Istri Simpanan

Istri Simpanan
Mengikuti


__ADS_3

Dipa yang datang terlambat dua jam dari biasanya disambut setumpuk berkas yang harus segera ia tandatangani.


"Felix..lu temenin gw disini !" Dipa menunjuk kursi di sebrang mejanya menyuruh sang asisten duduk disana.


"Tapi Bos saya harus.."


"Duduk gw bilang !" sambar Dipa dan Felix pun menurut.


Sebetulnya Felix pun hari ini memiliki pekerjaan yang tidak kalah banyak dari Dipa. Namun ia akhirnya terpaksa memilih membuang waktu dengan menemani si Bos di ruang kerjanya.


Semenjak Neng geulis si Boss hamil anak kedua Felix melihat banyak sekali terjadi perubahan pada diri Bos nya.


Pada saat istri pertamanya hamil, si bos aman-aman saja, gejala ngidam justru terlihat saat usia Bunga menginjak tiga bulan. Hampir setiap hari si bos menyuruhnya membeli rujak. Rupanya saat itu si Neng geulisnya yang tinggal nun jauh disana sedang hamil muda. Dan sekarang Felix juga harus menghadapi reaksi ngidam bosnya saat si Neng geulis bosnya itu hamil anak kedua.


Felix yang sudah menjadi asisten Dipa sejak di Surabaya sangat tau semua hal yang berhubungan dengan Bos nya..kecuali peristiwa perkosaan itu.


"Kenapa Lu liatin gw nya begitu ?" Dipa melemparkan bola kertas kearah wajah Felix membuat lamunan Felix buyar seketika.


"Saya cuma sedang mengingat-ngingat waktu Bu Elsa hamil..Bos tidak mengalami ngidam, semua biasa saja. Beda dengan Bu Bintang yang hamil..dua kali hamil Bos selalu kebagian ngidamnya " ujar Felix.


"Ya mana gw tau..emang gw mau begini ?" jawab Dipa.


"Bos bucin abis ya sama Bu Bintang ?" tanya Felix.


"Ya pasti dong..gimana gw gak bucin punya bini cantik, masih muda dan hot lagi " jawab Dipa sambil terkekeh tanpa menoleh kepada Felix karena tetap fokus pada berkas di tangannya.


"Emang hot banget ya Bos ?" pancing Felix.


"Lu kepo banget sih "


"Kan Bos yang bilang barusan, ya saya jadi kepo " ujar Felix.


"Ya pastinya hot banget " jawab Dipa sambil membubuhkan tanda tangannya pada berkas yang sudah ia periksa.


"Siapa yang hot banget ?" tanya seseorang di belakang Felix yang membuat Dipa dan Felix nyaris terjungkal dari kursinya saking kagetnya.


"Neng..?"


"Ibu ..?"

__ADS_1


Dipa yang mengoceh sambil fokus pada berkas dan Felix yang duduk membelakangi pintu tidak menyadari jika Bintang datang dan sempat mendengar sepenggal obrolan kedua pria itu.


"Kenapa tidak bilang kalau mau kesini Neng ?" tanya Dipa yang langsung bangkit dan menyongsong Bintang.


Kedatangan Bintang Felix pergunakan untuk kabur dari ruangan si Bos dan langsung masuk ke ruangannya karena pekerjaan yang menumpuk sudah menunggunya.


"Tadi siapa yang kamu bilang hot ?" kejar Bintang tanpa mengindahkan pertanyaan Dipa.


"Kamu Neng, siapa lagi " jawab Dipa


"Oh jadi kamu dan Felix tadi sedang ghibahin aku ya !" tuduh Bintang


"Bukan gibahin Neng..tapi.." Dipa mengusap tengkuknya bingung.


"Tapi ngomongin..sama saja Mas " hardik Bintang.


"Iya maaf..jangan marah-marah dong, nanti adiknya Bunga dan Langit galak loh !" bujuk Dipa sambil menarik tangan Bintang dan mendudukkannya di pangkuannya.


"Kamu kesini kangen ya sama aku ?" tanya Dipa seraya mengelus perut Bintang yang mulai terlihat sedikit menonjol.


"Aku kesini mau ngajak Amira makan siang " jawab Bintang.


"Ini urusan perempuan Mas..kamu makan siang sama Felix saja ya " Bintang mengusap rambut Dipa yang sedang memperlihatkan gelagat akan ngambek.


"Beneran aku tidak diajak ?" tanya Dipa setengah merajuk, Bintang menggeleng. " Tega kamu Yang "


Bintang melirik jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan waktunya istirahat dan ia pun langsung turun dari pangkuan Dipa.


"Aku pergi dulu ya sama Amira " pamit Bintang sambil mengecup bibir Dipa sekilas.


"Ya " jawab Dipa dengan wajah cemberut.


Tanpa mengindahkan Dipa, Bintang pun pergi bersama Amira menuju ke sebuah restoran yang berada tidak jauh dari kantor Dipa.


Bintang dan Amira yang pergi bersama sopir tidak menyadari jika di belakang mereka ada mobil Dipa yang dikemudikan Felix mengikuti mereka.


Bintang dan Amira masuk dan langsung menempati meja yang berada di dekat dinding kaca.Pada saat Bintang dan Amira memesan makanan Dipa dan Felix pun masuk dan mencari meja yang sedikit tersembunyi untuk mengawasi Bintang dan Amira.


Setelah memesan makanan, Amira tidak sengaja melihat mobil Dipa yang berada di parkiran.

__ADS_1


"Bu..bukannya itu mobil Bapak ?" tanya Amira sambil menunjuk kearah dimana mobil Dipa berada.


Bintang mengikuti arah pandang Amira dan benar saja ternyata disana ada mobil Dipa.


"Sepertinya Dia ngikutin kita " ujar Bintang seraya mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Dipa.


Tidak lama kemudian suara ponsel Dipa pun berdering, Bintang mengikuti arah suara ponsel Dipa dan ia pun menemukan Dipa dan Felix berada di pojokan.


"Neng, makan disini juga ?" tanya Dipa pura-pura kaget.


"Tidak usah pura-pura, kalian sengaja mengikuti kami kan ?" tanya Bintang.


"Saya hanya disuruh Bapak Bu " jawab Felix gugup.


"Sialan Lu, kenapa mesti ngaku sih ?" Dipa menendang kaki Felix dibawah meja membuat Felix meringis.


"Ya sudah pindah mejanya kesana !" perintah Bintang sambil kembali ke mejanya dimana Amira terlihat menutup mulutnya menyembunyikan tawanya melihat kelakuan Bosnya yang tidak berkutik terciduk oleh istrinya.


"Baiklah Sayang " jawab Dipa langsung mengekor Bintang diikuti oleh Felix di belakangnya.


"Kalau kamu tadi ngajak aku juga tidak akan mengikuti kamu " ujar Dipa merajuk. Bintang hanya melirik sebal karena kedua pria itu mengganggu acara makannya dengan Amira.


"Kamu harus makan yang banyak Sayang " Dipa menyuapi Bintang dari piringnya setelah pesanan mereka datang.


Amira dan Felix hanya saling lirik dengan tatapan iri melihat kemesraan sepasang suami istri itu.


Dipa bahkan tidak segan mencium Bintang di depan Amira dan Felix membuat Felix buru-buru menutup mata Amira. " Jangan lihat Lu masih jomblo, bahaya "


Puas makan sambil pamer kemesraan, akhirnya merekapun memutuskan berpisah. Dipa pulang bersama Bintang ke rumah sementara Felix pulang ke kantor bersama Amira.


"Mau langsung pulang atau jemput anak-anak?" tanya Dipa.


"Pulang saja, aku tidak mau kamu dimarahin Papa karena pulang kerja belum waktunya " jawab Bintang.


"Kamu istri yang sangat peduli sama suami Neng " Dipa mengambil tangan Bintang dan menciumnya.


"Aku hanya takut saja Papa akan pecat kamu karena kamu karena kamu kerjanya ga bener, nanti anak-anak mau dikasih makan apa ? belum lagi nanti anak kita bertambah " jawab Bintang.


"Kamu kok ngomongnya begitu sih Neng..Papa tidak akan tega membuat cucunya terlantar " jawab Dipa.

__ADS_1


__ADS_2