
Bunga dan Langit baru saja tidur bersama pengasuhnya. Pengasuh Bunga tampaknya sudah sangat berpengalaman dalam mengasuh anak buktinya Langit pun bisa langsung akrab dan langsung tertidur tanpa mencari Ayah dan Bundanya.
Jam 10 malam Dipa baru pulang dari rumah pak RT. karena rumah pak RT yang tidak terlalu jauh Dipa memutuskan untuk jalan kaki.
"Sudah selesai ?" tanya Bintang ketika Dipa masuk dan menjatuhkan bokongnya disebelah Bintang.
"Sudah..barusan aku langsung ngobrol dengan pak RT dan aku langsung dikasih jadwal ronda " jawab Dipa sambil terkekeh karena selama seumur hidupnya ia dan Papa Ardi sekalipun tidak pernah melakukan ronda malam, mereka tinggal membayar jasa keamanan dan masalah beres.
"Kenapa..keberatan disuruh ronda ?" tanya Bintang.
"Sebagai warga yang bertanggung jawab tentu saja tidak keberatan" jawab Dipa.
"Ngomong-ngomong anak-anak sudah tidur ?" tanya Dipa.
"Sudah " jawab Bintang.
"Apakah Langit menyukai Bi Asih ?" tanya Dipa.
"Iya..Bi Asih cepat membuat tidur anak-anak " jawab Bintang.
"Syukurlah " ucap Dipa dengan senyum tipis di sudut bibirnya.
Malam ini ia punya kesempatan untuk tidur berdua dengan Bintang. Meskipun belum tentu Bintang akan melakukan kewajiban nya tapi itu membuat Dipa sangat senang.
"Tidur yuk ! " Dipa mengambil tangan Bintang setelah ia mengambil remot dan mematikan tv yang sedang Bintang tonton.
"Kamu saja tidur duluan..aku masih ingin nonton tv " Bintang mengambil remot dan hendak menyalakan kembali tv nya.
"Neng..!!" Dipa menatap tajam kearah Bintang tidak ingin dibantah.
"Iya..iya.." dengan terpaksa Bintang pun mengikuti langkah Dipa menuju kamar mereka.
__ADS_1
Semenjak Dipa datang dari Jakarta Bintang terpaksa menyusun baju-baju Dipa di lemarinya karena lemari di kamar sebelah hanya cukup untuk menampung baju-baju Bunga dan Langit..dan itu Dipa artikan jika ia sudah resmi menjadi penghuni tetap di kamar Bintang.
Sebelum tidur Dipa mengganti bajunya dengan piyama yang sama dengan yang dipakai Bintang dan anak-anak nya.
" Neng..aku sebetulnya ingin kamu mendengar sebuah cerita " ucap Dipa setelah mereka berada diatas ranjang yang sama.
"Cerita apa ?" tanya Bintang.
"Cerita tentang peristiwa empat tahun yang lalu " jawab Dipa.
"Aku tidak mau dengar !" ucap Bintang ketus, Bintang tidak mengerti kenapa Dipa malah membahas peristiwa yang sedang berusaha Bintang lupakan dan suasana hati Bintang langsung memburuk.
"Neng..please tolong dengar cerita ini menurut versi aku..aku harap setelah mendengar cerita ini kamu tidak terlalu menganggap aku ini pria brengsek " pinta Dipa.
"Ya sudah silahkan !" ucap Bintang akhirnya.
"Sebetulnya pada malam itu aku hanya berniat menolong kamu yang sedang mabuk, aku tidak bermaksud untuk merusak kamu..tapi malam itu selain mabuk kamu juga ada dalam pengaruh obat perangsang...malam itu sebetulnya kamu yang menyerang aku duluan. Pria mana yang tahan jika tiba-tiba ada perempuan cantik yang menggerayangi tubuh aku..dalam keadaan telanjang lagi " Dipa memulai ceritanya.
"Aku pria normal Neng..mana tahan aku lihat tubuh kamu yang seksi itu..kamu itu seperti singa kelaparan yang sedang menerkam mangsanya " lanjut Dipa sambil nyengir.
"Jadi kamu melupakan niat awal untuk menolong aku ?" hardik Bintang. Dipa mengangguk lemah.
"Jadi sebetulnya bukan aku yang sudah memperkosa kamu tapi kamu yang sudah memperkosa aku dan yang harus tanggung jawab itu sebetulnya kamu bukan aku " jawab Dipa sambil menggerakkan alisnya naik turun.
"Aku tidak percaya..itu cerita karangan kamu saja iya kan !" tuduh Bintang.
"Aku cerita yang sebenarnya Neng .. jadi bisa dibilang kita melakukannya atas dasar suka sama suka..aku tidak memaksa kamu meskipun kita melakukannya semalaman " jawab Dipa.
"Semalaman ?" Bintang langsung melotot.
"Dasar pria brengsek..bisa-bisanya kamu mengambil kesempatan sampai melakukannya semalaman !" Bintang mengambil bantal kemudian memukuli kepala Dipa.
__ADS_1
"Kamu terlalu cantik dan seksi untuk aku tolak Neng " jawab Dipa membuat Bintang langsung naik keatas tubuh Dipa dan memukuli pria itu dengan bantal.
"Ampun Neng..ampuun..kamu mau jadi janda dan anak-anak kita jadi anak yatim " Dipa memohon ampun dari bawah himpitan tubuh Bintang.
"Dasar brengsek " Bintang yang belum merasa puas terus memukuli kepala Dipa dengan bantal dan menindih kepalanya.
Bintang baru berhenti ketika Dipa diam tidak bergerak. " Mas..kamu kenapa..Mas Bangun !!" Bintang mencolek-colek pipi Dipa dengan panik namun tidak ada pergerakan dari pria yang sedang ia duduki perutnya itu.
"Ya Tuhan..gw benar-benar jadi janda ini " gumam Bintang panik sambil turun dari perut Dipa. Namun sejenak Bintang terpaku ketika ada yang menahan kakinya.
"Jangan turun..tetaplah seperti ini " ucap Dipa sambil menatap wajah Bintang sayu.
"Kamu itu becandanya tidak lucu..aku pikir kamu benar-benar mati " Bintang memukuli dada Dipa.
"Takut ya jadi janda ?" tanya Dipa.
"Tidak juga..aku cuma mau mastiin kamu sudah mati sebelum aku cari Ayah baru untuk Langit dan Bunga.. aku tinggal pilih Firman atau Okta.. karena kedua pria itu menurut aku paling cocok untuk menjadi Ayah Bunga dan Langit " jawab Bintang santai.
"Neng..kamu kok ngomongnya begitu sih ?" Dipa langsung menjatuhkan Bintang ke kasur dan menghimpitnya dibawah tubuhnya.
"Aku becanda Mas " Bintang tertawa melihat wajah Dipa yang sangat kesal.
"Becanda kamu juga tidak lucu " semprot Dipa. "Kamu harus dihukum " ucap Dipa sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Bintang yang ada dibawah nya dan menyapukan bibirnya di kelopak bibir Bintang yang wangi Cherry.
"Mass " Bintang yang sedang dalam keadaan tidak siap tampak melongo ketika bibir kenyal Dipa menyentuh bibirnya.
Dipa menyesap bibir bawah Bintang dan bibir atasnya bergantian dengan lembut membuat Bintang merasa seperti terbang ke angkasa tak bertepi. Kedua tangan Bintang menggapai dan akhirnya menemukan bahu Dipa untuk ia dekap.
Dipa melepaskan sejenak tautan bibirnya untuk memastikan Jika Bintang tidak keberatan dengan apa yang baru saja ia lakukan.
Karena tidak menemukan kemarahan ataupun penolakan dari Bintang akhirnya Dipa pun kembali menyatukan bibir mereka. Bintang pun tampak pasrah dan diam-diam mulai menikmatinya.
__ADS_1