
Akhir pekan ini Bunga dan Langit merengek ingin pergi ke Bandung, semalam mereka melakukan video call dengan Cilla.
Cilla memamerkan adik kecilnya yang sudah pintar berjalan.Dipa yang semalam baru pulang dari Semarang tidak dapat menolak keinginan kedua buah hatinya yang sangat manja itu.
"Kalau kamu masih lelah sebaiknya kita pergi besok saja, aku akan memberi pengertian kepada Bunga dan Langit " Bintang menatap Dipa yang masih terlihat lelah karena ia baru pulang dari Semarang jam 12 malam.
"Aku mana tega menolak keinginan dua bocah itu Neng " jawab Dipa sambil tersenyum " Apalagi keinginan Bundanya " tambah Dipa sambil mencubit ujung hidung Bintang.
"Kalau begitu aku buatkan kopi dulu buat di jalan ya, biar kamu tidak ngantuk " Bintang beranjak untuk membuatkan kopi untuk bekal di jalan agar Dipa tidak mengantuk saat mengemudi.
Setelah memasukkan semua barang kedalam mobil, Bunga dan Langit naik dan duduk manis di kursi penumpang. Bintang memastikan mereka memakai seatbelt nya dengan benar sebelum mereka pergi.
Perjalanan pagi ini sangat lancar. Bunga dan Langit tampak sibuk berceloteh membicarakan rencana mereka nanti setelah tiba di Bandung. Sementara Bintang sibuk mengajak Dipa berbicara agar suaminya itu tidak mengantuk ketika sedang mengemudi.
Namun ketika mereka sempat berhenti di rest area untuk mengisi bahan bakar, Dipa sempat meminta Bintang menggantikannya mengemudi karena ia merasa tidak enak badan.
"Apa sebaiknya kita keluar tol terdekat dan balik lagi ke Jakarta Mas ? wajah kamu pucat loh " Bintang terlihat khawatir melihat Dipa.
"Tidak usah, kasian anak-anak sudah kangen ingin bertemu dengan Cilla " jawab Dipa.
Sebelum melanjutkan perjalanan Dipa sempat pamit pergi ke toilet. Bintang memilih menunggu di mobil bersama Bunga dan Langit yang sedang tertidur pulas.
Setelah sepuluh menit Dipa pun muncul dengan wajah yang pucat.
" Kamu yakin Mas mau melanjutkan perjalanan?" Bintang menatap Dipa khawatir.
"Lanjut saja Neng, aku cuma kelelahan karena kurang tidur semalam " jawab Dipa sambil menarik tuas untuk menurunkan sandaran jok mobilnya.
"Seharusnya sepulang dari Semarang kamu itu langsung istirahat bukannya malah minta jatah, jadi begini kan " omel Bintang.
Dipa hanya terkekeh sambil memejamkan matanya. Dipa tidak mengatakan jika ketika di toilet ia sempat muntah-muntah karena tidak ingin membuat Neng geulisnya khawatir.
Sepanjang sisa perjalanan Dipa dan anak-anak mereka tertidur dengan pulas. Untuk mengusir jenuh Bintang pun memutar lagu dari perangkat audio di mobilnya.
Dua jam kemudian mereka sampai di rumah Shanti. Cilla yang sedang bermain sepeda di halaman langsung berlari menyambut kedatangan mereka. Dibelakangnya Rizal muncul sambil menggendong bocah laki-laki yang tampak sangat mirip dengan Rizal.
__ADS_1
"Aih..Rico..sudah besar kamu " Bintang langsung menggendong anak kedua Shanti. Sewaktu Bintang memutuskan untuk pindah ke Jakarta saat itu Rico masih belum bisa berjalan.
"Mbak Shanti mana Mas ?" tanya Bintang sambil menciumi pipi Rico.
Di dapur, dari pagi dia sibuk masak untuk menyambut kalian..seperti yang mau hajatan saja " jawab Rizal sambil menepuk jidatnya.
Bintang tertawa kemudian beranjak ke dapur untuk menemui Shanti.
"Kamu pucat banget Di ? sedang sakit ?" tanya Rizal setelah mereka berada di ruang keluarga.
"Sedikit kelelahan Mas, semalam baru pulang dari Semarang " jawab Dipa sambil bersandar di sandaran sofa.
"Sepertinya masuk angin Di, jangan dibiarkan nanti keterusan " saran Rizal. Dipa mengangguk.
"Bagaimana bisnis butiknya, lancar ?" tanya Dipa. Sejak Shanti hamil anak kedua Rizal memang memutuskan tidak berlayar dan memilih membuka usaha butik di Bandung.
"Tahun pertama masih jalan di tempat Di, tapi sekarang sudah mulai ada kemajuan " jawab Rizal.
"Bagus lah kalau begitu " ujar Dipa.
"Mbak Shanti tidak bikin semur jengkol kesukaan aku ?" tanya Bintang.
"Ada tuh lagi disiapkan sama si Bibik " jawab Shanti.
"Kamu tambah cantik saja Bi " Shanti menatap Bintang setelah selesai menata semua makanan di meja.
"Mbak Shanti bilang begitu mau di traktir sama aku ya ?" cengir Bintang.
"Dasar kamu, tapi kalau mau traktir juga Mbak seneng banget " jawab Shanti sambil mencubit pipi mulus Bintang.
"Asiap..nanti sore kita pergi berdua, biar anak-anak sama Mas Rizal dan Mas Dipa saja di rumah " ajak Bintang dengan suara pelan.
"Ide bagus " jawab Shanti sambil terkikik.
Dipa yang mencium sesuatu dari arah dapur langsung beranjak menuju dapur.
__ADS_1
"Sepertinya aku mencium sesuatu " ujar Dipa yang tiba-tiba muncul di dapur.
"Hai Di..tambah ganteng saja nih pak Boss " Shanti menepuk bahu Dipa setelah pria tampan itu mencium punggung tangannya.
"Biasa saja Mbak " jawab Dipa. " Mbak Shanti bikin semur jengkol ya ?" tanya Dipa.
"Iya..kesukaan istri kamu tuh " jawab Shanti sambil menunjuk Bintang yang sedang menggendong Rico dengan dagunya.
"Eit jangan salah Mbak, Mas Dipa juga sekarang suka semur jengkol loh " ralat Bintang.
"Sungguh ? jangan bilang kamu yang maksa..sialnya kamu kan orangnya pemaksa " Shanti menatap kearah Bintang.
"Awalnya memang aku dipaksa sama adik Mbak ini, tapi lama-lama jadi suka " Dipa terkekeh.
"Tuh kan benar dugaan Mbak, kamu pasti dipaksa sama Bintang " ujar Shanti.
"Ck..kamu itu Mas pake ngadu segala sama Mbak Shanti " Bintang mendelik kearah Dipa. Namun Dipa terlihat cuek, ia mencomot perkedel dan memasukan kedalam mulutnya. Shanti hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sepasang suami istri itu.
Setelah semua makanan siap Shanti memanggil Rizal dan anak-anak untuk makan. Bunga, Langit dan Cilla makan dengan lahap.
Bintang makan sambil menyuapi Rico yang tidak mau lepas dari pangkuannya.Sementara Langit malah terlihat manja kepada Rizal.
Suasana di rumah Shanti terasa hangat, Cilla sempat sedikit marah kepada Dipa karena telah membawa Bunga dan Langit pindah ke Jakarta dan Dipa pun langsung meminta maaf kepada bocah perempuan itu sambil mengacak rambutnya dengan gemas.
"Walaupun sudah tidak tinggal di Bandung lagi tapi kan kita bisa saling mengunjungi, sekarang Bunga dan Langit yang ke Bandung Minggu depan Cilla sama Rico yang ke Jakarta" ujar Bintang. Cilla pun mengangguk meskipun wajahnya masih terlihat sedih.
Pada sore harinya Bintang dan Shanti pergi berdua. Dipa dan Rizal mendapat tugas menjaga anak-anak di rumah.
"Baiklah kamu boleh pergi dengan Mbak Shanti , tapi nanti malam kamu harus kasih aku bonus " pinta Dipa sebelum Bintang pergi.
"Bonus apa ?" tanya Bintang.
"Main sampai pagi, nanti malam Bunga dan Langit pasti tidur sama Cilla " jawab Dipa sambil mengerling nakal.
"Baiklah " jawab Bintang sambil mengecup bibir Dipa sebelum benar-benar pergi.
__ADS_1