, iya bu. Bapak sama Ibu dan adik-adik juga harus jaga kesehatan, kalau ada apa-apa cepat hubungi Aleeya," lirih Aleeya.
"Kakak tidak boleh menangis lagi ya, Zaki ingin lihat kakak bahagia. Kakak kalau ada masalah cerita sama Zaki, Zaki siap mendengarkan keluh kesah kakak," ucap Zaki memeluk Aleeya mencium pipi kakaknya.
"Gantian abang, adek juga mau peluk kakak." Raina mencoba melepaskan tangan Zaki dari perut Aleeya.
"Raina sayang banget sama kakak! Oh iya rumah kakak ada kolam berenangnya, boleh enggak nanti liburan Raina kesini dan berenang di kolam renangnya," celoteh Raina meminta izin.
Aleeya menoleh kebelakang meminta persetujuan dari pria kulkas sang pemilik rumah ini. Abigail memberikan anggukan tanpa ragu, agar acara pamitan keluarga itu cepat selesai.
"Boleh sayang," ucap Aleeya akhirnya setelah mendapatkan jawaban.
"Makasih kakak," balas Raina.
Sebelum memasuki mobil, Ridho berdiri depan menantunya. "Terimakasih anda sudah mau bertanggung jawab menikahi putriku. Boleh saya minta satu permintaan lagi?"
Abigail sebenarnya enggan menuruti, tetapi kepala tak bisa diajak kompromi dan malah mengangguk.
"Permintaan saya tidak aneh-aneh, saya cuma minta anda menjaga putriku dengan baik. Tolong jangan membuatnya terus-terusan menangis, apalagi sampai menyakiti hatinya. Saya takut ketika putriku lelah dengan segala permasalahan rumah tangga kalian nanti, dia pergi meninggalkan mu. Saya harap kamu tidak menyakiti dan memperlakukannya dengan baik, itu saja. Karena jika sampai semuanya terjadi, saya pastikan anda akan sangat amat menyesalinya."
"Hemm, saya tidak bisa berjanji untuk tidak membuat menangis. Tapi saya bisa menjaganya, tapi jika anda minta saya untuk mencintai, maaf saya tidak bisa. Sebab dihati saya hanya ada nama istri pertama saya," kata Abigail seperti bisikan.
...****************...
Guys! Ayo guys join grup chat antiloversn!!!
Follow ig aku yuk guys : @dianti2609
Bersambung. . .
Follow juga ya!!
Like, comennt, rate 5. jangan lupa gifts+vote nya.
Terimakasih💓
__ADS_1